What is the recommended pain management approach for an adult patient with osteoarthritis undergoing total knee replacement?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Nyeri Pasca Operasi Total Knee Replacement

Gunakan pendekatan multimodal yang menggabungkan anestesi umum dengan blok adductor canal (atau anestesi spinal dengan morfin intratekal) ditambah analgesik terjadwal (paracetamol dan NSAID/COX-2 inhibitor), dengan opioid kuat sebagai rescue untuk nyeri breakthrough intensitas tinggi. 1, 2

Teknik Anestesi dan Analgesia Regional Primer

Pilih salah satu dari dua pendekatan berikut:

  • Anestesi umum + blok adductor canal sebagai teknik utama untuk pembedahan dan analgesia pasca operasi 1, 2
  • Alternatif: Anestesi spinal dengan anestesi lokal + morfin intratekal 0.1 mg untuk pembedahan dan analgesia pasca operasi 1, 2

Untuk analgesia yang diperpanjang, gunakan teknik kateter blok adductor canal kontinyu daripada injeksi single-shot 1, 2

Protokol Analgesik Multimodal Terjadwal

Analgesik Dasar (Wajib untuk Semua Pasien)

  • Paracetamol terjadwal (bukan PRN/bila perlu) sebagai analgesik baseline 3, 1, 2
  • NSAID konvensional atau COX-2 inhibitor selektif kecuali ada kontraindikasi (gangguan ginjal, risiko perdarahan, penyakit kardiovaskular) 3, 1, 2
  • Teknik pendinginan dan kompresi pada area operasi untuk mengurangi inflamasi lokal dan nyeri 1, 2

Analgesik Rescue Berdasarkan Intensitas Nyeri

  • Untuk nyeri intensitas tinggi: Opioid kuat intravena (morfin, fentanyl) 3, 1, 2
  • Untuk nyeri intensitas sedang hingga rendah: Opioid lemah (tramadol) 3, 1, 2

Algoritma Manajemen Nyeri Breakthrough Pasca Operasi

Jika pasien mengalami nyeri breakthrough meskipun sudah mendapat protokol multimodal:

  1. Pastikan paracetamol dan NSAID/COX-2 inhibitor sudah diberikan terjadwal (bukan PRN) 1
  2. Evaluasi intensitas nyeri menggunakan skala VAS/NRS:
    • Nyeri berat (VAS ≥7): Berikan opioid kuat IV (morfin 25-100 mcg/kg atau fentanyl 0.5-1.0 mcg/kg), titrasi sesuai efek 1
    • Nyeri sedang (VAS 4-6): Berikan opioid lemah (tramadol 1-1.5 mg/kg IV) 1
  3. Pertimbangkan ketorolac IV 0.5-1 mg/kg (maksimal 30 mg dosis tunggal) sebagai adjuvan untuk mengurangi kebutuhan morfin, dapat dilanjutkan 0.15-0.2 mg/kg setiap 6 jam (maksimal 48 jam) 1
  4. Jika blok regional belum dilakukan, pertimbangkan blok adductor canal atau femoral nerve block 1

Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari

JANGAN Lakukan Hal Berikut:

  • JANGAN gunakan analgesia epidural karena meningkatkan risiko efek samping serius tanpa manfaat superior dibanding blok saraf perifer 1, 4
  • JANGAN kombinasikan blok femoral dan sciatic nerve karena bukti terbatas dan tidak konsisten, tanpa manfaat terbukti dibanding blok adductor canal saja 1, 4
  • JANGAN berikan morfin atau anestesi lokal intra-artikular karena bukti efikasi analgesia tidak konsisten 1
  • JANGAN resepkan opioid modified-release (termasuk patch transdermal) tanpa konsultasi spesialis 1
  • JANGAN berikan opioid lebih dari 5-7 hari saat pasien pulang 1

Perhatian Khusus untuk Bilateral TKR:

  • Kurangi dosis total anestesi lokal saat melakukan blok adductor canal bilateral untuk meminimalkan risiko toksisitas sistemik 1, 4
  • Berhati-hati ekstra pada pasien usia lanjut atau dengan komorbiditas signifikan saat melakukan blok bilateral karena peningkatan risiko toksisitas anestesi lokal sistemik 1, 2, 4

Pertimbangan Tambahan

  • Dexamethasone IV dosis tunggal 8-10 mg intraoperatif dapat diberikan untuk efek analgesik dan antiemetik 1
  • Injeksi periartikular multimodal (termasuk teknik intraosseous) menunjukkan pengurangan nyeri yang signifikan secara statistik dan klinis pada periode awal pasca-TKA 5
  • Pendekatan multimodal terbukti menurunkan skor nyeri, meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi konsumsi opioid dan efek samping terkait, serta memperpendek lama rawat inap 6, 7, 8

References

Guideline

Adductor Canal Block for Total Knee Arthroplasty

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Pain Management in Total Knee Arthroplasty

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Recommended Pain Management Regime for Bilateral Adductor Canal Blocks in Bilateral TKR

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pain Control in Total Knee Arthroplasty.

The journal of knee surgery, 2018

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.