What is the appropriate immediate management of stridor, including airway stabilization and treatment for common causes such as viral croup, bacterial epiglottitis, foreign body aspiration, and anaphylaxis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 11, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Stridor

Untuk stridor akut, berikan oksigen aliran tinggi segera, posisikan pasien tegak, dan identifikasi penyebab untuk menentukan terapi spesifik—nebulisasi epinefrin untuk croup/edema pasca-ekstubasi, atau amankan jalan napas definitif jika terdapat tanda obstruksi berat.

Penilaian Awal dan Stabilisasi Jalan Napas

  • Berikan oksigen aliran tinggi segera melalui face mask untuk mempertahankan saturasi oksigen >92%, karena hipoksia dapat berkembang cepat meskipun pasien tampak nyaman 1
  • Posisikan pasien tegak (upright) untuk meningkatkan volume jalan napas total dan mengurangi keparahan stridor 1
  • Jangan manipulasi jalan napas secara agresif pada kasus yang dicurigai epiglotitis atau obstruksi berat, karena dapat memicu obstruksi komplit 2, 3
  • Monitor kontinyu dengan pulse oximetry dan observasi tanda-tanda perburukan seperti retraksi interkostal, penurunan kesadaran, atau silent chest 1

Identifikasi Penyebab Berdasarkan Presentasi Klinis

Stridor Pasca-Ekstubasi atau Edema Inflamasi

  • Nebulisasi epinefrin (adrenalin) 1 mg merupakan terapi lini pertama untuk mengurangi edema jalan napas pada pasien sadar dengan stridor pasca-ekstubasi 1
  • Kortikosteroid sistemik (hidrokortison 100 mg IV setiap 6 jam atau setara) harus dimulai sesegera mungkin jika terdapat edema inflamasi akibat trauma jalan napas langsung, dengan dosis minimal setara 100 mg hidrokortison setiap 6 jam 1
  • Kortikosteroid harus diberikan minimal 12 jam sebelumnya untuk efektif; dosis tunggal sesaat sebelum ekstubasi tidak efektif 1
  • Heliox dapat dipertimbangkan untuk mengurangi turbulensi aliran udara, meskipun membatasi FiO2 yang dapat diberikan 1

Croup (Laringotrakeobronkitis Viral)

  • Nebulisasi epinefrin 1 mg diberikan untuk mengurangi edema mukosa jalan napas 1, 2
  • Kortikosteroid sistemik (deksametason 0.6 mg/kg dosis tunggal atau prednisolon 1-2 mg/kg) harus diberikan pada semua kasus croup sedang hingga berat 4, 5
  • Pasien harus diobservasi minimal 2-4 jam pasca nebulisasi epinefrin karena efeknya bersifat sementara dan dapat terjadi rebound 2

Epiglotitis Bakterial (Kegawatdaruratan)

  • Jangan lakukan pemeriksaan orofaring atau manipulasi jalan napas yang dapat memicu obstruksi komplit 2, 3
  • Panggil tim airway expert (anestesi, THT) segera untuk persiapan intubasi atau trakeostomi 1, 3
  • Antibiotik spektrum luas (ceftriaxone atau cefotaxime) harus dimulai segera setelah jalan napas diamankan 2
  • Intubasi harus dilakukan di ruang operasi dengan persiapan trakeostomi darurat 1, 3

Aspirasi Benda Asing

  • Jangan lakukan blind finger sweep pada orofaring 2
  • Jika obstruksi parsial dengan ventilasi adekuat, posisikan pasien nyaman dan berikan oksigen sambil persiapan bronkoskopi rigid 2, 3
  • Jika obstruksi komplit, lakukan back blows dan chest thrusts (infant) atau Heimlich maneuver (anak >1 tahun) 2
  • Bronkoskopi rigid merupakan gold standard untuk ekstraksi benda asing 2, 6

Anafilaksis dengan Angioedema

  • Epinefrin intramuskular 0.01 mg/kg (maksimal 0.5 mg) harus diberikan segera pada paha anterolateral 2
  • Kortikosteroid IV (hidrokortison 100-200 mg atau metilprednisolon 1-2 mg/kg) dan antihistamin untuk mencegah reaksi bifasik 2
  • Persiapan untuk intubasi atau krikotiroidotomi darurat jika terdapat progresi cepat obstruksi jalan napas 1, 2

Indikasi Intervensi Jalan Napas Definitif

  • Tanda-tanda obstruksi berat yang memerlukan intubasi atau front-of-neck access (FONA) meliputi 1:

    • Silent chest atau usaha napas yang memburuk
    • Sianosis atau saturasi oksigen <92% meskipun dengan oksigen aliran tinggi
    • Penurunan kesadaran atau agitasi ekstrem
    • Kelelahan respirasi yang progresif
  • Teknik intubasi pada stridor berat 1, 3:

    • Pertimbangkan intubasi sadar dengan fiberoptik pada pasien stabil dan kooperatif
    • Gunakan videolaringoscopy jika tersedia untuk meningkatkan angka keberhasilan
    • Persiapkan untuk krikotiroidotomi atau trakeostomi darurat jika intubasi gagal
    • Hindari paralisis neuromuskular sebelum konfirmasi kemampuan ventilasi

Monitoring Pasca-Intervensi

  • Pasien dengan stridor harus dimonitor ketat selama 6-24 jam tergantung penyebab dan keparahan, karena dapat terjadi perburukan lambat atau rebound setelah efek terapi awal menghilang 1, 2
  • Pemeriksaan fiberoptik laring sebelum ekstubasi sering diperlukan pada pasien dengan riwayat intubasi berkepanjangan atau trauma jalan napas 1
  • Stridor pasca-ekstubasi terjadi pada 25-75% ekstubasi pediatrik tetapi jarang pada dewasa; toleransi rendah harus diterapkan sebelum re-intubasi untuk mencegah kompromis respirasi 1

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

  • Jangan tunda pemberian kortikosteroid sambil memberikan nebulisasi bronkodilator berulang—kortikosteroid harus dimulai segera pada edema inflamasi 1
  • Jangan berikan sedasi pada pasien dengan stridor akut karena dapat menekan usaha napas dan mempercepat dekompensasi 2, 3
  • Jangan asumsikan penyebab tunggal—sekitar 10% kasus memiliki lesi di lebih dari satu lokasi anatomis jalan napas 6
  • Jangan lakukan pemeriksaan invasif (laringoskopi langsung, spatula lidah) pada kasus yang dicurigai epiglotitis tanpa persiapan airway definitif 2, 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Management of airway obstruction and stridor in pediatric patients.

Pediatric emergency medicine practice, 2017

Research

Airway management in patients.

British journal of hospital medicine (London, England : 2005), 2009

Guideline

Acute Asthma Exacerbation Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Persistent Wheezing in Children with Asthma

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.