What is the treatment for septic shock?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 1, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan Syok Septik

Berikan resusitasi cairan kristaloid segera dengan target tekanan arteri rata-rata ≥65 mmHg, mulai antibiotik spektrum luas dalam 1 jam pertama, dan gunakan norepinefrin sebagai vasopresor lini pertama jika hipotensi menetap setelah resusitasi cairan adekuat. 1, 2, 3

Resusitasi Awal (0-6 Jam Pertama)

Resusitasi Cairan

  • Kristaloid adalah pilihan utama untuk resusitasi cairan awal dan penggantian volume intravaskular 1
  • Berikan bolus kristaloid 20 mL/kg dalam 5-10 menit, dapat diulang hingga >60 mL/kg jika diperlukan 1
  • Target resusitasi dalam 6 jam pertama: 1
    • Tekanan vena sentral 8-12 mmHg
    • Tekanan arteri rata-rata (MAP) ≥65 mmHg
    • Produksi urin ≥0.5 mL/kg/jam
    • Saturasi oksigen vena sentral ≥70%
  • Kristaloid seimbang (balanced crystalloids) atau saline dapat digunakan, namun kristaloid seimbang mungkin lebih baik untuk menghindari abnormalitas asam-basa 1
  • Albumin dapat ditambahkan pada kristaloid jika pasien memerlukan jumlah kristaloid yang substansial 1
  • Hindari hydroxyethyl starch karena meningkatkan mortalitas dan gagal ginjal 1, 4, 5

Terapi Antimikroba

  • Antibiotik intravena efektif harus diberikan dalam 1 jam pertama sejak identifikasi syok septik - setiap jam keterlambatan meningkatkan mortalitas 7.6-8% 1, 3
  • Ambil minimal 2 set kultur darah sebelum antibiotik, tetapi jangan tunda pemberian antibiotik 1, 2
  • Gunakan terapi kombinasi empiris dengan minimal 2 antibiotik dari kelas berbeda untuk menargetkan patogen yang paling mungkin 2, 3
  • Mulai dengan beta-laktam spektrum luas seperti piperacillin-tazobactam atau meropenem 3
  • Pertimbangkan pola resistensi lokal dan faktor risiko spesifik pasien 2

Kontrol Sumber Infeksi

  • Identifikasi dan kendalikan sumber infeksi anatomis dalam 12 jam pertama 1, 3
  • Evaluasi untuk abses, obstruksi, atau empiema yang memerlukan drainase 3
  • Lepaskan perangkat intravaskular yang terinfeksi setelah akses vaskular alternatif tersedia 3

Terapi Vasopresor (Jika Hipotensi Menetap)

Pilihan Vasopresor

  • Norepinefrin adalah vasopresor pilihan pertama dengan target MAP 65 mmHg 1, 2
  • Jika agen tambahan diperlukan untuk mencapai MAP target: 1
    • Tambahkan vasopresin (hingga 0.03 unit/menit), atau
    • Tambahkan epinefrin
  • Dopamin hanya sebagai alternatif pada pasien sangat terpilih (risiko takiaritmia rendah dan bradikardia absolut/relatif) 1
  • Hindari dopamin dosis rendah untuk proteksi ginjal 1
  • Dobutamin untuk pasien dengan hipoperfusi persisten meskipun loading cairan adekuat dan vasopresor, titrasi sesuai perfusi 1
  • Pasang kateter arteri sesegera mungkin pada semua pasien yang memerlukan vasopresor 1

Terapi Kortikosteroid

  • Jangan gunakan hidrokortison IV jika resusitasi cairan dan vasopresor adekuat dapat mengembalikan stabilitas hemodinamik 1
  • Jika stabilitas tidak tercapai, pertimbangkan hidrokortison 200 mg/hari 1
  • Jangan gunakan tes stimulasi ACTH untuk mengidentifikasi pasien yang harus menerima hidrokortison 1
  • Taper hidrokortison saat vasopresor tidak lagi diperlukan 1
  • Kortikosteroid tidak boleh diberikan untuk sepsis tanpa syok 1

Produk Darah

  • Transfusi sel darah merah hanya saat hemoglobin <7.0 g/dL dengan target 7.0-9.0 g/dL setelah hipoperfusi jaringan teratasi, kecuali ada iskemia miokard, hipoksemia berat, atau perdarahan akut 1
  • Transfusi trombosit profilaksis saat hitung <10,000/mm³ tanpa perdarahan, atau <20,000/mm³ jika ada risiko perdarahan signifikan 1
  • Hitung trombosit ≥50,000/mm³ untuk perdarahan aktif, operasi, atau prosedur invasif 1

Ventilasi Mekanik (Jika ARDS Berkembang)

  • Target volume tidal 6 mL/kg berat badan prediksi 1, 2
  • Tekanan plateau ≤30 cm H₂O 1, 2
  • Terapkan PEEP untuk menghindari kolaps alveolar 1
  • Elevasi kepala tempat tidur 30-45 derajat untuk mencegah pneumonia terkait ventilator 1, 2, 3
  • Posisi prone untuk pasien ARDS dengan rasio PaO₂/FiO₂ ≤100 mmHg 1

De-eskalasi dan Monitoring

  • Evaluasi ulang terapi antimikroba setiap hari untuk kemungkinan de-eskalasi 1, 2, 3
  • Persempit spektrum antibiotik setelah 48-72 jam setelah identifikasi patogen dan kerentanan tersedia 3
  • Hentikan terapi kombinasi dalam 3-5 hari jika terjadi perbaikan klinis 1, 2, 3
  • Durasi antibiotik total 7-10 hari untuk sebagian besar infeksi berat 1, 2, 3
  • Gunakan kadar prokalsitonin untuk memandu durasi antibiotik 2, 3
  • Strategi cairan konservatif setelah hipoperfusi jaringan teratasi untuk menghindari memperburuk ARDS 1, 2

Perawatan Suportif

  • Kontrol glukosa darah dengan target ≤180 mg/dL menggunakan protokol insulin 3
  • Berikan heparin berat molekul rendah untuk profilaksis tromboemboli vena kecuali kontraindikasi 3
  • Profilaksis ulkus stres dengan proton pump inhibitor atau antagonis reseptor H2 jika ada faktor risiko perdarahan GI 3
  • Terapi penggantian ginjal jika gagal ginjal akut berkembang dengan indikasi definitif untuk dialisis 3

Peringatan Penting

  • Hindari overload cairan - monitor untuk hepatomegali atau ronki selama resusitasi 1
  • Jangan tunda antibiotik untuk menunggu kultur - ambil kultur dengan cepat tetapi prioritaskan pemberian antibiotik 1, 2
  • Evaluasi ulang respons klinis dalam 6-12 jam 2
  • Monitor tekanan intra-abdomen pada pasien yang memerlukan resusitasi cairan agresif 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Guillain-Barré Syndrome with Concurrent Sepsis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Septic Shock

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Intravenous fluids in sepsis: what to use and what to avoid.

Current opinion in critical care, 2013

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.