Which is safer for an elderly patient with type 2 diabetes, Clopidogrel or Aspilet (aspirin and dipyridamole)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Keamanan Antiplatelet untuk Pasien Lanjut Usia dengan Diabetes Tipe 2

Untuk pasien lanjut usia dengan diabetes tipe 2, clopidogrel (CPG) lebih aman daripada Aspilet (kombinasi aspirin-dipyridamole) karena memiliki profil efek samping yang lebih baik, terutama terkait risiko perdarahan dan tolerabilitas, dengan efikasi yang setara.

Rekomendasi Berdasarkan Pedoman

Clopidogrel sebagai Alternatif Utama

  • Clopidogrel direkomendasikan sebagai terapi antiplatelet alternatif yang aman untuk pasien diabetes dengan risiko kardiovaskular tinggi, terutama pada mereka yang tidak dapat mentoleransi aspirin 1.

  • American Diabetes Association menyatakan bahwa clopidogrel telah terbukti mengurangi kejadian kardiovaskular pada individu diabetes dan dapat digunakan sebagai terapi adjuvan pada pasien berisiko sangat tinggi atau sebagai terapi alternatif 1.

  • Pada pasien dengan alergi aspirin, kecenderungan perdarahan, terapi antikoagulan bersamaan, perdarahan gastrointestinal baru-baru ini, atau penyakit hati aktif secara klinis, agen antiplatelet lain seperti clopidogrel merupakan alternatif yang masuk akal 1.

Profil Keamanan Clopidogrel

  • Keamanan clopidogrel secara keseluruhan sebanding dengan aspirin dengan hanya perbedaan minor 1.

  • Diare dan ruam lebih sering terjadi dengan clopidogrel dibandingkan aspirin, tetapi selain diare, gejala gastrointestinal dan perdarahan lebih jarang 1.

  • Neutropenia tidak terjadi lebih sering pada pasien yang mendapat clopidogrel dibandingkan dengan aspirin atau plasebo dalam uji klinis yang dipublikasikan 1.

  • Dalam studi CAPRIE yang melibatkan lebih dari 19.000 pasien, clopidogrel 75 mg/hari menunjukkan tingkat kejadian stroke iskemik, infark miokard, atau kematian vaskular tahunan sebesar 5,32% dibandingkan 5,83% pada aspirin 325 mg/hari 1.

Masalah dengan Kombinasi Aspirin-Dipyridamole (Aspilet)

Tolerabilitas yang Lebih Rendah

  • Kombinasi aspirin-dipyridamole kurang dapat ditoleransi oleh pasien, terutama karena efek samping sakit kepala yang signifikan 1.

  • Dalam studi PRoFESS yang membandingkan clopidogrel dengan aspirin/dipyridamole pada 20.332 pasien dengan stroke iskemik, frekuensi kejadian perdarahan mayor lebih tinggi dengan aspirin/dipyridamole (4,1% vs 3,6%) 1.

  • European Society of Cardiology mencatat bahwa dalam kasus intoleransi terhadap dipyridamole (terutama sakit kepala), aspirin saja atau clopidogrel direkomendasikan 1.

Efikasi yang Setara

  • Studi PRoFESS menunjukkan bahwa tingkat stroke berulang serupa antara aspirin/dipyridamole (9,0%) dan clopidogrel (8%), dengan HR 1,01 (95% CI 0,92-1,11) 1.

  • Kedua regimen memiliki tingkat stroke, infark miokard, dan kematian vaskular yang identik (13,1% pada kedua kelompok) 1.

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Lanjut Usia dengan Diabetes

Resistensi Aspirin pada Diabetes

  • Pasien diabetes menunjukkan respons biologis yang lebih buruk terhadap aspirin, menimbulkan isu "resistensi aspirin" 1.

  • Sebuah uji coba acak dengan aspirin 100 mg harian menunjukkan efek pencegahan primer yang lebih rendah tanpa signifikansi statistik pada subkelompok diabetes yang besar, berbeda dengan manfaat signifikan pada mereka tanpa diabetes 1.

  • Pasien diabetes ditandai dengan reaktivitas platelet yang meningkat, yang membuat mereka lebih rentan terhadap kejadian aterotrombotik 2.

Keunggulan Clopidogrel pada Diabetes

  • Dalam studi CAPRIE, clopidogrel menunjukkan manfaat yang lebih besar pada pasien diabetes dengan penyakit arteri perifer dibandingkan aspirin 3.

  • Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa monoterapi clopidogrel tidak inferior maupun superior terhadap monoterapi aspirin untuk pencegahan sekunder serangan serebrovaskular berulang pada pasien dengan diabetes tipe 2 4.

  • Tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat stroke berulang (RR: 0,79,95% CI: 0,61-1,02), stroke fatal (RR: 0,88), perdarahan serebral (RR: 0,65), infark miokard (RR: 0,88), atau mortalitas (RR: 1,07) antara aspirin dan clopidogrel pada pasien diabetes 4.

Algoritma Pemilihan untuk Pasien Lanjut Usia dengan Diabetes

  1. Pilihan pertama: Clopidogrel 75 mg sekali sehari 1, 5

    • Profil keamanan lebih baik untuk penggunaan jangka panjang
    • Lebih sedikit efek samping gastrointestinal
    • Tidak ada masalah tolerabilitas seperti sakit kepala
  2. Hindari kombinasi aspirin-dipyridamole jika:

    • Pasien memiliki riwayat sakit kepala atau migrain 1
    • Pasien lanjut usia dengan risiko perdarahan tinggi 1
    • Pasien memiliki masalah kepatuhan karena kompleksitas regimen (dua kali sehari) 1
  3. Pertimbangkan aspirin dosis rendah (75-162 mg) hanya jika:

    • Clopidogrel tidak tersedia atau kontraindikasi 1
    • Biaya menjadi faktor pembatas utama
    • Pasien sudah menggunakan aspirin dengan toleransi baik tanpa kejadian perdarahan 1

Peringatan Penting

  • Jangan pernah menghentikan terapi antiplatelet tanpa konsultasi kardiologi pada pasien diabetes dengan penyakit jantung iskemik—risiko trombotik sangat besar 6.

  • Pertimbangkan terapi proton pump inhibitor bersamaan pada pasien dengan risiko tinggi perdarahan gastrointestinal 5.

  • Hindari penggunaan proton pump inhibitor yang dimetabolisme di situs sitokrom P-450 CYP2C19 (seperti esomeprazole) karena dapat mengurangi efektivitas clopidogrel; lebih baik gunakan H2 blocker 1.

  • Varian genetik fungsional dalam gen CYP dapat mempengaruhi efektivitas inhibisi platelet pada pasien yang menggunakan clopidogrel 1.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Aspirin and clopidogrel: efficacy and resistance in diabetes mellitus.

Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism, 2009

Guideline

Management of Aspirin Resistance in Cardiovascular Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Microscopic Hematuria in Patients with Diabetes and Ischemic Heart Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Related Questions

What is the safety of using Aspilet (aspirin and dipyridamole) and clopidogrel in an elderly patient with type 2 diabetes mellitus (DM T2)?
Can a patient take Aggrenox (Aspirin and Dipyridamole) and Eliquis (Apixaban) together?
What is the recommended approach for antiplatelet therapy in minors?
What are the criteria for prescribing clopidogrel (antiplatelet agent) to a patient with diabetes (diabetes mellitus)?
What is the management approach for a large hematoma (blood clot) in a 70-year-old male with a past medical history (pmhx) of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) and currently taking aspirin (acetylsalicylic acid)?
How many carbohydrates does a patient receive in 24 hours with D5 (5% dextrose solution) at 125 mL/hour?
What is the differential diagnosis for a systolic murmur in a patient?
Does a patient with urosepsis require further testing or can they be treated with antibiotics alone?
Is it medical malpractice if a patient with 5 days of abdominal pain, nausea, poor oral intake, acid reflux, dizziness, and fatigue, and lab results showing metabolic acidosis (pH 7.24, low bicarbonate, elevated anion gap (AG), and elevated C-reactive protein (CRP)), was diagnosed with early acute appendicitis and underwent surgery despite worsening metabolic acidosis, and was discharged without treatment for the acidosis, only to be readmitted with severe metabolic acidosis?
What are the causes of hypomagnesaemia (low serum magnesium levels) in patients with gastrointestinal disorders, renal disease, or those taking medications such as proton pump inhibitors (PPIs) or diuretics?
What is the treatment approach for a 1-month-old patient with Respiratory Syncytial Virus (RSV) infection?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.