Kapan Dicurigai Tumor pada Ataksia Serebelar
Tumor harus dicurigai pada pasien dengan ataksia serebelar yang bersifat kronik progresif (gejala >2 bulan dengan perburukan bertahap), terutama jika disertai riwayat merokok yang meningkatkan risiko keganasan paru dan sindrom paraneoplastik.
Pola Temporal yang Mengarah ke Tumor
Ataksia Kronik Progresif
- Tumor otak (tumor serebelar, glioma batang otak) merupakan penyebab umum ataksia kronik progresif pada anak dan dewasa, dengan gejala biasanya berlangsung >2 bulan meskipun kadang hanya beberapa minggu 1
- Perburukan gejala yang bertahap dan progresif membedakan tumor dari penyebab infeksi atau toksik yang biasanya akut 1
Ataksia Akut dengan Tumor
- Pada anak yang datang ke unit gawat darurat dengan ataksia akut, tumor otak menyumbang 11,2% dari kasus, menjadikannya penyebab kedua tersering setelah gangguan infeksi/postinfeksi 1
- Meskipun jarang, tumor dapat bermanifestasi akut jika terjadi perdarahan intratumoral atau hidrosefalus obstruktif mendadak 1
Tanda Klinis yang Meningkatkan Kecurigaan Tumor
Gejala Peningkatan Tekanan Intrakranial
- Nyeri kepala dengan ataksia trunkal dan dismetria mengarah ke proses massa posterior fossa seperti tumor atau serebelitis akut 2
- Penurunan kesadaran atau defisit neurologis tambahan pada kasus berat dapat mengindikasikan peningkatan tekanan intrakranial atau herniasi 2
Tanda Pemeriksaan Fisik Spesifik
- Tortikolis atau resistensi terhadap gerakan kepala/leher dapat mengindikasikan tumor fossa posterior, kompresi medula spinalis, atau patologi kraniocervical junction 1, 2
- Abnormalitas pupil dapat menunjukkan kompresi nervus kranialis ketiga oleh massa 1, 2
Sindrom Paraneoplastik pada Pasien dengan Riwayat Merokok
Degenerasi Serebelar Paraneoplastik (PCD)
- Pada pasien dewasa dengan riwayat merokok, ataksia serebelar subakut progresif harus menimbulkan kecurigaan tinggi terhadap small cell lung cancer (SCLC) dengan sindrom paraneoplastik 3
- PCD terkait antibodi terhadap antigen intraseluler (terutama anti-Hu) dan umumnya terkait dengan SCLC, kanker payudara, ovarium, dan testis 3
- MRI awal dapat normal pada PCD, sehingga diagnosis memerlukan kombinasi pemeriksaan antibodi paraneoplastik dan pencarian tumor primer 3
Karakteristik Klinis PCD
- Ataksia progresif dengan hiporefleksia dan atrofi serebelar progresif pada pencitraan 4
- Prognosis umumnya buruk dengan respons minimal terhadap imunoterapi 3
- Antibodi anti-Hu positif pada Western blot dan imunofluoresensi indirek 4
Algoritma Pencitraan untuk Deteksi Tumor
Modalitas Pilihan Pertama
- MRI kepala tanpa dan dengan kontras IV adalah modalitas pilihan untuk evaluasi awal massa, proses yang menyebabkan edema dan enhancement, serta gangguan neurodegeneratif 1
- MRI menawarkan visualisasi fossa posterior yang jauh lebih baik dibanding CT, terutama untuk temuan serebelar yang subtle (atrofi parenkim ringan, distorsi arsitektur, atau perubahan parenkim ringan) 1
Teknik MRI Lanjutan
- Diffusion weighted imaging membantu menilai tumor yang sangat seluler 1
- MR spectroscopy berguna untuk menilai tumor dan membedakan tipe tumor fossa posterior 1
MRI Spine
- MRI spine lengkap dapat diperlukan pada anak dengan ataksia kronik progresif karena tumor SSP untuk mengidentifikasi penyakit metastatik spinal 1
- Pencitraan post-kontras diperlukan dalam konteks tumor SSP 1
Pencarian Tumor Primer pada Sindrom Paraneoplastik
Investigasi Sistemik
- CT toraks, abdomen, dan pelvis untuk mencari tumor primer (terutama SCLC pada perokok) 1
- PET-CT dengan F18-FDG dapat mengidentifikasi lesi metastatik yang tidak terlihat pada pencitraan konvensional 5
- Pada sindrom opsoclonus-myoclonus-ataxia pada anak, MIBG I-123 dan CT toraks-abdomen-pelvis digunakan untuk mencari neuroblastoma atau ganglioneuroblastoma 1
Pemeriksaan Laboratorium
- Skrining antibodi paraneoplastik (anti-Hu, anti-Yo, anti-Ri, anti-GAD) pada pasien dengan ataksia subakut progresif dan riwayat merokok 3, 4
- Marker onkologi serum 4
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengabaikan ataksia progresif dengan MRI otak awal yang normal—PCD dan tumor ekstraneural dapat memiliki MRI otak normal pada fase awal 3, 4
- Jangan melewatkan pencarian tumor sistemik pada pasien dengan antibodi paraneoplastik positif, bahkan jika tumor tidak terdeteksi pada pencitraan awal—tumor dapat sangat kecil atau "burned out" 5
- Jangan menunda pencitraan pada anak dengan ataksia dan tanda peningkatan tekanan intrakranial—tumor fossa posterior dapat menyebabkan hidrosefalus obstruktif yang mengancam jiwa 1
- Pada pasien dengan riwayat merokok dan ataksia, jangan hanya fokus pada otak—lakukan evaluasi toraks untuk SCLC 3, 5
Prognosis dan Implikasi Terapeutik
- Deteksi dini tumor primer dan pengobatan dapat menstabilkan atau memperbaiki gejala neurologis pada beberapa kasus 5
- Pada PCD, prognosis neurologis umumnya buruk meskipun dengan pengobatan tumor yang berhasil 3
- Reseksi tumor jinak (seperti ganglioneuroma) dapat menurunkan titer antibodi dan menstabilkan gejala 4