What outpatient treatment and discharge instructions are appropriate for a patient with improving left‑eye conjunctival redness?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Saran Terapi Pulang untuk Konjungtivitis Mata Kiri yang Membaik

Untuk konjungtivitis mata kiri yang sudah membaik, berikan air mata buatan tanpa pengawet untuk kenyamanan, edukasi kebersihan tangan yang ketat, dan instruksikan pasien untuk kembali jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam 2-3 minggu. 1

Terapi Suportif untuk Pulang

Untuk Konjungtivitis Viral (Paling Umum)

  • Air mata buatan yang didinginkan dapat memberikan kelegaan simptomatik dan membantu mengencerkan alergen serta mediator inflamasi pada permukaan okular 1
  • Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan dan memberikan kenyamanan 1
  • Antihistamin topikal (seperti olopatadine) dapat digunakan untuk mengurangi gejala jika ada komponen alergi atau iritasi, diteteskan 1 tetes pada mata yang terkena 2 kali sehari dengan jarak 6-8 jam 2
  • Hindari penggunaan antibiotik karena tidak memberikan manfaat pada konjungtivitis viral dan dapat menyebabkan toksisitas yang tidak perlu 1, 3

Untuk Konjungtivitis Bakterial Ringan (Jika Dicurigai)

  • Jika ada riwayat sekret mukopurulen dengan kelopak mata yang lengket di pagi hari, pertimbangkan antibiotik topikal spektrum luas selama 5-7 hari 3, 4
  • Pilihan antibiotik: eritromisin salep, polimiksin B/trimetoprim tetes, atau fluorokuinolon—pilih yang paling nyaman atau paling murah karena tidak ada bukti superioritas satu agen tertentu 3, 4
  • Pasien harus kembali dalam 3-4 hari jika tidak ada perbaikan 4

Edukasi Pencegahan Penularan

Kebersihan Tangan yang Ketat

  • Cuci tangan dengan sabun dan air secara teratur, terutama setelah menyentuh mata atau wajah 1, 3
  • Hindari berbagi handuk, bantal, atau barang pribadi lainnya 1
  • Hindari menggosok mata karena dapat memperburuk iritasi dan menyebarkan infeksi 1

Periode Kontagius

  • Untuk konjungtivitis viral, pasien harus meminimalkan kontak dengan orang lain selama 10-14 hari sejak onset gejala karena sangat menular 3
  • Virus dapat tetap infeksius pada permukaan dalam keadaan kering hingga 28 hari 1

Instruksi Kapan Harus Kembali (Red Flags)

Pasien harus segera kembali atau dirujuk ke oftalmologi jika mengalami: 3, 4

  • Penurunan penglihatan atau kehilangan penglihatan
  • Nyeri sedang hingga berat yang tidak membaik
  • Sekret purulen yang berat
  • Keterlibatan kornea (penglihatan kabur, fotofobia berat)
  • Jaringan parut konjungtiva
  • Tidak ada respons terhadap terapi setelah 3-4 hari pengobatan
  • Episode berulang
  • Riwayat penyakit mata herpes simpleks
  • Status immunocompromised

Pertimbangan Khusus

Jika Gejala Menetap Lebih dari 2-3 Minggu

  • Pasien yang tidak menggunakan kortikosteroid harus kembali jika gejala menetap lebih dari 2-3 minggu untuk evaluasi ulang 3
  • Konjungtivitis kronis dan/atau rekalsitran dapat mengindikasikan keganasan yang mendasari seperti karsinoma sel sebasea atau sel skuamosa 3

Hindari Kesalahan Umum

  • Jangan gunakan kortikosteroid topikal secara sembarangan karena dapat memperpanjang infeksi adenoviral dan memperburuk infeksi HSV 1, 3
  • Jangan gunakan vasokonstriktor kronis karena dapat menyebabkan vasodilatasi rebound setelah dihentikan 1
  • Buang wadah tetes mata multi-dosis jika terjadi kontak tidak sengaja dengan permukaan okular untuk mencegah kontaminasi silang 1

Untuk Konjungtivitis Alergi (Jika Ada Gatal Dominan)

  • Antihistamin topikal dengan aktivitas stabilisasi sel mast (seperti olopatadine atau ketotifen) adalah terapi lini pertama 1, 3
  • Gunakan kacamata hitam sebagai penghalang alergen udara 1
  • Hindari alergen yang diketahui dan pertimbangkan sprei hipoalergenik 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Clinical Presentation and Management of Conjunctivitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Bacterial Conjunctivitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.