What is the clinical approach to evaluating and managing syncope in patients?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pendekatan Klinis Syncope

Evaluasi Awal Wajib

Setiap pasien dengan syncope memerlukan tiga komponen evaluasi awal yang wajib dilakukan: anamnesis detail, pemeriksaan fisik dengan pengukuran tekanan darah ortostatik, dan EKG 12-lead—kombinasi ini dapat menegakkan diagnosis pada 23-50% kasus. 1, 2, 3

Anamnesis yang Harus Digali

Posisi saat syncope terjadi:

  • Syncope saat berbaring/supine → mengarah ke penyebab jantung (aritmia atau penyakit struktural) 1, 3
  • Syncope saat berdiri → mengarah ke reflex syncope atau hipotensi ortostatik 1, 3

Aktivitas sebelum syncope:

  • Syncope saat aktivitas/exertion → risiko tinggi, wajib evaluasi jantung segera 1, 3
  • Syncope saat istirahat → pertimbangkan berbagai etiologi 1

Gejala prodromal:

  • Ada prodrome (mual, berkeringat, pandangan kabur, pusing) → mengarah ke vasovagal syncope 1, 2
  • Tidak ada prodrome atau prodrome singkat → risiko tinggi untuk penyebab jantung [1, @17@]
  • Palpitasi sebelum syncope → sangat mengarah ke penyebab aritmia 1, 2

Pemicu spesifik:

  • Tempat ramai/panas, berdiri lama, stress emosional → vasovagal syncope 1
  • Miksi, defekasi, batuk → situational syncope 1

Riwayat penyakit:

  • Penyakit jantung struktural atau gagal jantung → sensitivitas 95% untuk cardiac syncope 1
  • Riwayat keluarga sudden cardiac death atau kondisi inherited → fitur risiko tinggi 1

Obat-obatan:

  • Antihipertensi, diuretik, vasodilator, obat yang memperpanjang QT → kontributor umum syncope 1

Pemeriksaan Fisik yang Harus Dilakukan

Tanda vital ortostatik (posisi berbaring, duduk, berdiri):

  • Hipotensi ortostatik: penurunan sistolik ≥20 mmHg atau <90 mmHg 1, 3

Pemeriksaan kardiovaskular lengkap:

  • Murmur, gallop, rubs → indikasi penyakit jantung struktural 1
  • Tanda gagal jantung 1

Carotid sinus massage (pada pasien >40 tahun):

  • Positif jika asistol >3 detik atau penurunan sistolik >50 mmHg 1, 2

EKG 12-Lead

Abnormalitas EKG apapun adalah prediktor independen cardiac syncope dan mortalitas meningkat 1:

  • Pemanjangan QT (long QT syndrome) 1
  • Kelainan konduksi (bundle branch block, bifascicular block) 1
  • Tanda iskemia atau infark miokard sebelumnya 1
  • Bradikardia sinus, blok sinoatrial, AV blok derajat 2 atau 3 1

Klasifikasi Syncope

Ada tiga kategori utama syncope berdasarkan mekanisme: 1, 3, 4

1. Reflex Syncope (Neurally-Mediated)

  • Vasovagal syncope → paling umum, dipicu tempat ramai/panas, berdiri lama, stress emosional 1
  • Situational syncope → dipicu miksi, defekasi, batuk 1
  • Carotid sinus hypersensitivity → dipicu rotasi kepala, tekanan pada sinus karotis 1
  • Prognosis umumnya jinak 4

2. Cardiac Syncope

  • Aritmia: bradiaritmia, takiaritmia 1
  • Penyakit struktural: stenosis aorta berat, kardiomiopati hipertrofik, ARVC 1
  • Mortalitas 1 tahun: 18-33% (vs 3-4% untuk penyebab non-jantung) 1, 3

3. Orthostatic Hypotension

  • Medication-induced: antihipertensi, diuretik, vasodilator 1
  • Volume depletion: dehidrasi 1
  • Autonomic failure: neuropati diabetik, primary autonomic failure 1

Stratifikasi Risiko

Fitur Risiko Tinggi (Memerlukan Rawat Inap) 1, 3

Pasien dengan fitur berikut wajib dirawat untuk evaluasi lebih lanjut:

  • Usia >60-65 tahun 1, 3
  • Penyakit jantung iskemik, penyakit jantung struktural, atau gagal jantung yang diketahui 1, 3
  • Syncope saat aktivitas atau posisi supine 1, 3
  • Prodrome singkat atau tidak ada 1, 3
  • Pemeriksaan jantung abnormal 1, 3
  • EKG abnormal 1, 3
  • Riwayat keluarga sudden cardiac death <50 tahun 1, 3
  • Episode syncope sedikit (1-2 episode) 1

Fitur Risiko Rendah (Dapat Rawat Jalan) 1, 3

  • Usia muda 1, 3
  • Tidak ada penyakit jantung 1, 3
  • Syncope hanya saat berdiri 1, 3
  • Perubahan posisi dari berbaring/duduk ke berdiri 1, 3
  • Prodrome jelas (mual, muntah, rasa hangat) 1, 3
  • Pemicu spesifik (dehidrasi, nyeri, stimulus distress) 1, 3
  • Riwayat panjang syncope berulang dengan karakteristik serupa 1, 3

Pemeriksaan Tambahan Berdasarkan Evaluasi Awal

Untuk Suspek Cardiac Syncope

Monitoring jantung kontinyu (telemetri):

  • Segera dimulai untuk pasien dengan EKG abnormal, palpitasi sebelum syncope, atau fitur risiko tinggi 1, 3
  • Monitoring >24 jam tidak meningkatkan yield untuk sebagian besar pasien 1

Ekokardiografi transtorakal:

  • Wajib untuk suspek penyakit jantung struktural, penyakit katup, atau kardiomiopati 1, 3

Exercise stress testing:

  • Wajib untuk syncope saat atau segera setelah aktivitas 1, 3

Electrophysiological study:

  • Untuk kasus terseleksi dengan suspek aritmia 1

Untuk Suspek Reflex Syncope

Tilt-table testing:

  • Untuk pasien muda tanpa penyakit jantung dengan syncope berulang yang tidak jelas, ketika mekanisme reflex dicurigai 1, 3
  • Dapat mengkonfirmasi vasovagal syncope 1

Untuk Suspek Orthostatic Hypotension

Orthostatic challenge testing:

  • Ketika syncope berhubungan dengan posisi berdiri 2

Pemeriksaan yang TIDAK Direkomendasikan Rutin

Tes darah komprehensif:

  • Tidak berguna dalam evaluasi rutin syncope 1, 2
  • Tes darah targeted wajar berdasarkan penilaian klinis (CBC jika suspek anemia, elektrolit jika suspek dehidrasi) 1

Brain imaging (CT/MRI):

  • Tidak direkomendasikan rutin tanpa temuan neurologis fokal atau trauma kepala 2, 5
  • Yield diagnostik hanya 0.24% untuk MRI dan 1% untuk CT 2

EEG:

  • Tidak direkomendasikan rutin, yield diagnostik hanya 0.7% 2

Carotid artery imaging:

  • Tidak direkomendasikan rutin, yield diagnostik hanya 0.5% 2

Algoritma Manajemen

Pasien Risiko Tinggi → Rawat Inap 1, 3

  1. Monitoring telemetri kontinyu 1, 3
  2. Ekokardiografi 1, 3
  3. Exercise stress test jika syncope eksersional 1, 3
  4. Konsultasi kardiologi 1
  5. Terapi definitif:
    • Pacemaker/ICD untuk penyebab aritmia 3
    • Ablasi kateter untuk aritmia spesifik 3
    • Terapi penyakit jantung struktural yang mendasari 3

Pasien Risiko Rendah → Rawat Jalan 1, 3

Untuk vasovagal syncope:

  • Reassurance dan edukasi tentang sifat jinak kondisi 3
  • Hindari pemicu 3
  • Ekspansi volume (peningkatan asupan garam dan cairan) 3
  • Physical counterpressure maneuvers (leg crossing, arm tensing, squatting) → dapat mengurangi risiko syncope ~50% 2, 3
  • Beta-blocker TIDAK direkomendasikan (5 studi terkontrol gagal menunjukkan efikasi) 2

Untuk orthostatic hypotension:

  • Hindari perubahan posisi cepat 3
  • Peningkatan asupan natrium dan cairan 3
  • Physical counterpressure maneuvers 3
  • Review dan penyesuaian obat 3
  • Midodrine sebagai terapi farmakologis lini pertama untuk hipotensi ortostatik simtomatik yang persisten meskipun tindakan non-farmakologis 3

Syncope yang Tidak Jelas Setelah Evaluasi Awal 1, 2

  1. Reappraisal seluruh workup untuk temuan halus atau informasi baru 1, 2
  2. Konsultasi spesialis jika ada petunjuk yang belum dieksplorasi untuk penyakit jantung atau neurologis 1, 2
  3. Implantable loop recorder untuk syncope berulang yang tidak jelas dengan suspek klinis tinggi untuk penyebab aritmia 1, 2

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Memesan tes laboratorium komprehensif tanpa indikasi klinis spesifik 1, 2, 5
  • Memesan brain imaging (CT/MRI) tanpa temuan neurologis fokal 2, 5
  • Gagal membedakan syncope dari penyebab non-syncopal transient loss of consciousness (seizure, stroke, gangguan metabolik) 1, 6
  • Mengabaikan efek obat sebagai kontributor syncope 1, 2
  • Gagal mengenali syncope eksersional sebagai fitur risiko tinggi yang memerlukan evaluasi jantung segera 1, 3
  • Menggunakan beta-blocker untuk vasovagal syncope (tidak efektif) 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Initial Management of Syncope

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Approach to Syncope Evaluation and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Syncope: Evaluation and Differential Diagnosis.

American family physician, 2017

Guideline

Evaluation and Management of Pre-syncope

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.