Perawatan Suportif untuk Demam Tifoid pada Anak dan Remaja
Hidrasi yang adekuat merupakan prioritas utama perawatan suportif untuk demam tifoid pada anak, karena dehidrasi meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam jiwa, terutama pada bayi. 1
Manajemen Cairan dan Nutrisi
Hidrasi
- Berikan cairan rehidrasi oral (ORS) atau cairan intravena untuk memastikan hidrasi yang adekuat, terutama jika anak mengalami diare atau muntah bersamaan dengan demam tifoid 2, 1
- Lanjutkan pemberian cairan ORS hingga diare dan muntah teratasi 2
- Dehidrasi harus diatasi sebelum mempertimbangkan terapi tambahan lainnya 2
Nutrisi
- Lanjutkan pemberian ASI pada bayi yang menyusui sepanjang episode penyakit - ini sangat penting dan tidak boleh dihentikan 2, 1
- Lanjutkan diet normal yang sesuai usia selama atau segera setelah proses rehidrasi selesai 2
- Tidak ada kebutuhan untuk membatasi makanan atau menggunakan diet khusus 2
Manajemen Gejala
Demam
- Berikan antipiretik seperti parasetamol (acetaminophen) untuk mengurangi demam dan meningkatkan kenyamanan 2
- Hindari aspirin pada anak dengan demam tifoid karena risiko komplikasi perdarahan 2
- Demam seharusnya mereda dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat dimulai 1, 3
Obat Antimotilitas dan Antiemetik
- Jangan berikan obat antimotilitas (seperti loperamide) pada anak <18 tahun dengan diare akut - ini merupakan kontraindikasi kuat 2
- Antiemetik (seperti ondansetron) dapat diberikan pada anak >4 tahun dan remaja dengan muntah untuk memfasilitasi toleransi rehidrasi oral 2
- Obat-obat ini hanya diberikan setelah pasien terhidrasi dengan adekuat dan bukan pengganti terapi cairan 2
Suplementasi Nutrisi Khusus
Zinc
- Suplementasi zinc oral mengurangi durasi diare pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang tinggal di negara dengan prevalensi defisiensi zinc tinggi atau yang memiliki tanda malnutrisi 2
- Pertimbangkan suplementasi zinc jika anak berasal dari area endemik dengan status nutrisi yang buruk 2
Probiotik
- Preparat probiotik dapat ditawarkan untuk mengurangi keparahan dan durasi gejala pada anak yang imunokompeten dengan diare infeksius 2
- Ini merupakan rekomendasi lemah dan bersifat opsional, bukan wajib 2
Pencegahan Komplikasi
Monitoring Klinis
- Pantau tanda-tanda perforasi intestinal, yang terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 3, 4
- Tanda bahaya meliputi: nyeri perut yang memburuk tiba-tiba, distensi abdomen, tanda peritonitis 3
- Jika tidak ada perbaikan klinis pada hari ke-5 terapi antibiotik, pertimbangkan resistensi antibiotik atau diagnosis alternatif 1, 3
Higiene dan Pencegahan Transmisi
- Cuci tangan harus dilakukan setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan 2
- Anak yang sakit dengan diare harus menghindari aktivitas berenang dan kontak dengan orang lain saat masih bergejala 2
- Praktikkan higiene tangan yang ketat untuk mencegah transmisi ke anggota keluarga lainnya 2
Peringatan Penting
Jangan hentikan antibiotik secara prematur - selesaikan kursus penuh 7-14 hari bahkan jika demam mereda lebih awal, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati secara adekuat 4
Hindari penggunaan ciprofloxacin secara empiris untuk kasus yang berasal dari Asia Selatan/Tenggara - resistensi hampir universal di wilayah ini dengan tingkat resistensi fluoroquinolone melebihi 70% 1, 4