Dosis Mesna untuk Siklospospamid 2200mg/m²
Untuk siklospospamid dosis tinggi 2200mg/m², berikan mesna dengan dosis total 2200mg/m² (100% dari dosis siklospospamid), dibagi dalam tiga dosis: 440mg/m² IV bolus pada saat pemberian siklospospamid (20%), diikuti 880mg/m² oral pada 2 jam (40%) dan 880mg/m² oral pada 6 jam (40%) setelah siklospospamid, disertai hidrasi agresif dengan salin. 1
Protokol Pemberian Mesna
Dosis 2200mg/m² adalah dosis siklospospamid yang sangat tinggi, biasanya digunakan dalam konteks transplantasi sel punca, sehingga memerlukan perlindungan urotelial yang maksimal. 1
Jadwal Pemberian:
- Dosis pertama: 440mg/m² IV bolus bersamaan dengan pemberian siklospospamid (20% dari dosis siklospospamid) 1
- Dosis kedua: 880mg/m² oral 2 jam setelah siklospospamid (40% dari dosis siklospospamid) 1
- Dosis ketiga: 880mg/m² oral 6 jam setelah siklospospamid (40% dari dosis siklospospamid) 1
- Total dosis harian: 2200mg/m² (100% dari dosis siklospospamid) 1
Hidrasi Agresif (Wajib)
Mesna saja tidak cukup untuk mencegah sistitis hemoragik—hidrasi agresif juga mutlak diperlukan. 1
- Cairan oral: Pasien harus minum 2-3 liter cairan dalam 24 jam untuk mengencerkan metabolit dalam urin 1
- Cairan IV: Berikan cairan salin intravena sebelum dan sesudah kemoterapi dengan diuresis paksa 1, 2
- Frekuensi berkemih: Instruksikan pasien untuk berkemih sesering mungkin selama pengobatan 1
- Berkemih pagi hari: Pasien harus mengosongkan kandung kemih segera setelah bangun tidur (urin yang tertahan semalaman meningkatkan paparan mukosa kandung kemih terhadap acrolein) 1
Peringatan Penting dan Cara Menghindari Kesalahan
Jika Pasien Muntah:
- Jika pasien muntah dalam 2 jam setelah minum mesna oral, ulangi dosis oral atau ganti ke mesna IV 1, 3
- Ini sangat penting karena muntah dapat mengurangi perlindungan urotelial secara signifikan
Monitoring Ketat:
- Observasi minimal 12 jam pertama untuk memantau sistitis hemoragik, mual, muntah, dan ketidakseimbangan elektrolit 1
- Pantau produksi dan tampilan urin untuk tanda-tanda hematuria 1
- Peringatkan pasien untuk melaporkan jika urin berubah menjadi merah muda atau merah 1
- Evaluasi fungsi ginjal secara teratur, terutama pada pasien dengan insufisiensi ginjal yang sudah ada sebelumnya 1
Profilaksis Tambahan
- Profilaksis Pneumocystis jirovecii: Berikan trimethoprim/sulfamethoxazole (800/160 mg selang sehari atau 400/80 mg setiap hari) pada semua pasien yang diobati dengan siklospospamid 4, 1, 2
Konteks Klinis Dosis Tinggi
Pada dosis 2200mg/m², insiden hematuria grade 3-4 dengan mesna yang adekuat adalah <5%, tetapi tanpa perlindungan yang memadai, angkanya bisa jauh lebih tinggi. 1 Penelitian menunjukkan bahwa dosis kumulatif siklospospamid adalah satu-satunya faktor risiko untuk sistitis hemoragik (HR untuk peningkatan 10-g adalah 1.24, p < 0.001). 5
Meskipun ada satu studi retrospektif yang tidak menemukan perbedaan signifikan dalam insiden sistitis hemoragik antara pasien yang menerima mesna versus tidak (1.5% vs 1.8%, p = 0.08) 5, pedoman dari American College of Physicians dan American Society of Clinical Oncology tetap merekomendasikan mesna untuk dosis tinggi siklospospamid karena bukti dari uji klinis terkontrol menunjukkan efektivitasnya. 1, 2