Mengapa Pasien CKD Mudah Terkena Infeksi
Pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD) memiliki risiko infeksi 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum karena disfungsi sistem imun bawaan dan adaptif yang progresif seiring penurunan fungsi ginjal. 1
Mekanisme Utama Peningkatan Kerentanan Infeksi
Disfungsi Sistem Imun yang Kompleks
Gangguan fungsi sel T, sel B, dan neutrofil terjadi pada semua stadium CKD, bahkan pada stadium ringan hingga sedang, yang secara substansial meningkatkan risiko infeksi. 2
Pergeseran epigenetik dari sel punca hematopoietik mengakibatkan dominasi jalur sel myeloid dibanding limfoid, menyebabkan penuaan imunologis yang tidak dapat diperbaiki bahkan dengan terapi pengganti ginjal atau transplantasi. 3
Akumulasi toksin uremik, stres oksidatif meningkat, disfungsi endotel, dan inflamasi derajat rendah kronis secara kolektif merusak respons imun normal. 2
Faktor Risiko Spesifik pada Pasien CKD
Malnutrisi dan indeks massa tubuh obesitas meningkatkan risiko infeksi oportunistik secara signifikan. 4
Usia lanjut dan komorbiditas seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular berkontribusi pada peningkatan kerentanan infeksi pada populasi CKD. 2, 4
Aktivitas penyakit yang sedang berlangsung meningkatkan risiko infeksi; setiap peningkatan 100 poin pada indeks aktivitas penyakit dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi oportunistik sebesar 30%. 4
Status Imunosupresi pada CKD
Imunosupresi Intrinsik
Pasien CKD secara inheren mengalami imunosupresi bahkan tanpa terapi imunosupresif, dengan gangguan reaksi normal sistem imun bawaan dan adaptif yang mempredisposisi peningkatan risiko infeksi, kanker terkait virus, dan respons vaksin yang berkurang. 3
Inflamasi kronis berperan sentral dalam progresi CKD dan akselerasi komplikasi terkait CKD, termasuk aterosklerosis, penyakit kardiovaskular, dan proses penuaan. 5
Imunosupresi Iatrogenik
Pasien transplantasi ginjal dengan terapi imunosupresif memiliki risiko infeksi yang jauh lebih tinggi, terutama infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit bawaan makanan seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Listeria monocytogenes. 4
Inhibitor asiditas lambung yang sering diberikan pasca transplantasi dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi intestinal dan respiratorik. 4
Manifestasi Klinis dan Dampak
Tingkat Hospitalisasi Infeksi
Tingkat hospitalisasi akibat pneumonia, sepsis/bakteremia, dan infeksi saluran kemih pada populasi CKD adalah 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan populasi non-CKD, dengan luaran pasien yang jauh lebih buruk. 1
Komplikasi infeksi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir, berkontribusi pada biaya perawatan kesehatan yang berlebihan. 2, 1
Infeksi Spesifik pada Pasien Dialisis
Pasien hemodialisis berisiko lebih besar terhadap berbagai jenis infeksi karena status imunokompromi mereka, dengan sepertiga pasien gagal ginjal menderita infeksi. 4
Endokarditis infektif adalah salah satu penyebab paling umum peningkatan mortalitas dan morbiditas pada pasien CKD. 4
Septicemia dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian kardiovaskular pada pasien dialisis. 4
Strategi Pencegahan yang Penting
Vaksinasi
Vaksin influenza dan pneumokokus adalah strategi pencegahan yang paling layak dan penting, namun tingkat vaksinasi influenza hanya 52% (target 90%) dan vaksinasi pneumonia pneumokokus hanya 13,5%. 1
Respons antibodi terhadap vaksinasi mungkin berkurang pada pasien CKD, sehingga strategi pemberian vaksin (dosis dan frekuensi) perlu dioptimalkan. 2
Keamanan Makanan untuk Pasien Imunosupresi
Pasien CKD stadium 1-5T yang imunosupresi harus menghindari makanan berisiko tinggi termasuk buah dan sayuran segar yang tidak dimasak, susu yang tidak dipasteurisasi, keju lunak, telur mentah, daging mentah, unggas mentah, ikan mentah, dan makanan laut mentah. 4
Praktik penanganan makanan yang aman meliputi mencuci tangan, memisahkan makanan mentah dari makanan siap saji, memasak pada suhu yang tepat, dan mendinginkan makanan dengan segera. 4
Peringatan Klinis Penting
Inflamasi kronis pada CKD tidak sepenuhnya reversibel dengan terapi pengganti ginjal, termasuk transplantasi ginjal, karena modifikasi epigenetik pada sel punca hematopoietik. 3
Penyakit kardiovaskular dan infeksi secara langsung atau tidak langsung terkait dengan respons imun yang berubah, dan bersama-sama menyumbang hingga 70% dari semua kematian pada pasien dengan disfungsi ginjal kronis. 3
Penggunaan kateter dialisis yang lebih sedikit dan peningkatan tingkat vaksinasi dapat secara signifikan meningkatkan pencegahan komplikasi infeksi mayor. 1