Amoxicillin untuk Demam Tifoid pada Anak dan Remaja
Amoxicillin tidak lagi direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk demam tifoid pada anak dan remaja karena tingginya angka kegagalan pengobatan akibat resistensi antibiotik yang meluas.
Mengapa Amoxicillin Tidak Efektif Lagi
- Tingkat kegagalan pengobatan dengan amoxicillin mencapai 71.4% dalam studi di India, menunjukkan resistensi yang signifikan terhadap antibiotik konvensional ini 1
- Salmonella typhi yang resisten terhadap multiple drug (MDRST) mencapai prevalensi 67.2% di Pakistan, dengan hanya 32.8% isolat yang masih sensitif terhadap amoxicillin 2
- Pasien yang gagal merespons terapi konvensional (termasuk amoxicillin) memerlukan rata-rata 9.2 hari rawat inap dibandingkan 7.7 hari untuk yang merespons, menunjukkan morbiditas yang lebih tinggi 2
Rekomendasi Terapi Lini Pertama yang Tepat
Azithromycin adalah pilihan terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk demam tifoid pada anak dan remaja 3, 4:
- Dosis untuk anak: Azithromycin 20 mg/kg/hari (maksimal 1g/hari) selama 7 hari 3, 4
- Dosis untuk remaja/dewasa: Azithromycin 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari 3, 4
Keunggulan Azithromycin Dibandingkan Antibiotik Lain
- Risiko kegagalan klinis lebih rendah (OR 0.48) dibandingkan fluoroquinolone 3, 4
- Lama rawat inap lebih singkat sekitar 1 hari (mean difference -1.04 hari) 3, 4
- Risiko relaps dramatis lebih rendah (OR 0.09) dibandingkan ceftriaxone 3, 4
- Tingkat kesembuhan mencapai 94% pada anak dengan demam tifoid 5
Alternatif Jika Azithromycin Tidak Tersedia
Ceftriaxone (Pilihan Kedua)
- Dosis untuk anak: 50-80 mg/kg/hari IV/IM (maksimal 2g/hari) selama 5-7 hari 6, 4
- Efektif dengan tingkat kesembuhan klinis 100% dalam studi 7
- Dapat digunakan sebagai terapi awal kemudian dilanjutkan dengan azithromycin oral setelah perbaikan klinis 5
Cefixime (Alternatif dengan Catatan Penting)
- WHO hanya merekomendasikan cefixime sebagai pilihan "alternatif", bukan lini pertama 4
- Peringatan kritis: Cefixime memiliki tingkat kegagalan pengobatan 4-37.6% 3, 4
- Jika harus menggunakan cefixime, wajib dilakukan test-of-cure pada minggu ke-1 karena tingginya angka kegagalan 4
- Dalam praktik klinis di India, cefixime masih digunakan dengan 79 pasien yang diresepkan, namun 5 pasien memerlukan antibiotik tambahan karena tidak merespons 8
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan ciprofloxacin secara empiris untuk kasus dari Asia Selatan/Tenggara karena resistensi mencapai 70-96% 3, 4
- Jangan hentikan antibiotik terlalu dini - selesaikan kursus penuh 7 hari meskipun demam sudah turun, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati dengan adekuat 3, 4
- Jangan gunakan amoxicillin sebagai terapi empiris mengingat tingginya angka resistensi dan kegagalan pengobatan 2, 1
Monitoring dan Respons yang Diharapkan
- Demam harus turun dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat 3, 4, 5
- Jika tidak ada perbaikan pada hari ke-5, pertimbangkan resistensi atau diagnosis alternatif 4
- Durasi rata-rata defervescence dengan ceftriaxone adalah 5.4-6.4 hari 7, 8
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
- Perforasi intestinal terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 3, 4
- Memerlukan intervensi bedah segera dengan eksisi sederhana dan penutupan, berhasil pada 88.2% kasus 3, 4
- Hepatitis tifoid dapat terjadi dan merespons terapi antibiotik yang tepat 1