What is the recommended dose of ranitidine for a pediatric patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 1, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Ranitidin untuk Pasien Anak

Untuk pengobatan GERD atau penyakit ulkus peptikum pada anak usia 1 bulan hingga 16 tahun, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis, dengan dosis maksimum 300 mg/hari. 1, 2

Dosis Berdasarkan Indikasi Klinis

Pengobatan Ulkus Duodenum dan Gastrik Aktif

  • Dosis oral yang direkomendasikan adalah 2-4 mg/kg dua kali sehari, dengan maksimum 300 mg/hari 2
  • Rekomendasi ini berasal dari studi klinis pada dewasa dan data farmakokinetik pada pasien anak 2

Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus

  • Dosis oral yang direkomendasikan adalah 2-4 mg/kg sekali sehari, dengan maksimum 150 mg/hari 2

GERD dan Esofagitis Erosif

  • Dosis yang didukung literatur adalah 5-10 mg/kg/hari, biasanya diberikan dalam 2 dosis terbagi 1, 2
  • Untuk esofagitis erosif pada dewasa digunakan 150 mg 4 kali sehari, yang dapat menjadi panduan untuk dosis anak yang lebih besar 2

Pertimbangan Dosis Berdasarkan Usia

Neonatus (Kurang dari 1 Bulan)

  • Informasi farmakokinetik tidak cukup untuk membuat rekomendasi dosis pada neonatus 2
  • Namun, penelitian menunjukkan bahwa neonatus prematur memerlukan dosis lebih kecil: 0,5 mg/kg dua kali sehari untuk menjaga pH lambung >4 3
  • Neonatus cukup bulan memerlukan 1,5 mg/kg tiga kali sehari 3

Anak Usia 1 Bulan hingga 16 Tahun

  • Rentang usia yang disetujui FDA untuk penggunaan ranitidin 1, 2
  • Dosis standar 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis 1

Dosis untuk Indikasi Khusus

Anafilaksis (Terapi Lini Kedua)

  • Dosis IM: 1 mg/kg per dosis, maksimum 50 mg 1, 4
  • Digunakan sebagai terapi lini kedua dikombinasikan dengan difenhidramin, bukan sebagai monoterapi 4
  • Untuk pemberian IV, encerkan dalam 20 mL D5W dan berikan selama 5 menit 1
  • Kombinasi difenhidramin plus ranitidin lebih superior dibandingkan difenhidramin saja 1

Pasien Kritis di ICU Anak

  • Dosis minimum 3 mg/kg/hari diperlukan untuk kontrol pH lambung yang adekuat 5
  • Penelitian menunjukkan bahwa 71% pasien yang menerima <3 mg/kg/hari memiliki kontrol pH lambung yang buruk, dibandingkan dengan hanya 19% pada pasien yang menerima ≥3 mg/kg/hari 5
  • Dosis harus dititrasi untuk mencapai pH lambung ≥4 5

Pasien yang Menjalani Cardiopulmonary Bypass

  • Infus kontinyu 0,1 mg/kg/jam efektif dan aman untuk profilaksis ulkus lambung akibat stres 6
  • Regimen ini menghasilkan elevasi pH lambung yang signifikan hingga minimal 5,3 dalam 3 jam setelah penghentian CPB 6

Pertimbangan Penting dalam Pemberian Dosis

Durasi Efek dan Frekuensi Pemberian

  • Dosis ≥3 mg/kg/dosis diperlukan untuk supresi asam yang bertahan lebih dari 6 jam 7
  • Pada jam ke-4 hingga ke-6 setelah pemberian, dosis rendah (<3 mg/kg) hanya menjaga pH >4 selama 29% waktu, sedangkan dosis tinggi (≥3 mg/kg) menjaga pH >4 selama 89% waktu 7
  • Ranitidin memiliki durasi supresi asam 6 jam, sehingga memerlukan pemberian 2-3 kali sehari 1

Keterbatasan Terapi

  • Ranitidin mengalami takifilaksis dalam 6 minggu penggunaan kontinyu 1
  • Kurang efektif dibandingkan PPI untuk penyembuhan esofagitis erosif 1
  • Memerlukan pemberian 2-3 kali sehari karena durasi supresi asam yang terbatas 1

Penyesuaian Dosis pada Gangguan Fungsi Ginjal

  • Pada pasien dengan klirens kreatinin <50 mL/menit, dosis yang direkomendasikan adalah 150 mg setiap 24 jam 2
  • Frekuensi pemberian dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam jika kondisi pasien memerlukan, dengan hati-hati 2
  • Hemodialisis menurunkan kadar ranitidin yang bersirkulasi, sehingga jadwal pemberian dosis sebaiknya disesuaikan agar bertepatan dengan akhir hemodialisis 2

Peringatan Klinis Penting

  • Jangan pernah memberikan antagonis H2 seperti ranitidin sebagai monoterapi dalam penanganan anafilaksis - epinefrin adalah terapi lini pertama 4
  • Pada pasien anak kritis dengan fungsi ginjal dan hepar normal, mulai dengan minimum 3 mg/kg/hari dan titrasi hingga pH lambung ≥4 5
  • Neonatus prematur memerlukan dosis yang jauh lebih rendah dibandingkan neonatus cukup bulan atau anak yang lebih besar 3

References

Guideline

Ranitidine Dosing Guidelines for Pediatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Intramuscular Ranitidine Dosing

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The Effects of Increasing Doses of Ranitidine on Gastric pH in Children.

The journal of pediatric pharmacology and therapeutics : JPPT : the official journal of PPAG, 2004

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.