Manajemen Nyeri Pasca Operasi Total Knee Replacement
Gunakan pendekatan multimodal yang menggabungkan anestesi umum dengan blok adductor canal (atau anestesi spinal dengan morfin intratekal) ditambah analgesik terjadwal (paracetamol dan NSAID/COX-2 inhibitor), dengan opioid kuat sebagai rescue untuk nyeri breakthrough intensitas tinggi. 1, 2
Teknik Anestesi dan Analgesia Regional Primer
Pilih salah satu dari dua pendekatan berikut:
- Anestesi umum + blok adductor canal sebagai teknik utama untuk pembedahan dan analgesia pasca operasi 1, 2
- Alternatif: Anestesi spinal dengan anestesi lokal + morfin intratekal 0.1 mg untuk pembedahan dan analgesia pasca operasi 1, 2
Untuk analgesia yang diperpanjang, gunakan teknik kateter blok adductor canal kontinyu daripada injeksi single-shot 1, 2
Protokol Analgesik Multimodal Terjadwal
Analgesik Dasar (Wajib untuk Semua Pasien)
- Paracetamol terjadwal (bukan PRN/bila perlu) sebagai analgesik baseline 3, 1, 2
- NSAID konvensional atau COX-2 inhibitor selektif kecuali ada kontraindikasi (gangguan ginjal, risiko perdarahan, penyakit kardiovaskular) 3, 1, 2
- Teknik pendinginan dan kompresi pada area operasi untuk mengurangi inflamasi lokal dan nyeri 1, 2
Analgesik Rescue Berdasarkan Intensitas Nyeri
- Untuk nyeri intensitas tinggi: Opioid kuat intravena (morfin, fentanyl) 3, 1, 2
- Untuk nyeri intensitas sedang hingga rendah: Opioid lemah (tramadol) 3, 1, 2
Algoritma Manajemen Nyeri Breakthrough Pasca Operasi
Jika pasien mengalami nyeri breakthrough meskipun sudah mendapat protokol multimodal:
- Pastikan paracetamol dan NSAID/COX-2 inhibitor sudah diberikan terjadwal (bukan PRN) 1
- Evaluasi intensitas nyeri menggunakan skala VAS/NRS:
- Pertimbangkan ketorolac IV 0.5-1 mg/kg (maksimal 30 mg dosis tunggal) sebagai adjuvan untuk mengurangi kebutuhan morfin, dapat dilanjutkan 0.15-0.2 mg/kg setiap 6 jam (maksimal 48 jam) 1
- Jika blok regional belum dilakukan, pertimbangkan blok adductor canal atau femoral nerve block 1
Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari
JANGAN Lakukan Hal Berikut:
- JANGAN gunakan analgesia epidural karena meningkatkan risiko efek samping serius tanpa manfaat superior dibanding blok saraf perifer 1, 4
- JANGAN kombinasikan blok femoral dan sciatic nerve karena bukti terbatas dan tidak konsisten, tanpa manfaat terbukti dibanding blok adductor canal saja 1, 4
- JANGAN berikan morfin atau anestesi lokal intra-artikular karena bukti efikasi analgesia tidak konsisten 1
- JANGAN resepkan opioid modified-release (termasuk patch transdermal) tanpa konsultasi spesialis 1
- JANGAN berikan opioid lebih dari 5-7 hari saat pasien pulang 1
Perhatian Khusus untuk Bilateral TKR:
- Kurangi dosis total anestesi lokal saat melakukan blok adductor canal bilateral untuk meminimalkan risiko toksisitas sistemik 1, 4
- Berhati-hati ekstra pada pasien usia lanjut atau dengan komorbiditas signifikan saat melakukan blok bilateral karena peningkatan risiko toksisitas anestesi lokal sistemik 1, 2, 4
Pertimbangan Tambahan
- Dexamethasone IV dosis tunggal 8-10 mg intraoperatif dapat diberikan untuk efek analgesik dan antiemetik 1
- Injeksi periartikular multimodal (termasuk teknik intraosseous) menunjukkan pengurangan nyeri yang signifikan secara statistik dan klinis pada periode awal pasca-TKA 5
- Pendekatan multimodal terbukti menurunkan skor nyeri, meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi konsumsi opioid dan efek samping terkait, serta memperpendek lama rawat inap 6, 7, 8