Dosis Metilprednisolon untuk Abses Mandibula pada Anak
Untuk abses mandibula pada anak, metilprednisolon TIDAK direkomendasikan sebagai terapi utama—fokus utama adalah drainase bedah atau perkutan dikombinasi dengan antibiotik. Kortikosteroid seperti metilprednisolon tidak memiliki peran yang terbukti dalam penatalaksanaan abses mandibula pediatrik dan dapat memperburuk infeksi dengan menekan respons imun lokal.
Prinsip Penatalaksanaan Abses Mandibula
Abses mandibula memerlukan drainase sebagai terapi primer, bukan kortikosteroid. Pendekatan yang tepat adalah:
- Drainase bedah atau perkutan merupakan terapi definitif untuk abses, dengan antibiotik sebagai terapi adjuvan 1
- Antibiotik harus ditambahkan jika terdapat tanda infeksi sistemik, eritema meluas >5 cm dari tepi luka, atau pasien memiliki komorbiditas signifikan 1
- Untuk abses kecil tanpa fistula terkait dan pada pasien yang belum mendapat imunomodulator, antibiotik saja dapat dipertimbangkan, namun pembedahan memberikan hasil terbaik (efikasi 1 tahun 91% vs 63% dengan antibiotik saja) 2
Mengapa Kortikosteroid Tidak Tepat untuk Abses
Kortikosteroid dapat memperburuk kontrol infeksi dan tidak memiliki bukti manfaat pada abses aktif:
- Tidak ada guideline atau penelitian yang mendukung penggunaan metilprednisolon untuk abses mandibula pada anak
- Kortikosteroid menekan respons inflamasi yang diperlukan untuk kontrol infeksi lokal
- Penggunaan kortikosteroid pada infeksi aktif dapat menyebabkan penyebaran infeksi dan komplikasi septik
Konteks Penggunaan Metilprednisolon pada Bedah Mandibula
Metilprednisolon hanya digunakan untuk mengurangi edema pasca-operasi pada prosedur elektif, BUKAN untuk infeksi aktif:
- Untuk bedah molar ketiga elektif (bukan abses), dosis metilprednisolon 40-80 mg oral berdasarkan berat badan diberikan 1 jam pra-operasi untuk mengurangi trismus, edema, dan nyeri pasca-operasi 3
- Dosis 1,5-3 mg/kg IV tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam outcome 4
- Injeksi submukosal 40 mg metilprednisolon efektif mengurangi sekuele pasca-operasi 5
- Namun ini hanya untuk prosedur elektif tanpa infeksi aktif 3, 5, 6
Rekomendasi Terapi untuk Abses Mandibula Pediatrik
Algoritma penatalaksanaan yang tepat:
- Evaluasi keparahan: Periksa tanda infeksi sistemik (demam, takikardia, leukositosis), ukuran abses, dan ada tidaknya fistula
- Drainase: Lakukan insisi dan drainase atau drainase perkutan sebagai terapi primer 1
- Antibiotik empirik: Berikan antibiotik dengan cakupan MRSA dan streptokokus:
- Rawat inap jika: Terdapat tanda sepsis, kompromi jalan napas, atau kegagalan terapi rawat jalan
- Vancomycin 15 mg/kg IV setiap 6 jam untuk kasus berat 1
Peringatan Penting
- Jangan pernah memberikan kortikosteroid pada abses aktif karena risiko penyebaran infeksi
- Abses yang gagal dengan drainase saja memerlukan antibiotik, bukan kortikosteroid 1
- Kegagalan terapi antibiotik awal berhubungan dengan penggunaan imunomodulator sebelumnya, adanya fistula, dan ukuran abses yang lebih besar 2