Can Cyclophosphamide (CY) cause bruising?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Ya, cyclophosphamide dapat menyebabkan lebam (bruising) karena dapat menurunkan produksi sel darah di sumsum tulang, termasuk trombosit yang penting untuk pembekuan darah. Cyclophosphamide adalah obat kemoterapi yang bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh dan dapat menurunkan produksi sel darah di sumsum tulang, termasuk trombosit yang penting untuk pembekuan darah 1. Ketika jumlah trombosit menurun (trombositopenia), pasien menjadi lebih rentan terhadap lebam dan perdarahan bahkan dengan trauma minor. Efek sampingan ini bergantung pada dosis dan lebih umum dengan dosis yang lebih tinggi atau perawatan yang lebih lama. Pasien yang mengambil cyclophosphamide harus memantau lebam yang tidak biasa, perdarahan gusi, hidung berdarah, atau darah di urine atau feses, karena gejala-gejala ini dapat menunjukkan jumlah trombosit yang rendah. Pemeriksaan darah rutin diperlukan selama perawatan cyclophosphamide untuk memantau jumlah sel darah. Jika lebam parah terjadi, penyesuaian dosis atau penghentian sementara obat mungkin diperlukan. Pasien harus segera menginformasikan penyedia layanan kesehatan jika mereka mengalami lebam yang meningkat saat mengonsumsi obat ini.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cyclophosphamide dapat menyebabkan efek sampingan lainnya, seperti supresi sumsum tulang, infeksi, dan kerusakan ginjal 1. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisi pasien secara teratur dan menyesuaikan dosis atau menghentikan obat jika efek sampingan yang parah terjadi.

Dalam penggunaan cyclophosphamide, penting untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko obat ini. Obat ini dapat efektif dalam mengobati berbagai kondisi, tetapi juga dapat menyebabkan efek sampingan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisi pasien secara teratur dan menyesuaikan dosis atau menghentikan obat jika efek sampingan yang parah terjadi.

From the Research

Efek Sampingan Cyclophosphamide

  • Cyclophosphamide dapat menyebabkan beberapa efek sampingan, termasuk trombositopenia, yang merupakan kondisi di mana tubuh memiliki jumlah trombosit yang rendah 2, 3.
  • Trombositopenia dapat menyebabkan lebam dan perdarahan yang tidak normal 2, 3.
  • Cyclophosphamide juga dapat menyebabkan immunosupresi, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit lainnya 4, 5.
  • Efek sampingan lainnya dari cyclophosphamide termasuk kerusakan pada kandung kemih, rambut rontok, dan cardiotoxicity 6.

Penggunaan Cyclophosphamide dalam Pengobatan

  • Cyclophosphamide digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi, termasuk kanker, penyakit autoimun, dan thrombocytopenia 2, 3, 4, 5.
  • Dalam pengobatan thrombocytopenia, cyclophosphamide dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah trombosit dan mengurangi gejala lebam dan perdarahan 2, 3.
  • Namun, penggunaan cyclophosphamide harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi oleh dokter, karena efek sampingannya dapat serius 6.

Kesimpulan tentang Efek Cyclophosphamide terhadap Lebam

  • Berdasarkan bukti yang ada, cyclophosphamide dapat menyebabkan lebam sebagai efek sampingan, terutama jika digunakan dalam dosis yang tinggi atau dalam jangka waktu yang lama 2, 3, 6.
  • Oleh karena itu, penting untuk memantau efek sampingan cyclophosphamide dan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko lebam dan efek sampingan lainnya 6.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.