What are the classifications of pulmonary hypertension based on flow and resistance, especially in a patient with a history of congenital heart disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Klasifikasi Hipertensi Pulmonal Berdasarkan Flow dan Resistance

Klasifikasi Hemodinamik Utama

Hipertensi pulmonal diklasifikasikan secara hemodinamik menjadi dua kategori utama berdasarkan tekanan baji arteri pulmonal (PAWP): pre-kapiler dan post-kapiler, dengan resistance vaskular pulmonal (PVR) sebagai parameter kunci pembeda. 1

Pre-Kapiler Pulmonary Hypertension

Pre-kapiler PH ditandai oleh karakteristik hemodinamik berikut 1, 2:

  • Mean PAP ≥25 mmHg saat istirahat
  • PAWP ≤15 mmHg
  • PVR >3 Wood Units (menunjukkan peningkatan resistance)

Kategori ini mencakup 1:

  • Grup 1: Hipertensi Arteri Pulmonal (PAH) - peningkatan resistance tanpa peningkatan flow patologis
  • Grup 3: PH akibat penyakit paru dan/atau hipoksemia
  • Grup 4: Chronic thromboembolic PH (CTEPH)
  • Grup 5: PH dengan mekanisme tidak jelas/multifaktorial

Post-Kapiler Pulmonary Hypertension

Post-kapiler PH ditandai oleh 1, 2:

  • Mean PAP ≥25 mmHg saat istirahat
  • PAWP >15 mmHg (menunjukkan peningkatan tekanan balik dari jantung kiri)

Post-kapiler PH dibagi lebih lanjut menjadi 1:

1. Isolated Post-Capillary PH (Ipc-PH):

  • DPG (diastolic pressure gradient) <7 mmHg dan/atau
  • PVR ≤3 Wood Units
  • Menunjukkan peningkatan tekanan pasif tanpa komponen resistance yang signifikan

2. Combined Post-Capillary and Pre-Capillary PH (Cpc-PH):

  • DPG ≥7 mmHg dan/atau
  • PVR >3 Wood Units
  • Menunjukkan kombinasi peningkatan tekanan balik DAN peningkatan resistance vaskular

Kategori ini terutama mencakup Grup 2: PH akibat penyakit jantung kiri 1

Klasifikasi Khusus pada Penyakit Jantung Kongenital

Pada pasien dengan riwayat penyakit jantung kongenital, klasifikasi PAH berdasarkan flow dan resistance sangat penting 1:

1. Sindrom Eisenmenger

  • Karakteristik: Defek besar intra/ekstra-kardiak dengan shunt sistemik-ke-pulmonal yang berkembang menjadi elevasi PVR yang berat 1
  • Hemodinamik: Reversal shunt (pulmonal-ke-sistemik) atau bidirectional akibat PVR melebihi resistance sistemik 1
  • Manifestasi: Sianosis, eritrositosis sekunder, keterlibatan multi-organ 1

2. PAH dengan Shunt Sistemik-ke-Pulmonal Predominan

  • Karakteristik: Defek moderat hingga besar dengan PVR ringan hingga sedang meningkat 1
  • Hemodinamik: Shunt sistemik-ke-pulmonal masih predominan, sianosis saat istirahat tidak ada 1
  • Subklasifikasi: Correctable vs non-correctable 1
  • Flow: Peningkatan flow pulmonal masih terjadi meskipun resistance mulai meningkat 3, 4

3. PAH dengan Defek Kecil/Coincidental

  • Karakteristik: Elevasi PVR yang marked dengan defek kecil (VSD <1 cm, ASD <2 cm pada dewasa) 1
  • Hemodinamik: Defek tidak cukup besar untuk menjelaskan peningkatan PVR 1
  • Gambaran klinis: Mirip dengan idiopathic PAH 1
  • Kontraindikasi: Penutupan defek dikontraindikasikan 1

4. PAH Pasca Koreksi Defek

  • Karakteristik: PAH persisten atau rekuren setelah perbaikan defek kongenital 1
  • Timing: Dapat terjadi segera pasca koreksi atau bulan/tahun kemudian 1
  • Hemodinamik: Tidak ada lesi hemodinamik postoperatif yang signifikan 1

Pertimbangan Penting dalam Evaluasi

Parameter Hemodinamik Kunci

Untuk menentukan klasifikasi yang tepat, evaluasi harus mencakup 1, 5:

  • Mean PAP: Threshold diagnostik ≥25 mmHg
  • PAWP: Membedakan pre-kapiler (≤15 mmHg) vs post-kapiler (>15 mmHg)
  • PVR: Threshold >3 Wood Units untuk PAH
  • Cardiac output: Untuk kalkulasi PVR yang akurat
  • Rasio flow pulmonal/sistemik (Qp:Qs): Pada kasus dengan shunt 1

Pitfall yang Harus Dihindari

Jangan mengandalkan diameter defek saja pada pasien dewasa dengan penyakit jantung kongenital - pertimbangkan juga gradient tekanan, ukuran shunt, arah shunt, dan rasio Qp:Qs 1

Multi-point pressure/flow measurements lebih baik daripada single-point determination untuk karakterisasi PVR yang lebih akurat, terutama untuk identifikasi penyakit dini dan penilaian respons terapi 5

Occlusion analysis dari kurva decay tekanan arteri pulmonal dapat membantu melokalisasi lokasi peningkatan resistance (proksimal vs distal vasculopathy), terutama pada CTEPH 5

Implikasi Prognostik

Klasifikasi berdasarkan flow dan resistance memiliki implikasi prognostik yang signifikan 3, 4:

  • PAH-CHD dengan elevated PVR secara marked meningkatkan morbiditas dan mortalitas 3
  • Timing perbaikan bedah krusial untuk mencegah dan meminimalkan risiko PAH postoperatif 6
  • Pasien dengan PVR normal atau near-normal dengan shunt sistemik-ke-pulmonal dapat benefit dari penutupan defek terlambat 3
  • Pasien dengan PAH dan defek coincidental atau pasca perbaikan CHD harus dikelola seperti idiopathic PAH 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Definition and Diagnosis of Pulmonary Hypertension

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pulmonary arterial hypertension in adult congenital heart disease.

Heart (British Cardiac Society), 2018

Research

Modern Invasive Hemodynamic Assessment of Pulmonary Hypertension.

Respiration; international review of thoracic diseases, 2018

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.