Mekanisme Kerja Bisoprolol dan Lisinopril pada Pasien Jantung dengan Tekanan Darah Normal
Pada pasien dengan riwayat penyakit jantung dan tekanan darah yang sudah terkontrol normal, bisoprolol dan lisinopril tetap memberikan manfaat kardioprotektif melalui mekanisme yang berbeda dan saling melengkapi, bukan hanya untuk menurunkan tekanan darah.
Mekanisme Kerja Bisoprolol
Bisoprolol adalah beta-blocker kardioselektif (beta-1 selektif) yang bekerja melalui beberapa jalur 1:
Efek Langsung pada Jantung
- Mengurangi denyut jantung - Bisoprolol memblokir reseptor beta-1 di jantung, menghasilkan efek kronotropik negatif yang menurunkan denyut jantung saat istirahat dan saat aktivitas 1
- Menurunkan cardiac output - Mengurangi beban kerja jantung dengan menurunkan kontraktilitas dan cardiac output 1
- Memperpanjang periode refrakter AV node - Meningkatkan waktu pemulihan sinus node dan memperlambat konduksi AV node 1
Mekanisme Kardioprotektif pada Gagal Jantung
- Meningkatkan fungsi ventrikel kiri - Bisoprolol terbukti meningkatkan fraksi ejeksi dan mengurangi volume ventrikel kiri 2, 3
- Mengurangi remodeling jantung - Mencegah perburukan struktur jantung setelah infark miokard 2
- Meningkatkan variabilitas denyut jantung - Menunjukkan perbaikan fungsi otonom jantung 2
Efek pada Sistem Renin-Angiotensin
- Menghambat pelepasan renin - Bisoprolol mengurangi aktivitas renin plasma, yang membantu mengurangi aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron 1
Bukti Klinis Mortalitas
- Studi CIBIS II menunjukkan bisoprolol mengurangi mortalitas sebesar 29% pada pasien gagal jantung kronik stabil (kelas NYHA III-IV) ketika dikombinasikan dengan ACE inhibitor dan diuretik 2
- Bisoprolol mengurangi risiko kematian kardiovaskular dan hospitalisasi pada pasien gagal jantung 4, 2
Mekanisme Kerja Lisinopril
Lisinopril adalah ACE inhibitor yang bekerja dengan cara 5:
Penghambatan Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron
- Menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II - Lisinopril memblokir enzim ACE yang mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat 5
- Mengurangi sekresi aldosteron - Penurunan angiotensin II menyebabkan berkurangnya sekresi aldosteron oleh korteks adrenal, yang mengurangi retensi natrium dan air 5
- Mengurangi aktivitas vasopressor - Penurunan angiotensin II mengurangi vasokonstriksi sistemik 5
Efek pada Bradikinin
- Meningkatkan kadar bradikinin - ACE identik dengan kininase, enzim yang mendegradasi bradikinin. Penghambatan ACE meningkatkan kadar bradikinin, peptida vasodilator kuat yang mungkin berkontribusi pada efek terapeutik 5
Mekanisme Kardioprotektif
- Mencegah atau memperlambat aterogenesis - ACE inhibitor terbukti mencegah perkembangan aterosklerosis 4
- Mengurangi remodeling pasca infark miokard - Lisinopril mengurangi remodeling ventrikel kiri setelah infark miokard 4
- Meningkatkan preconditioning iskemik - Membantu jantung lebih tahan terhadap episode iskemia 4
- Meningkatkan pelepasan nitric oxide - Melalui pencegahan pemecahan bradikinin, meningkatkan vasodilatasi 4
Bukti Klinis pada Penyakit Jantung
- Studi TRACE menunjukkan pengurangan mortalitas absolut 7% pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri pasca infark miokard 4
- Studi AIRE menunjukkan pengurangan risiko mortalitas relatif 27% pada pasien hipertensi dengan disfungsi ventrikel kiri pasca infark miokard 4
- ACE inhibitor direkomendasikan untuk semua pasien pasca infark miokard dan pasien dengan gagal jantung 4
Sinergi Kombinasi pada Pasien dengan Tekanan Darah Normal
Mengapa Tetap Diberikan Meskipun Tekanan Darah Normal?
Manfaat kardioprotektif melampaui kontrol tekanan darah 4:
- Pada pasien pasca infark miokard - Kombinasi beta-blocker dan ACE inhibitor mengurangi risiko infark berulang dan kematian, bahkan pada pasien dengan tekanan darah normal 4
- Pada pasien gagal jantung - Kedua obat ini merupakan terapi standar untuk gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang, terlepas dari status tekanan darah 4
- Pada pasien penyakit jantung koroner kronik - Manfaat terbukti pada tekanan darah awal <140/90 mmHg dengan target pencapaian sekitar 130/80 mmHg atau lebih rendah 4
Mekanisme Komplementer
- Bisoprolol mengurangi beban kerja jantung melalui penurunan denyut jantung dan kontraktilitas 1
- Lisinopril mengurangi afterload melalui vasodilatasi dan mengurangi remodeling jantung 5
- Kombinasi keduanya memberikan perlindungan optimal terhadap kejadian kardiovaskular dan mortalitas 4
Pertimbangan Penting
Efek pada Kalium
- Lisinopril dapat meningkatkan kalium serum rata-rata 0,1 mEq/L, dengan sekitar 15% pasien mengalami peningkatan >0,5 mEq/L 5
- Monitoring kalium serum diperlukan, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal atau yang menggunakan diuretik hemat kalium 5
Target Tekanan Darah pada Gagal Jantung
- Meskipun tekanan darah sudah normal, studi gagal jantung yang sukses menurunkan tekanan darah sistolik ke kisaran 110-130 mmHg 4
- Manfaat bisoprolol terbukti pada pasien dengan tekanan darah sistolik serendah 85 mmHg 6