What are the recommended exercise guidelines for a child with type 1 diabetes mellitus, including activity type, duration, frequency, glucose monitoring, and insulin dose adjustments?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Panduan Olahraga untuk Anak dengan Diabetes Melitus Tipe 1

Anak dengan diabetes melitus tipe 1 harus melakukan aktivitas fisik 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga berat, termasuk latihan kekuatan dan fleksibilitas minimal 3 hari per minggu, dengan pemantauan glukosa ketat dan penyesuaian insulin untuk mencegah hipoglikemia. 1

Jenis dan Durasi Aktivitas Fisik

Target aktivitas harian:

  • 60 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang (jalan cepat, menari) hingga berat (berlari, lompat tali) setiap hari 1
  • Latihan kekuatan otot dan tulang minimal 3 hari per minggu 1
  • Latihan fleksibilitas sebagai bagian dari rutinitas mingguan 1

Aktivitas aerobik memberikan manfaat kardiovaskular yang substansial dan dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, sensitivitas insulin, serta kesehatan psikologis pada anak dengan diabetes tipe 1. 1, 2, 3

Pemantauan Glukosa Sebelum, Selama, dan Setelah Olahraga

Target glukosa sebelum olahraga:

  • Glukosa darah harus berada dalam rentang 90-250 mg/dL (5.0-13.9 mmol/L) sebelum memulai aktivitas 1
  • Periksa glukosa darah 15-30 menit sebelum olahraga 4

Kapan menunda olahraga:

  • Tunda aktivitas intens jika glukosa ≥350 mg/dL (19.4 mmol/L) dengan keton urin sedang hingga besar, dan/atau β-hydroxybutyrate >1.5 mmol/L 1
  • Berhati-hati jika β-hydroxybutyrate ≥0.6 mmol/L karena risiko ketosis 1
  • Hiperglikemia yang disertai defisiensi insulin dapat memburuk dengan olahraga dan meningkatkan risiko ketosis 1

Pemantauan selama dan setelah olahraga:

  • Pemantauan glukosa yang sering sebelum, selama, dan setelah olahraga sangat penting, baik dengan glukometer maupun continuous glucose monitoring (CGM) 1
  • Glukosa dapat terus turun hingga 24-48 jam setelah olahraga karena peningkatan sensitivitas insulin dan pengisian ulang glikogen otot 4

Penyesuaian Insulin untuk Mencegah Hipoglikemia

Strategi utama - Pengurangan insulin prandial:

  • Kurangi dosis insulin kerja cepat (seperti lispro) sebesar 30-50% untuk makanan sebelum olahraga, kemudian sesuaikan berdasarkan respons glukosa 1, 4
  • Pengurangan insulin prandial sebesar 50-75% dapat menurunkan insiden hipoglikemia terkait olahraga hingga 75% 4
  • Hindari olahraga saat insulin kerja cepat mencapai puncak (1-2 jam setelah injeksi) karena menciptakan "efek ganda" pada pengambilan glukosa 4

Penyesuaian insulin basal:

  • Untuk pengguna pompa insulin: turunkan laju basal 10-50% atau hentikan selama 1-2 jam selama olahraga 1
  • Kurangi dosis insulin basal atau kerja panjang sebesar 20% setelah olahraga untuk mengurangi hipoglikemia tertunda 1
  • Pertimbangkan mengurangi dosis glargine malam hari sebesar 10-20% pada hari olahraga untuk mencegah hipoglikemia nokturnal 4

Peringatan penting:

  • Jangan menyuntikkan insulin ke otot yang akan digunakan untuk olahraga karena mempercepat penyerapan insulin; suntikkan di abdomen 4

Asupan Karbohidrat

Sebelum olahraga:

  • Konsumsi 15-30 gram karbohidrat sebelum olahraga jika glukosa cenderung rendah 4
  • Karbohidrat harus mudah diakses dan disesuaikan dengan jenis/intensitas aktivitas yang direncanakan 1

Selama olahraga:

  • Untuk olahraga yang berlangsung >60 menit, konsumsi 10-15 gram karbohidrat setiap 30-60 menit 1, 4

Setelah olahraga:

  • Konsumsi 5-30 gram karbohidrat dalam 30 menit setelah olahraga untuk mencegah hipoglikemia tertunda, terutama setelah latihan yang menguras glikogen 4
  • Pertimbangkan camilan sebelum tidur pada hari olahraga 1

Catatan penting: Mengandalkan karbohidrat saja tanpa penyesuaian insulin menyebabkan siklus hiperglikemia diikuti hipoglikemia dan mempersulit kontrol glikemik. 4

Algoritma Praktis untuk Hari Olahraga

Langkah 1 - Persiapan (15-30 menit sebelum):

  • Periksa glukosa darah; target 90-250 mg/dL 1, 4
  • Jika <90 mg/dL: konsumsi 15-20 gram karbohidrat dan tunda olahraga 4, 5
  • Jika ≥350 mg/dL: periksa keton; tunda jika keton positif 1

Langkah 2 - Penyesuaian insulin:

  • Kurangi insulin prandial pra-olahraga sebesar 30-50% (mulai dari sini, sesuaikan berdasarkan respons individual) 1, 4
  • Untuk pengguna pompa: turunkan basal 10-50% atau suspend selama olahraga 1

Langkah 3 - Selama olahraga:

  • Monitor gejala hipoglikemia (tremor, berkeringat, kebingungan) 4
  • Untuk aktivitas >60 menit: konsumsi 10-15 gram karbohidrat setiap 30-60 menit 1, 4
  • Pastikan karbohidrat kerja cepat selalu tersedia 1

Langkah 4 - Setelah olahraga:

  • Konsumsi 5-30 gram karbohidrat dalam 30 menit 4
  • Pertimbangkan camilan sebelum tidur 1
  • Kurangi insulin basal malam sebesar 10-20% jika perlu 4
  • Monitor glukosa hingga 24-48 jam setelah olahraga 4

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Jangan:

  • Menghilangkan insulin prandial sepenuhnya tanpa penggantian karbohidrat - ini menyebabkan hiperglikemia 4
  • Berolahraga dengan glukosa <90 mg/dL - risiko hipoglikemia akut sangat tinggi 4
  • Menyuntikkan insulin ke otot yang akan digunakan untuk olahraga 4
  • Mengabaikan pemantauan glukosa setelah olahraga - hipoglikemia dapat terjadi hingga 48 jam kemudian 4

Pertimbangan Khusus

Evaluasi medis:

  • Meskipun jarang pada populasi pediatrik, anak harus dievaluasi untuk kondisi komorbid atau komplikasi diabetes yang dapat membatasi partisipasi dalam program olahraga 1

Edukasi dan dukungan:

  • Anak dan orang tua harus menerima edukasi manajemen diabetes yang sensitif secara budaya dan sesuai perkembangan pada saat diagnosis dan secara rutin setelahnya 1
  • Keterlibatan keluarga adalah komponen vital dari manajemen diabetes optimal sepanjang masa kanak-kanak dan remaja 1, 6

Lingkungan sekolah:

  • Pelatihan personel sekolah atau penitipan anak untuk memberikan perawatan sesuai rencana manajemen medis diabetes anak sangat penting untuk akses yang aman ke semua kesempatan yang disponsori sekolah 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Exercise in pediatric type 1 diabetes.

Pediatric exercise science, 2014

Research

Exercise in Youth with Type 1 Diabetes.

Current pediatric reviews, 2015

Guideline

Preventing Post-Workout Hypoglycemia in Type 1 Diabetes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Hypoglycemia in Pediatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Pediatric Diabetes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Related Questions

What is an appropriate physiotherapy regimen for a patient with type 1 diabetes mellitus to improve cardiovascular fitness, muscle strength, flexibility, and balance while preventing hypoglycemia or hyperglycemia and protecting the feet?
Can I take Insulin-like Growth Factor-1 Long R3 (IGF-1LR3) with Type 1 Diabetes Mellitus (T1DM)?
What is the impact of exercise on Type 1 Diabetes (T1D) in automated systems?
What are the best practices for managing diabetes?
What is the role of exercise in automated systems for managing Type 1 Diabetes, according to Michael Riddell?
What is the recommended next management for a patient with confirmed factor V Leiden who has had recurrent thrombotic events despite appropriate dosing of a direct oral anticoagulant (DOAC) and therapeutic low‑molecular‑weight heparin (enoxaparin)?
What is the optimal management for a 77‑year‑old woman with severe atopic dermatitis presenting with extensive scaling, lichenification, and facial and extremity edema?
What should parents be told about a child with bronchial asthma who has a normal chest X‑ray between attacks?
What is the mechanism of action of flupirtine?
What is the next therapeutic option after a failed adalimumab (Humira) trial for moderate‑to‑severe psoriasis in an adult who has been screened for latent tuberculosis and hepatitis B/C and has no biologic contraindications?
In a patient with confirmed factor V Leiden and recurrent venous thromboembolism despite therapeutic direct oral anticoagulant and therapeutic low‑molecular‑weight heparin (enoxaparin), who refuses warfarin, what is the optimal next anticoagulation strategy?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.