Terapi Lini Kedua untuk Karsinoma Nasofaring Non-Keratinisasi Diferensiasi Buruk dengan Keterlibatan Meningeal Setelah Kegagalan Multipel Kemoterapi
Imunoterapi dengan inhibitor PD-1 (nivolumab, pembrolizumab, atau camrelizumab) merupakan pilihan terapi lini berikutnya yang paling direkomendasikan untuk pasien ini, dengan tingkat respons 20-34% dan merupakan kemajuan paling signifikan dalam penanganan karsinoma nasofaring yang telah mendapat banyak lini terapi sebelumnya. 1
Rasional Pemilihan Imunoterapi sebagai Prioritas Utama
Pasien ini telah mengalami progressive disease setelah:
- 3 siklus cisplatin-paclitaxel (partial response awal)
- 2 siklus gemcitabine-carboplatin-nimotuzumab (progressive disease dengan keterlibatan meningeal)
Imunoterapi menjadi pilihan superior karena:
- Camrelizumab menunjukkan tingkat respons tertinggi 34%, diikuti pembrolizumab 25%, dan nivolumab 20% pada pasien karsinoma nasofaring rekuren/metastatik 1
- Patogenesis karsinoma nasofaring yang didorong oleh EBV memberikan dasar biologis untuk efikasi imunoterapi 1
- Pasien telah menunjukkan resistensi platinum setelah dua lini terapi berbasis platinum, sehingga kemoterapi sitotoksik tambahan memiliki kemungkinan respons yang lebih rendah 1
Pertimbangan Khusus untuk Keterlibatan Meningeal
Keterlibatan leptomeningeal (meningeal carcinomatosis) merupakan komplikasi serius yang memerlukan pendekatan khusus:
- Karsinoma nasofaring memiliki kecenderungan tertinggi untuk bermetastasis di antara kanker kepala dan leher 2
- Untuk penyakit oligometastatik (1-3 lokasi), terapi lokal agresif harus dipertimbangkan dikombinasikan dengan terapi sistemik 1
- Radioterapi definitif ke lokasi metastasis yang progresif dikombinasikan dengan terapi sistemik dapat mencapai survival jangka panjang 1
Algoritma Pengambilan Keputusan Berdasarkan Status Performa
Jika ECOG Performance Status 0-1:
- Pilihan pertama: Imunoterapi dengan inhibitor PD-1 (camrelizumab > pembrolizumab > nivolumab berdasarkan tingkat respons) 1
- Pertimbangkan radioterapi paliatif ke lokasi meningeal yang simptomatik bersamaan dengan imunoterapi 1
- Monitor kadar EBV DNA plasma sebagai faktor prognostik 1
Jika ECOG Performance Status 2-3:
- Pertimbangkan kemoterapi agen tunggal atau best supportive care 1
- Radioterapi paliatif untuk kontrol gejala neurologis dari keterlibatan meningeal 2
Opsi Kemoterapi Sitotoksik Alternatif
Jika imunoterapi tidak tersedia atau kontraindikasi, pilihan kemoterapi meliputi:
Agen Tunggal yang Direkomendasikan:
- 5-fluorouracil atau capecitabine sebagai agen tunggal pilihan (backbone fluoropyrimidine belum digunakan pada pasien ini) 1
- Docetaxel sebagai taxane alternatif dari paclitaxel 1
- Irinotecan sebagai topoisomerase inhibitor dengan mekanisme berbeda 1
- Vinorelbine sebagai opsi vinca alkaloid 1
Kombinasi Kemoterapi:
- Polikemoterapi mencapai tingkat respons 64% versus 24% untuk monoterapi, tetapi dengan biaya toksisitas kumulatif yang jauh lebih tinggi 1
- Median progression-free survival sekitar 5 bulan 1
- Median overall survival sekitar 12 bulan 1
Peringatan Penting dan Jebakan Klinis
Hindari kesalahan berikut:
Jangan mengabaikan imunoterapi sebagai opsi pilihan dalam setting ini, karena merupakan kemajuan paling signifikan dalam penanganan karsinoma nasofaring yang telah mendapat banyak lini terapi 1
Jangan otomatis memilih kemoterapi kombinasi tanpa mempertimbangkan beban toksisitas kumulatif pada pasien yang telah menerima dua lini terapi berbasis platinum 1
Jangan melanjutkan terapi berbasis platinum yang tidak efektif, karena pasien ini telah menunjukkan resistensi platinum setelah dua lini 1
Jangan melewatkan penyakit oligometastatik yang dapat memperoleh manfaat dari terapi lokal agresif dikombinasikan dengan terapi sistemik 1
Jangan mengabaikan kontrol gejala neurologis dari keterlibatan meningeal dengan radioterapi paliatif 2
Monitoring dan Biomarker Prognostik
- Kadar EBV DNA plasma harus dimonitor karena memberikan informasi prognostik pada pasien metastatik, dengan elevasi persisten mengindikasikan biologi penyakit yang agresif 1
- Evaluasi respons neurologis secara berkala untuk menilai kontrol keterlibatan meningeal
Opsi Investigasional
Jika tersedia, pertimbangkan:
- Adoptive immunotherapy dengan cytotoxic T-cell lymphocyte (CTL) telah menunjukkan aktivitas pada pasien yang telah mendapat banyak terapi sebelumnya 1
- Partisipasi dalam uji klinis sangat dianjurkan untuk populasi yang telah mendapat banyak terapi ini, karena positioning terapeutik dari agen-agen baru masih dalam tahap definisi 1