Tatalaksana Takikardia Ventrikel (VT)
Penilaian Awal dan Stabilisasi Hemodinamik
Kardioversi DC segera adalah terapi lini pertama untuk pasien dengan VT sustained yang tidak stabil secara hemodinamik. 1
Langkah Penilaian Segera:
- Evaluasi status hemodinamik segera - periksa hipotensi, perubahan status mental, nyeri dada, tanda gagal jantung, atau sinkop 2
- Dapatkan EKG 12-lead untuk semua pasien dengan VT sustained yang stabil secara hemodinamik 1, 2
- Anggap semua takikardia kompleks-QRS lebar sebagai VT jika diagnosis tidak jelas 2, 3
Algoritma Tatalaksana Berdasarkan Status Hemodinamik
Pasien Tidak Stabil Hemodinamik:
- Lakukan kardioversi DC tersinkronisasi segera dengan output maksimal 1, 2
- Berikan sedasi segera sebelum kardioversi pada pasien yang hipotensi namun masih sadar 1, 3
- Mulai dengan 100-200 J untuk kardioversi tersinkronisasi 4
- Untuk VT polimorfik yang menyerupai VF, gunakan discharge tidak tersinkronisasi 200 J 3
- Siapkan peralatan resusitasi 4
Pasien Stabil Hemodinamik:
Kardioversi elektrik tetap merupakan pendekatan lini pertama bahkan untuk pasien yang stabil. 1
Pilihan Farmakologis untuk Pasien Stabil:
Untuk VT monomorfik stabil:
Prokainamid IV adalah agen lini pertama yang direkomendasikan untuk pasien tanpa gagal jantung berat atau infark miokard akut 2, 3, 4
Amiodaron IV lebih disukai daripada prokainamid pada pasien dengan gagal jantung, iskemia miokard yang dicurigai, atau disfungsi ventrikel kiri 2, 3, 4, 5
Lidokain IV hanya moderat efektif dan harus dipertimbangkan sebagai lini kedua 1, 2, 3
Untuk VT fasikular LV (morfologi RBBB dengan deviasi aksis kiri):
Untuk VT polimorfik:
- Beta-bloker IV untuk VT polimorfik berulang, terutama jika iskemia dicurigai 1, 2, 3
- Amiodaron IV loading berguna untuk VT polimorfik berulang tanpa perpanjangan QT 3
- Revaskularisasi dan beta-bloker diikuti obat antiaritmia IV (prokainamid atau amiodaron) untuk VT polimorfik berulang atau incessant akibat iskemia miokard akut 1, 3
Untuk Torsades de Pointes (VT polimorfik dengan QT panjang):
- Hentikan obat penyebab dan koreksi abnormalitas elektrolit 1, 4
- Magnesium sulfat IV untuk pasien dengan LQTS dan beberapa episode torsades 1, 3
- Pacing (atrial atau ventrikel) untuk torsades yang pause-dependent 1, 3
Tatalaksana Pasca-Konversi
- Monitor untuk rekurensi VT 2
- Evaluasi dan koreksi penyebab yang mendasari 2, 4:
- Pertimbangkan terapi antiaritmia maintenance untuk mencegah rekurensi 4
- Konsultasi kardiologi, terutama untuk pasien dengan penyakit jantung struktural 4
Indikasi Ablasi Kateter
- Ablasi kateter urgent direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung terkait scar yang mengalami VT incessant atau electrical storm 1, 2, 3
- Ablasi kateter direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung iskemik dan VT berulang 2
- Pertimbangkan ablasi kateter setelah episode pertama VT sustained pada pasien dengan penyakit jantung iskemik dan ICD 2, 3
- Untuk VT berulang atau incessant: amiodaron IV atau prokainamid diikuti ablasi VT 1, 3
Pertimbangan Jangka Panjang
- Revaskularisasi koroner jika VT terkait dengan penyakit jantung iskemik 4
- Pertimbangkan implantable cardioverter-defibrillator (ICD) untuk pasien dengan penyakit jantung struktural dan VT sustained 4
- Optimalisasi terapi gagal jantung, inisiasi beta-bloker pada dosis maksimal yang dapat ditoleransi 2
- Kombinasi amiodaron plus beta-bloker secara signifikan mengurangi syok ICD dibandingkan beta-bloker saja (HR 0,27,95% CI 0,14-0,52, P<0,001) 2
Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari
- JANGAN tunda kardioversi pada pasien tidak stabil saat mencoba konversi farmakologis 2, 4
- JANGAN gunakan calcium channel blocker (verapamil, diltiazem) pada pasien dengan VT dan penyakit jantung struktural karena dapat memperburuk status hemodinamik dan menyebabkan kolaps hemodinamik 2, 3, 4
- JANGAN asumsikan takikardia kompleks-lebar adalah supraventrikular - jika ragu, obati sebagai VT 2, 3
- Hindari obat antiaritmia kelas IC pada pasien dengan riwayat infark miokard 4
- Hindari prokainamid pada pasien dengan perpanjangan QT signifikan atau gagal jantung 4
- Monitoring yang tidak adekuat setelah konversi berhasil, karena rekurensi sering terjadi 2
- Pada pasien pediatrik, verapamil IV harus dihindari pada bayi <1 tahun karena dapat menyebabkan deteriorasi hemodinamik akut 4
Pertimbangan Khusus untuk Pemberian Amiodaron IV
- Gunakan kateter vena sentral untuk konsentrasi amiodaron >2 mg/mL 5
- Untuk infus >1 jam, jangan melebihi konsentrasi 2 mg/mL kecuali menggunakan kateter vena sentral 5
- Gunakan pompa infus volumetrik, bukan set infus penghitung tetes 5
- Gunakan filter in-line selama pemberian 5
- Berikan dalam botol kaca atau polyolefin yang mengandung D5W untuk infus >2 jam 5
- Infus loading dengan konsentrasi dan kecepatan jauh lebih tinggi dari yang direkomendasikan telah menyebabkan nekrosis hepatoseluler dan gagal ginjal akut yang berakibat kematian 5