Apakah Meropenem Lebih Baik Dibanding Ceftazidim + Levofloxacin?
Untuk pasien pneumonia berusia 80 tahun dengan komorbiditas, meropenem dan kombinasi ceftazidim + levofloxacin memiliki efikasi yang setara, namun pilihan harus didasarkan pada faktor risiko organisme resisten multi-obat (MDRO) dan tingkat keparahan penyakit.
Pendekatan Algoritmik Berdasarkan Tingkat Keparahan
Pneumonia Komunitas (CAP) Derajat Sedang (CURB-65 ≥2-3)
Untuk pasien rawat inap non-ICU dengan pneumonia derajat sedang:
- Kombinasi beta-laktam + makrolida adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan 1
- Fluorokuinolon seperti levofloxacin dapat digunakan sebagai alternatif, terutama pada pasien dengan intoleransi penisilin atau makrolida 1
- Meropenem TIDAK direkomendasikan sebagai terapi empiris awal untuk CAP derajat sedang karena spektrum yang terlalu luas dan risiko resistensi 1
Pneumonia Berat atau Faktor Risiko MDRO Tinggi
Ketika pasien memiliki faktor risiko MDRO (syok septik, ARDS, terapi penggantian ginjal akut, kolonisasi MDRO sebelumnya, penyakit paru struktural):
- Meropenem 1 g IV setiap 8 jam adalah pilihan yang tepat sebagai bagian dari terapi empiris 1
- Kombinasi ceftazidim + levofloxacin juga merupakan pilihan yang setara untuk cakupan Pseudomonas aeruginosa 1, 2
- Kedua regimen memberikan cakupan yang memadai terhadap patogen Gram-negatif resisten 1
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Usia 80 Tahun
Faktor yang Mendukung Meropenem:
- Pasien dengan hemodinamik tidak stabil atau syok septik 1
- Riwayat kolonisasi atau infeksi MDRO sebelumnya 1
- Pneumonia nosokomial atau terkait ventilator 1, 3
- Kegagalan terapi antibiotik sebelumnya 1
Faktor yang Mendukung Ceftazidim + Levofloxacin:
- Kombinasi ini terbukti sinergis terhadap Pseudomonas aeruginosa dalam model murine pneumonia 4
- Penetrasi levofloxacin ke epithelial lining fluid mencapai 64,3%, memberikan konsentrasi yang baik di lokasi infeksi 4
- Kombinasi ini efektif menekan resistensi bakteri 4
- Lebih cost-effective dibanding carbapenem untuk pneumonia komunitas 1
Bukti Efikasi Setara
Studi REPROVE menunjukkan bahwa:
- Ceftazidim-avibactam non-inferior terhadap meropenem untuk pneumonia nosokomial (termasuk VAP) dengan tingkat kesembuhan klinis 68,8% vs 73,0% 3
- 30% patogen adalah Pseudomonas aeruginosa, dan 28% tidak sensitif terhadap ceftazidim 3
- Profil keamanan kedua regimen sebanding 3
Rekomendasi Praktis Berdasarkan Skenario Klinis
Jika Pasien Stabil Hemodinamik + Tidak Ada Riwayat MDRO:
Gunakan kombinasi ceftazidim 2 g IV setiap 8 jam + levofloxacin 750 mg IV setiap hari 1, 2
Jika Pasien Tidak Stabil atau Syok Septik:
Gunakan meropenem 1 g IV setiap 8 jam + pertimbangkan menambahkan aminoglikosida atau levofloxacin untuk cakupan ganda anti-Pseudomonas 1, 5
Jika Pasien Memiliki CKD Stadium 4:
Sesuaikan dosis levofloxacin menjadi 750 mg loading dose, kemudian 500 mg setiap 48 jam 2
- Kombinasi dengan beta-laktam anti-Pseudomonas tetap diperlukan 2
Peringatan Penting
- Jangan menggunakan meropenem sebagai terapi empiris untuk CAP ringan-sedang karena akan meningkatkan resistensi carbapenem tanpa manfaat klinis tambahan 1
- Pada pasien usia lanjut, presentasi klinis sering atipikal (tanpa demam, dengan konfusi) sehingga penilaian keparahan harus lebih hati-hati 1, 6
- Durasi terapi 7-10 hari umumnya cukup dengan respons klinis yang baik 7, 2
- Evaluasi respons klinis harus dilakukan dalam 3 hari pertama 1
- Pertimbangkan pola resistensi lokal saat memilih antibiotik empiris 7