Dosis Awal Warfarin untuk Lansia dengan DVT
Untuk pasien lansia (>70 tahun) dengan DVT akut, mulai warfarin dengan dosis 2-3 mg sekali sehari, bukan dosis standar 5 mg, karena pasien lansia memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap warfarin dan memerlukan dosis pemeliharaan yang lebih rendah sekitar 1 mg/hari dibandingkan pasien muda. 1
Terapi Antikoagulan Parenteral Awal (Bridging)
Warfarin tidak boleh diberikan sebagai monoterapi pada fase awal DVT. Pasien harus menerima antikoagulan parenteral bersamaan:
Heparin tidak terfraksinasi (UFH): Bolus IV 80 U/kg diikuti infus kontinu 18 U/kg/jam, disesuaikan untuk mencapai aPTT yang sesuai dengan kadar anti-faktor Xa 0,3-0,7 IU/mL 1, 2
Low molecular weight heparin (LMWH) - pilihan yang lebih disukai untuk sebagian besar pasien:
Fondaparinux - dosis berdasarkan berat badan:
- <50 kg: 5 mg sekali sehari
- 50-100 kg: 7,5 mg sekali sehari
100 kg: 10 mg sekali sehari 1
Peringatan penting: Pada pasien dengan gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/menit), hindari LMWH dan gunakan UFH sebagai gantinya karena LMWH terakumulasi dan meningkatkan risiko perdarahan 1, 2
Inisiasi dan Titrasi Warfarin
Dosis Awal untuk Lansia
- Pasien ≥75 tahun: Mulai dengan 2-3 mg sekali sehari 1, 3
- Pasien dengan status nutrisi buruk, penyakit hati, atau obat yang mempengaruhi metabolisme warfarin: Mulai dengan 2-4 mg sekali sehari 1, 3
- Jangan gunakan loading dose - ini dapat meningkatkan INR secara berlebihan dan menyebabkan komplikasi perdarahan 4, 3
Target INR dan Durasi Overlap
- Target INR: 2,0-3,0 (optimal 2,5) 5, 1, 2
- Durasi overlap dengan antikoagulan parenteral: Minimal 5 hari DAN sampai INR ≥2,0 selama minimal 24 jam pada 2 pengukuran berturut-turut 1, 2
- Jangan hentikan antikoagulan parenteral sebelum kriteria ini terpenuhi, bahkan jika satu pembacaan INR sudah terapeutik 2
Rasional untuk Overlap yang Adekuat
Meskipun INR dapat mencapai 2,0-3,0 dalam beberapa hari, deplesi lengkap semua faktor pembekuan yang bergantung pada vitamin K (terutama faktor II/protrombin) memerlukan waktu lebih lama. Overlap yang tidak memadai meningkatkan risiko propagasi trombus 1
Monitoring INR
Fase Awal (5-7 Hari Pertama)
- Mulai warfarin dalam 24 jam setelah memulai antikoagulan parenteral 2
- Periksa INR setiap hari atau setiap hari kedua sampai mencapai rentang terapeutik 1
Setelah Mencapai INR Terapeutik
- Periksa INR 2 kali seminggu selama 2 minggu pertama 2
- Kemudian periksa mingguan selama 1 bulan 1, 2
- Setelah stabil, perpanjang interval menjadi setiap 2-4 minggu 1
- Untuk pasien dengan INR yang konsisten stabil, interval dapat diperpanjang hingga 4-6 minggu maksimal 1, 3
Setelah Penyesuaian Dosis
Durasi Terapi Berdasarkan Skenario Klinis
- DVT provoked (dengan faktor risiko reversibel): 3 bulan 1, 2
- DVT unprovoked/idiopatik: 6-12 bulan 1, 2
- DVT berulang: Terapi indefinit dengan penilaian ulang berkala risiko/manfaat 1, 2
- DVT terkait kanker: LMWH monoterapi lebih disukai daripada warfarin, minimal 3-6 bulan atau selama kanker/kemoterapi masih berlangsung 1, 2
Penyesuaian Dosis
- Sebagian besar perubahan harus mengubah dosis mingguan total sebesar 5-20% 3
- Dosis tidak perlu disesuaikan untuk satu INR yang sedikit di luar rentang 3
- Untuk INR yang sangat tinggi (≥9) tanpa perdarahan: Berikan vitamin K1 dosis rendah (2,5 mg phytonadione oral) 3
- Untuk perdarahan penting secara klinis dengan INR berlebihan: Berikan faktor pembekuan (fresh-frozen plasma) plus vitamin K1 3
Pertimbangan Khusus untuk Lansia
- Risiko perdarahan lebih tinggi: Pasien ≥75 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk perdarahan gastrointestinal dan intrakranial, sehingga kontrol INR yang ketat sangat penting 6
- Sensitivitas warfarin meningkat: Lansia memerlukan sekitar 1 mg/hari lebih sedikit dibandingkan pasien muda untuk mencapai INR yang sama 1
- Monitoring lebih ketat: Evaluasi tanda perdarahan (perdarahan gusi, mudah memar, darah dalam urin atau tinja) pada setiap kunjungan 6
- Edukasi diet: Tekankan pentingnya asupan vitamin K yang konsisten 6
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan hentikan antikoagulan parenteral terlalu dini - tunggu sampai INR ≥2,0 selama minimal 24 jam pada 2 pengukuran berturut-turut 2
- Jangan tambahkan aspirin atau NSAID kecuali ada indikasi spesifik - ini meningkatkan risiko perdarahan tanpa memberikan manfaat tambahan untuk DVT 2
- Hindari trombolisis rutin atau filter vena kava inferior - ini hanya untuk trombosis yang mengancam ekstremitas atau kontraindikasi absolut terhadap antikoagulasi 2
- Jangan gunakan dosis tetap 1 mg warfarin - ini terbukti tidak efektif untuk profilaksis 5
Indikasi untuk Beralih ke Antikoagulan Lain
Jika DVT berulang terjadi saat warfarin terapeutik (INR 2,0-3,0), pertimbangkan untuk beralih ke LMWH atau DOAC (jika tersedia di masa depan di fasilitas Anda) 2