What is Ecthyma and how is it treated?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ektima (Ecthyma)

Ektima adalah infeksi kulit bakterial yang dalam, merupakan bentuk ulseratif dari impetigo yang meluas melalui epidermis ke dalam dermis, menyebabkan ulkus dengan krusta tebal dan meninggalkan jaringan parut saat sembuh. 1

Presentasi Klinis

  • Lesi dimulai sebagai papul yang dengan cepat berkembang menjadi vesikel yang dikelilingi eritema, kemudian menjadi pustul yang membesar dan pecah dalam 4-6 hari membentuk krusta tebal 1
  • Lesi tampak sebagai ulkus sirkular eritematosa dengan krusta yang melekat dan edema eritematosa di sekitarnya 1, 2
  • Kedalaman keterlibatan lebih dalam daripada impetigo superfisial, menciptakan lesi ulseratif yang meluas ke dermis 1
  • Lesi biasanya terjadi pada area tubuh yang terpapar, paling sering pada wajah dan ekstremitas 1
  • Lesi sembuh perlahan dan meninggalkan area depigmentasi serta jaringan parut 1
  • Limfadenitis regional dapat terjadi, meskipun gejala sistemik biasanya tidak ada 1

Etiologi

  • Disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan/atau streptokokus 2, 3
  • Kolonisasi dengan strain streptokokus mendahului lesi impetiginosa rata-rata 10 hari; inokulasi terjadi melalui abrasi, trauma minor, atau gigitan serangga 1

Diagnosis

  • Kultur dari cairan vesikel, pus, erosi, atau ulkus harus dilakukan untuk menetapkan organisme penyebab 1, 2
  • Pewarnaan Gram dan kultur dari pus atau material lesi dapat memandu terapi yang ditargetkan 1, 2

Tatalaksana Antibiotik

Untuk MSSA (Methicillin-Susceptible S. aureus) yang Diduga:

  • Gunakan dicloxacillin atau cephalexin selama 7 hari 1, 2

Untuk Area dengan Prevalensi MRSA Tinggi:

  • Mulai terapi empiris untuk MRSA dengan doxycycline, clindamycin, atau sulfamethoxazole-trimethoprim (SMX-TMP) sampai hasil kultur tersedia 1, 2

Untuk Streptokokus Saja:

  • Penisilin adalah obat pilihan, atau makrolida atau clindamycin untuk pasien yang alergi penisilin 2

Durasi Terapi

  • Durasi standar terapi antibiotik oral adalah 7 hari, tetapi dapat berkisar 7-14 hari tergantung respons klinis 1, 2

Pertimbangan Khusus

  • Antimikroba sistemik harus digunakan selama wabah glomerulonefritis poststreptokokus untuk membantu menghilangkan strain nefritogenik S. pyogenes 2, 3
  • Di area dengan prevalensi MRSA tinggi, terapi empiris harus mencakup MRSA sampai hasil kultur tersedia 2

Peringatan Penting

Catatan: Ektima berbeda dari ecthyma gangrenosum, yang merupakan kondisi terpisah yang lebih serius yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa, biasanya terjadi pada pasien immunocompromised dengan sepsis, dan ditandai dengan lesi nekrotik dengan eschar hitam sentral 4, 5, 6. Ecthyma gangrenosum memerlukan antibiotik antipseudomonal dan evaluasi untuk imunodefisiensi yang mendasari.

References

Guideline

Ecthyma Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ecthyma Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Impetigo Diagnosis and Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

ECTHYMA GANGRENOSUM: CASE REPORT OF 5-MONTH-OLD FEMALE.

Journal of Ayub Medical College, Abbottabad : JAMC, 2024

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.