Mekanisme Interaksi Clopidogrel dan Aspirin dalam Terapi Antiplatelet Ganda
Clopidogrel dan aspirin bekerja secara sinergis melalui jalur penghambatan platelet yang berbeda dan saling melengkapi, menghasilkan efek antiplatelet yang lebih kuat dibandingkan monoterapi. 1
Mekanisme Kerja Individual
Aspirin
- Menghambat enzim siklooksigenase (COX) secara ireversibel, memblokir produksi tromboksan A2 dan mencegah agregasi platelet melalui jalur ini 1
- Bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin yang berperan dalam aktivasi platelet 2
- Efek penghambatan bersifat permanen pada platelet yang terpapar karena platelet tidak dapat mensintesis enzim baru 3
Clopidogrel
- Menghambat reseptor P2Y12 pada permukaan platelet secara ireversibel, mencegah aktivasi dan agregasi platelet yang dimediasi oleh ADP 1, 2
- Memerlukan aktivasi oleh sistem sitokrom P-450 hepatik untuk menjadi metabolit aktif 3
- Mengganggu aktivasi platelet, degranulasi, dan agregasi melalui jalur yang berbeda dari aspirin 2
Mekanisme Interaksi Sinergis
Efek Komplementer
- Kedua obat mengganggu aktivasi platelet melalui jalur yang terpisah dan komplementer, menghasilkan penghambatan platelet yang lebih komprehensif 3, 2
- Kombinasi ini memberikan perlindungan antitrombotik superior dibandingkan aspirin saja tanpa peningkatan komplikasi perdarahan yang berlebihan 2
Efek pada Waktu Perdarahan
- Penambahan clopidogrel dosis rendah (2 x 75 mg) pada terapi aspirin (150 mg) meningkatkan waktu perdarahan secara signifikan dari 7.6 menit menjadi 17.5 menit (p<0.05) 4
- Peningkatan dosis clopidogrel menjadi 300 mg memperpanjang waktu perdarahan lebih lanjut menjadi 24.9 menit tanpa penghambatan platelet tambahan yang signifikan 4
- Efek ini menunjukkan interaksi sinergis yang nyata pada fungsi hemostasis 4
Dosis Optimal untuk Kombinasi
Dosis Aspirin
- Dosis aspirin optimal adalah 75-100 mg per hari, memberikan efikasi setara dengan risiko perdarahan lebih rendah dibandingkan dosis tinggi 1
- Dosis aspirin yang lebih tinggi (≥200 mg) meningkatkan risiko perdarahan mayor dari 1.9% menjadi 3.7% tanpa peningkatan efikasi 5
- Setelah penambahan clopidogrel, parameter platelet menjadi sangat mirip antara kelompok aspirin 81 mg dan 325 mg 6
Dosis Clopidogrel
- Dosis loading clopidogrel untuk pasien sindrom koroner akut adalah 300 mg, dengan dosis pemeliharaan 75 mg per hari 1
- Dosis loading 600 mg memberikan penghambatan platelet yang lebih cepat dalam 24 jam pertama dibandingkan dosis standar 300 mg 3
Manfaat Klinis Kombinasi
Sindrom Koroner Akut
- Kombinasi clopidogrel-aspirin mengurangi kejadian kardiovaskular mayor (kematian CV, infark miokard, atau stroke) dari 11.4% menjadi 9.3% dalam studi CURE 3, 1
- Manfaat terlihat dalam 24 jam pertama pengobatan dan bertahan selama 12 bulan 3
Infark Miokard dengan Elevasi ST
- Penambahan clopidogrel 75 mg/hari pada aspirin 162 mg/hari mengurangi mortalitas dan kejadian vaskular mayor di rumah sakit sebesar 9% 3
- Tidak ada peningkatan signifikan risiko perdarahan mayor dalam studi COMMIT (0.58% vs 0.55%, p=0.59) 3
Risiko Perdarahan
Peningkatan Risiko dengan Kombinasi
- Terapi ganda meningkatkan perdarahan mayor dari 2.7% menjadi 3.7% pada pasien sindrom koroner akut (p<0.001) 3, 1
- Risiko perdarahan meningkat sekitar 1% risiko absolut terlepas dari dosis aspirin 7
- Risiko perdarahan bersifat dose-dependent untuk aspirin, tetapi tetap pada dosis tetap 75 mg untuk clopidogrel 7
Proteksi Gastrointestinal
- Semua pasien dengan terapi antiplatelet ganda memerlukan gastroproteksi dengan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengurangi risiko perdarahan GI 1
- Hindari omeprazole karena menghambat CYP2C19 yang diperlukan untuk aktivasi clopidogrel 1
- Penggunaan PPI dengan aspirin dan clopidogrel mengurangi adjusted ROR kejadian perdarahan hemoragik GI 8
Peringatan Penting
Kontraindikasi
- Jangan gunakan terapi ganda pada pasien dengan stroke iskemik atau TIA baru-baru ini, karena meningkatkan perdarahan yang mengancam jiwa dari 1.3% menjadi 2.6% tanpa manfaat signifikan 1, 9
- Hindari pada pasien pencegahan primer tanpa penyakit kardiovaskular yang sudah ada 1
Durasi Terapi
- Pasien dengan bare-metal stent memerlukan minimal 1 bulan terapi ganda 1
- Pasien dengan drug-eluting stent memerlukan minimal 12 bulan terapi ganda 1
- Untuk sindrom koroner akut, lanjutkan terapi ganda maksimal 12 bulan kecuali kontraindikasi 1