What is the management plan for a patient with cerebellar ataxia, a history of smoking, and potential vertebrobasilar insufficiency?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ataksia Serebellar: Pendekatan Diagnostik dan Penatalaksanaan

Penilaian Awal dan Stratifikasi Risiko

Pada pasien dengan ataksia serebellar, riwayat merokok, dan kemungkinan insufisiensi vertebrobasilar, prioritas utama adalah menyingkirkan stroke sirkulasi posterior yang memerlukan intervensi segera, diikuti dengan evaluasi sistematis penyebab vaskular, struktural, dan degeneratif.

Klasifikasi Berdasarkan Onset Gejala

Pendekatan diagnostik harus dimulai dengan mengkategorikan onset temporal ataksia 1, 2:

Ataksia Akut/Subakut (< 72 jam hingga beberapa minggu):

  • Stroke sirkulasi posterior merupakan penyebab kritis yang memerlukan pengenalan segera 1
  • Insufisiensi vertebrobasilar dapat muncul dengan ataksia episodik atau progresif 1
  • Serebelitis akut menunjukkan ataksia trunkal, dismetria, dan nyeri kepala 1

Ataksia Kronik/Progresif:

  • Ataksia spinoserebellar mewakili kelompok heterogen genetik 1
  • Atrofi serebellar progresif pada dewasa muda paling sering disebabkan oleh ataksia spinoserebellar herediter dan ataksia Friedreich 1

Evaluasi Klinis Spesifik

Temuan pemeriksaan fisik yang membedakan ataksia serebellar 2:

  • Gait berbasis lebar, dismetria, disdiadokokinesia, instabilitas trunkal 2
  • Ketidakstabilan TIDAK memburuk signifikan dengan penutupan mata - ini membedakan dari ataksia sensorik 2
  • Disartria dengan pola bicara scanning atau ataksik 2
  • Nistagmus dan dismetria okular 2

Protokol Pencitraan untuk Insufisiensi Vertebrobasilar

Rekomendasi Pencitraan Noninvasif (Kelas I)

Untuk pasien dengan gejala iskemia serebral posterior atau serebellar, MRA atau CTA direkomendasikan daripada ultrasonografi untuk evaluasi arteri vertebralis 3. Pencitraan noninvasif dengan CTA atau MRA harus menjadi bagian dari evaluasi awal untuk deteksi penyakit arteri vertebralis 3, 4.

Indikasi Pencitraan Lanjutan

  • Pada pasien dengan gejala iskemia posterior yang menjadi kandidat revaskularisasi, angiografi berbasis kateter berguna untuk mendefinisikan patoanatomi arteri vertebralis ketika pencitraan noninvasif gagal menentukan lokasi atau keparahan stenosis 3
  • Karena MRA maupun CTA tidak dapat menggambarkan asal arteri vertebralis secara reliabel, angiografi berbasis kateter biasanya diperlukan sebelum revaskularisasi 3

Protokol MRI untuk Ataksia Serebellar

MRI kepala tanpa kontras IV adalah modalitas pencitraan awal yang diutamakan untuk mengevaluasi ataksia serebellar 1, 2. MRI dapat mendeteksi perubahan morfologik dan alterasi sinyal yang terutama melibatkan serebelum dan batang otak 2.

Pertimbangan tambahan:

  • Jika dicurigai penyebab inflamasi atau neoplastik, MRI dengan kontras harus disertakan 2
  • MRI spine servikal dan torakal tanpa kontras harus diperoleh untuk mengevaluasi atrofi medula spinalis, terutama jika ada spastisitas motorik atau ataksia sensorik 1

Penatalaksanaan Medis Insufisiensi Vertebrobasilar

Terapi Antiplatelet (Rekomendasi Utama)

Penatalaksanaan medis harus mengikuti pedoman yang ditetapkan untuk penyakit arteri karotis, dengan terapi antiplatelet sebagai lini pertama 3, 4:

  • Aspirin plus dipyridamole menunjukkan manfaat dalam mengurangi stroke berulang di teritorial vertebrobasilar (5.7% vs 10.8% dibanding plasebo) 4
  • Untuk pasien dengan aterosklerosis arteri vertebralis ekstrakranial yang kontraindikasi aspirin (selain perdarahan aktif, termasuk alergi), clopidogrel (75 mg harian) atau ticlopidine (250 mg dua kali sehari) merupakan alternatif yang masuk akal 3

Modifikasi Faktor Risiko Aterosklerotik

Penatalaksanaan optimal harus mencakup langkah-langkah yang diarahkan pada pengurangan risiko aterosklerotik sistemik dan pencegahan komplikasi iskemik di vaskular bed lain 3, 4. Ini sangat penting mengingat riwayat merokok pasien.

Monitoring Serial

Pencitraan noninvasif serial arteri vertebralis ekstrakranial masuk akal pada interval yang mirip dengan revaskularisasi karotis untuk menilai progresivitas penyakit aterosklerotik dan menyingkirkan perkembangan lesi baru 3, 4.

Penatalaksanaan Simptomatik Ataksia

Terapi Rehabilitasi (Pendekatan Utama)

Penatalaksanaan ataksia serebellar tetap terutama merupakan tantangan neurorehabilitas 5:

  • Program latihan keseimbangan dapat meningkatkan stabilitas 2
  • Latihan postural dapat meningkatkan kontrol trunkal 2
  • Latihan ekstremitas atas berorientasi tugas dapat meningkatkan reaching dan kontrol motorik halus 2
  • Peresepan alat bantu dan ortosis yang sesuai dapat meningkatkan keseimbangan dan mobilitas 2

Terapi Farmakologis Simptomatik

Keuntungan tambahan moderat terlihat dengan penggunaan medikasi 5:

  • Untuk ketidakseimbangan, inkoordinasi, atau disartria: amantadine, buspirone, acetazolamide 5
  • Untuk tremor serebellar: clonazepam, propranolol 5
  • Untuk nistagmus serebellar atau vestibular sentral: gabapentin, baclofen, clonazepam 5

Peringatan Klinis Penting

Penyebab yang Harus Disingkirkan Segera

Jangan berasumsi semua ataksia progresif adalah penyakit herediter jinak - selalu singkirkan tumor, kondisi inflamasi, dan sindrom paraneoplastik terlebih dahulu, karena ini dapat diobati dan mempengaruhi mortalitas 1.

Pada atrofi serebellar progresif, tumor serebellar dan glioma batang otak secara kolektif merupakan penyebab umum ataksia kronik progresif dan harus disingkirkan lebih awal karena berdampak langsung pada mortalitas 1.

Komplikasi Sekunder yang Mengancam Jiwa

Komplikasi sekunder ataksia progresif dapat mencakup 5:

  • Dekondisi atau imobilitas
  • Penurunan atau peningkatan berat badan
  • Kerusakan kulit
  • Infeksi pulmonal dan saluran kemih berulang
  • Aspirasi
  • Gagal napas tersembunyi
  • Sleep apnea obstruktif

Pertimbangan Khusus untuk Vertebrobasilar

Gejala yang terkait dengan penyakit arteri vertebralis mencakup pusing, vertigo, diplopia, mati rasa perioral, penglihatan kabur, tinitus, ataksia, defisit sensorik bilateral, dan sinkop - semua ini dapat disebabkan oleh entitas penyakit lain termasuk aritmia jantung, hipotensi ortostatik, dan gangguan vestibular 3, 4. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk membedakan etiologi.

Risiko Stroke

Stenosis arteri vertebralis dan basilaris intrakranial simptomatik memiliki angka stroke tahunan masing-masing 8% dan 11% 4. Aterosklerosis arteri vertebralis mungkin menjadi dasar kausatif untuk sekitar 20% stroke sirkulasi posterior 4.

Intervensi Suportif Esensial

Intervensi suportif harus selalu ditawarkan 5:

  • Edukasi tentang penyakit itu sendiri
  • Konseling genetik (jika relevan)
  • Konseling individual dan keluarga
  • Rujukan ke kelompok dukungan dan advokasi
  • Panduan ke sumber daya online
  • Skrining dan penatalaksanaan depresi pada pasien dan anggota keluarga

Misinformasi, ketakutan, depresi, keputusasaan, isolasi, dan stres finansial serta interpersonal sering dapat menyebabkan lebih banyak kerugian pada pasien dan caregiver daripada ataksia itu sendiri 5.

References

Guideline

Cerebellar Ataxia Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Cerebellar Ataxia Diagnosis and Examination Findings

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Vertebrobasilar Insufficiency

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Cerebellar Ataxia.

Current treatment options in neurology, 2000

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.