What is the recommended dose of marcain (ropivacaine) for an Adductor Canal Block (ACB) in an adult patient undergoing total knee replacement?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Marcain untuk Adductor Canal Block (ACB)

Untuk ACB pada pasien dewasa yang menjalani operasi penggantian lutut total, dosis yang direkomendasikan adalah ropivacaine 0.5% sebanyak 10 mL per sisi, yang memberikan analgesia efektif sambil mempertahankan kekuatan otot quadriceps. 1, 2

Dosis Optimal Berdasarkan Evidence

  • Volume 10 mL ropivacaine 0.5% (50 mg) adalah dosis median efektif yang telah terbukti memberikan blok sensorik adekuat pada area saraf saphenous (lutut medial, tungkai, dan kaki) 2

  • Studi perbandingan menunjukkan bahwa 10 mL ropivacaine 0.5% non-inferior dibandingkan 20 mL dalam hal analgesia postoperatif, namun dengan keuntungan mempertahankan kekuatan otot quadriceps yang lebih baik 1

  • Untuk infus kontinyu melalui kateter ACB, konsentrasi ropivacaine 0.2% dengan kecepatan 15 mL/jam memberikan analgesia efektif tanpa blok motorik berlebihan 3

Pertimbangan Konsentrasi

  • Ropivacaine 0.5% untuk bolus awal tunggal 1, 2
  • Ropivacaine 0.2% untuk infus kontinyu (jika menggunakan kateter) 3
  • Konsentrasi 0.1% terbukti tidak efektif untuk analgesia pasca artroplasti lutut 3

Dosis Maksimum dan Keamanan

  • Dosis maksimum ropivacaine adalah 3 mg/kg untuk infiltrasi dan blok perifer 4
  • Untuk pasien dengan berat 70 kg, ini setara dengan maksimum 210 mg total
  • Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa dosis hingga 400 mg per lutut (untuk infiltrasi lokal) tetap di bawah ambang toksik 5
  • Untuk ACB spesifik, dosis 50 mg (10 mL dari 0.5%) jauh di bawah batas toksik dan sangat aman 1, 2

Adjuvan untuk Memperpanjang Durasi

  • Dexmedetomidine 0.5 μg/kg dapat ditambahkan ke ropivacaine untuk memperpanjang durasi analgesia hingga 18.4 jam (versus 10.8 jam dengan ropivacaine saja) 6
  • Dosis dexmedetomidine 0.25 μg/kg juga efektif namun dengan durasi lebih pendek (14.6 jam) 6
  • Clonidine 1-2 μg/kg adalah alternatif adjuvan yang aman 4

Teknik Pemberian

  • Gunakan panduan ultrasound untuk identifikasi akurat kanal adduktor 1, 2
  • Injeksi dilakukan di antara arteri femoralis dan otot vastus medialis, menargetkan saraf saphenous 2
  • Untuk analgesia berkelanjutan, kateter dapat ditempatkan dengan bolus intermiten setiap 12 jam hingga 48 jam 1

Keuntungan ACB vs Blok Femoral

  • ACB mempertahankan kekuatan quadriceps lebih baik dibandingkan blok femoral, mengurangi risiko jatuh dan memfasilitasi mobilisasi dini 4, 1
  • Blok femoral dapat menyebabkan blok motorik yang berkepanjangan (5-25% risiko mobilisasi kateter) yang menghambat rehabilitasi 4

Peringatan Penting

  • Jangan melebihi dosis maksimum 3 mg/kg ropivacaine, terutama jika dikombinasikan dengan infiltrasi lokal atau teknik regional lainnya 4
  • Monitor tanda-tanda toksisitas anestesi lokal: mati rasa perioral, tinnitus, kejang, atau depresi kardiovaskular 7
  • Sediakan lipid emulsion 20% untuk penanganan toksisitas sistemik anestesi lokal 7

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.