Dosis Marcain untuk Adductor Canal Block (ACB)
Untuk ACB pada pasien dewasa yang menjalani operasi penggantian lutut total, dosis yang direkomendasikan adalah ropivacaine 0.5% sebanyak 10 mL per sisi, yang memberikan analgesia efektif sambil mempertahankan kekuatan otot quadriceps. 1, 2
Dosis Optimal Berdasarkan Evidence
Volume 10 mL ropivacaine 0.5% (50 mg) adalah dosis median efektif yang telah terbukti memberikan blok sensorik adekuat pada area saraf saphenous (lutut medial, tungkai, dan kaki) 2
Studi perbandingan menunjukkan bahwa 10 mL ropivacaine 0.5% non-inferior dibandingkan 20 mL dalam hal analgesia postoperatif, namun dengan keuntungan mempertahankan kekuatan otot quadriceps yang lebih baik 1
Untuk infus kontinyu melalui kateter ACB, konsentrasi ropivacaine 0.2% dengan kecepatan 15 mL/jam memberikan analgesia efektif tanpa blok motorik berlebihan 3
Pertimbangan Konsentrasi
- Ropivacaine 0.5% untuk bolus awal tunggal 1, 2
- Ropivacaine 0.2% untuk infus kontinyu (jika menggunakan kateter) 3
- Konsentrasi 0.1% terbukti tidak efektif untuk analgesia pasca artroplasti lutut 3
Dosis Maksimum dan Keamanan
- Dosis maksimum ropivacaine adalah 3 mg/kg untuk infiltrasi dan blok perifer 4
- Untuk pasien dengan berat 70 kg, ini setara dengan maksimum 210 mg total
- Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa dosis hingga 400 mg per lutut (untuk infiltrasi lokal) tetap di bawah ambang toksik 5
- Untuk ACB spesifik, dosis 50 mg (10 mL dari 0.5%) jauh di bawah batas toksik dan sangat aman 1, 2
Adjuvan untuk Memperpanjang Durasi
- Dexmedetomidine 0.5 μg/kg dapat ditambahkan ke ropivacaine untuk memperpanjang durasi analgesia hingga 18.4 jam (versus 10.8 jam dengan ropivacaine saja) 6
- Dosis dexmedetomidine 0.25 μg/kg juga efektif namun dengan durasi lebih pendek (14.6 jam) 6
- Clonidine 1-2 μg/kg adalah alternatif adjuvan yang aman 4
Teknik Pemberian
- Gunakan panduan ultrasound untuk identifikasi akurat kanal adduktor 1, 2
- Injeksi dilakukan di antara arteri femoralis dan otot vastus medialis, menargetkan saraf saphenous 2
- Untuk analgesia berkelanjutan, kateter dapat ditempatkan dengan bolus intermiten setiap 12 jam hingga 48 jam 1
Keuntungan ACB vs Blok Femoral
- ACB mempertahankan kekuatan quadriceps lebih baik dibandingkan blok femoral, mengurangi risiko jatuh dan memfasilitasi mobilisasi dini 4, 1
- Blok femoral dapat menyebabkan blok motorik yang berkepanjangan (5-25% risiko mobilisasi kateter) yang menghambat rehabilitasi 4
Peringatan Penting
- Jangan melebihi dosis maksimum 3 mg/kg ropivacaine, terutama jika dikombinasikan dengan infiltrasi lokal atau teknik regional lainnya 4
- Monitor tanda-tanda toksisitas anestesi lokal: mati rasa perioral, tinnitus, kejang, atau depresi kardiovaskular 7
- Sediakan lipid emulsion 20% untuk penanganan toksisitas sistemik anestesi lokal 7