Dosis Ranitidin untuk Pasien Anak
Untuk pengobatan GERD atau penyakit ulkus peptikum pada anak usia 1 bulan hingga 16 tahun, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis, dengan dosis maksimum 300 mg/hari. 1, 2
Dosis Berdasarkan Indikasi Klinis
Pengobatan Ulkus Duodenum dan Gastrik Aktif
- Dosis oral yang direkomendasikan adalah 2-4 mg/kg dua kali sehari, dengan maksimum 300 mg/hari 2
- Rekomendasi ini berasal dari studi klinis pada dewasa dan data farmakokinetik pada pasien anak 2
Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus
- Dosis oral yang direkomendasikan adalah 2-4 mg/kg sekali sehari, dengan maksimum 150 mg/hari 2
GERD dan Esofagitis Erosif
- Dosis yang didukung literatur adalah 5-10 mg/kg/hari, biasanya diberikan dalam 2 dosis terbagi 1, 2
- Untuk esofagitis erosif pada dewasa digunakan 150 mg 4 kali sehari, yang dapat menjadi panduan untuk dosis anak yang lebih besar 2
Pertimbangan Dosis Berdasarkan Usia
Neonatus (Kurang dari 1 Bulan)
- Informasi farmakokinetik tidak cukup untuk membuat rekomendasi dosis pada neonatus 2
- Namun, penelitian menunjukkan bahwa neonatus prematur memerlukan dosis lebih kecil: 0,5 mg/kg dua kali sehari untuk menjaga pH lambung >4 3
- Neonatus cukup bulan memerlukan 1,5 mg/kg tiga kali sehari 3
Anak Usia 1 Bulan hingga 16 Tahun
- Rentang usia yang disetujui FDA untuk penggunaan ranitidin 1, 2
- Dosis standar 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis 1
Dosis untuk Indikasi Khusus
Anafilaksis (Terapi Lini Kedua)
- Dosis IM: 1 mg/kg per dosis, maksimum 50 mg 1, 4
- Digunakan sebagai terapi lini kedua dikombinasikan dengan difenhidramin, bukan sebagai monoterapi 4
- Untuk pemberian IV, encerkan dalam 20 mL D5W dan berikan selama 5 menit 1
- Kombinasi difenhidramin plus ranitidin lebih superior dibandingkan difenhidramin saja 1
Pasien Kritis di ICU Anak
- Dosis minimum 3 mg/kg/hari diperlukan untuk kontrol pH lambung yang adekuat 5
- Penelitian menunjukkan bahwa 71% pasien yang menerima <3 mg/kg/hari memiliki kontrol pH lambung yang buruk, dibandingkan dengan hanya 19% pada pasien yang menerima ≥3 mg/kg/hari 5
- Dosis harus dititrasi untuk mencapai pH lambung ≥4 5
Pasien yang Menjalani Cardiopulmonary Bypass
- Infus kontinyu 0,1 mg/kg/jam efektif dan aman untuk profilaksis ulkus lambung akibat stres 6
- Regimen ini menghasilkan elevasi pH lambung yang signifikan hingga minimal 5,3 dalam 3 jam setelah penghentian CPB 6
Pertimbangan Penting dalam Pemberian Dosis
Durasi Efek dan Frekuensi Pemberian
- Dosis ≥3 mg/kg/dosis diperlukan untuk supresi asam yang bertahan lebih dari 6 jam 7
- Pada jam ke-4 hingga ke-6 setelah pemberian, dosis rendah (<3 mg/kg) hanya menjaga pH >4 selama 29% waktu, sedangkan dosis tinggi (≥3 mg/kg) menjaga pH >4 selama 89% waktu 7
- Ranitidin memiliki durasi supresi asam 6 jam, sehingga memerlukan pemberian 2-3 kali sehari 1
Keterbatasan Terapi
- Ranitidin mengalami takifilaksis dalam 6 minggu penggunaan kontinyu 1
- Kurang efektif dibandingkan PPI untuk penyembuhan esofagitis erosif 1
- Memerlukan pemberian 2-3 kali sehari karena durasi supresi asam yang terbatas 1
Penyesuaian Dosis pada Gangguan Fungsi Ginjal
- Pada pasien dengan klirens kreatinin <50 mL/menit, dosis yang direkomendasikan adalah 150 mg setiap 24 jam 2
- Frekuensi pemberian dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam jika kondisi pasien memerlukan, dengan hati-hati 2
- Hemodialisis menurunkan kadar ranitidin yang bersirkulasi, sehingga jadwal pemberian dosis sebaiknya disesuaikan agar bertepatan dengan akhir hemodialisis 2
Peringatan Klinis Penting
- Jangan pernah memberikan antagonis H2 seperti ranitidin sebagai monoterapi dalam penanganan anafilaksis - epinefrin adalah terapi lini pertama 4
- Pada pasien anak kritis dengan fungsi ginjal dan hepar normal, mulai dengan minimum 3 mg/kg/hari dan titrasi hingga pH lambung ≥4 5
- Neonatus prematur memerlukan dosis yang jauh lebih rendah dibandingkan neonatus cukup bulan atau anak yang lebih besar 3