Diagnosis Gastritis Eosinofolik
Gastritis eosinofolik didiagnosis melalui endoskopi dengan biopsi yang menunjukkan infiltrasi eosinofil >20 eosinofil per lapangan pandang tinggi (high-power field) pada mukosa lambung, setelah menyingkirkan penyebab lain dari eosinofilia gastrointestinal. 1
Kriteria Diagnostik Utama
Pemeriksaan Endoskopi dan Biopsi
- Lakukan esofagogastroduodenoskopi (EGD) dengan pengambilan biopsi multipel dari lambung dan duodenum untuk konfirmasi histologis infiltrasi eosinofilik 2, 1
- Ambil biopsi dari area yang tampak meradang dan juga dari mukosa yang tampak normal, karena distribusi eosinofil dapat bersifat patchy 3, 1
- Diagnosis histologis memerlukan >20 eosinofil per lapangan pandang tinggi pada spesimen lambung, berbeda dengan esofagitis eosinofilik yang memerlukan ≥15 eosinofil per 0.3 mm² 1, 3
Temuan Endoskopi yang Mendukung
- Penebalan dinding lambung (terutama di antrum) 4
- Eritema dan edema mukosa 1
- Nodul atau polip 1
- Ulserasi (pada kasus berat) 4
- Perlu dicatat bahwa endoskopi dapat tampak normal pada beberapa kasus, sehingga biopsi tetap wajib dilakukan 3, 1
Presentasi Klinis yang Harus Dicari
Gejala Gastrointestinal
- Nyeri epigastrium atau nyeri abdomen adalah gejala paling umum 5, 4, 6
- Mual dan muntah berulang 5, 4, 6
- Penurunan berat badan 5, 6
- Diare 1, 6
- Anoreksia dan kembung 5
- Perdarahan gastrointestinal (melena) pada kasus tertentu 5
Riwayat Atopi
- Dokumentasikan riwayat asma, rinitis alergi, eksim, atau alergi makanan, karena 50-80% pasien memiliki kondisi atopik bersamaan 7, 2
- Alergi musiman dan sensitivitas makanan sering ditemukan 1, 6
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Darah
- Periksa hitung darah lengkap dengan diferensial untuk mengukur jumlah eosinofil absolut 8
- Eosinofilia perifer ditemukan pada banyak kasus, tetapi tidak selalu ada 2, 1
- Jika eosinofil >1.500 sel/μL, pertimbangkan sindrom hipereosinofilik (HES) bukan gastritis eosinofilik terisolasi 7, 8
- Periksa vitamin B12 dan triptase serum untuk membedakan HES primer (neoplastik) dari sekunder (reaktif) 8
Menyingkirkan Penyebab Lain
Sebelum mendiagnosis gastritis eosinofilik, singkirkan kondisi berikut:
Infeksi Parasit
- Lakukan pemeriksaan tinja untuk ova dan parasit pada tiga sampel terpisah 8
- Periksa serologi Strongyloides 8
- Infeksi helminth parasit adalah penyebab umum eosinofilia setelah gangguan alergi 8
Penyebab Lain yang Harus Disingkirkan
- Tinjau semua obat-obatan (termasuk NSAID, bifosfonat, tetrasiklin) yang dapat menyebabkan eosinofilia atau esofagitis 9, 7, 8
- Singkirkan penyakit Crohn dengan mencari inflamasi granulomatosa 9, 7
- Pertimbangkan penyakit jaringan ikat seperti skleroderma 9
- Singkirkan reaksi hipersensitivitas obat 9
- Pada pasien immunocompromised, singkirkan kandidiasis esofagus 9, 7
Perbedaan dengan Esofagitis Eosinofilik
Gastritis eosinofilik berbeda dari esofagitis eosinofilik dalam beberapa aspek penting:
- Lokasi: gastritis eosinofilik melibatkan lambung ± usus, sedangkan esofagitis eosinofilik terbatas pada esofagus 2
- Ambang diagnostik: gastritis eosinofilik memerlukan >20 eosinofil/hpf, sedangkan esofagitis eosinofilik memerlukan ≥15 eosinofil per 0.3 mm² 3, 1
- Gejala: gastritis eosinofilik menyebabkan nyeri abdomen, mual, muntah; esofagitis eosinofilik menyebabkan disfagia dan impaksi makanan 7, 2
- Analisis transkriptom menunjukkan gastritis eosinofilik lebih merupakan penyakit sistemik dengan signature gen berbeda 2
Pertimbangan Pencitraan
- CT atau MRI abdomen dapat menunjukkan penebalan dinding lambung/duodenum yang mengarah ke gastritis eosinofilik 8, 4
- Pencitraan juga membantu menyingkirkan lesi hepatik dari infeksi parasit atau limfadenopati dari HES 8
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mendiagnosis berdasarkan gejala dan eosinofilia perifer saja; biopsi endoskopi adalah wajib 8, 1
- Jangan mengabaikan kemungkinan HES ketika eosinofilia sangat tinggi, karena dapat melibatkan jantung dan berakibat fatal 8
- Endoskopi normal tidak menyingkirkan gastritis eosinofilik; sampling histologis tetap esensial 3, 1
- Jangan mengaitkan nyeri epigastrium dengan GERD tanpa diagnosis jaringan, karena penyakit gastrointestinal eosinofilik dapat meniru gejala GERD 8
Uji Coba PPI (Opsional)
- Uji coba PPI dosis standar atau ganda selama 8 minggu dapat dipertimbangkan, terutama jika ada gejala refluks bersamaan 8
- Jika dilakukan uji coba PPI, ulangi endoskopi dengan biopsi setelah 8 minggu untuk menilai respons histologis 8
- Prioritaskan pemeriksaan parasit sebelum memulai PPI jika ada riwayat paparan yang mendukung infeksi parasit 8