In an adult patient with agitation, is bisoprolol appropriate for treatment?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Bisoprolol Tidak Tepat untuk Agitasi

Bisoprolol adalah beta-blocker yang diindikasikan untuk hipertensi, gagal jantung, dan aritmia—bukan untuk agitasi. Tidak ada pedoman klinis atau bukti yang mendukung penggunaan bisoprolol untuk mengelola agitasi pada pasien dewasa 1.

Mengapa Bisoprolol Tidak Sesuai

  • Bisoprolol adalah beta-1 selective adrenoceptor antagonist yang bekerja dengan menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan kontraktilitas jantung 2, 3
  • Mekanisme kerja bisoprolol tidak memiliki efek langsung pada neurotransmitter yang mengatur agitasi (seperti dopamin, serotonin, atau GABA) 2, 4
  • Indikasi yang disetujui untuk bisoprolol adalah hipertensi, angina pectoris, gagal jantung kronik, dan aritmia—tidak ada indikasi untuk gangguan perilaku atau agitasi 1, 5, 6

Pilihan Pengobatan yang Tepat untuk Agitasi

Untuk Agitasi Akut Berat (dengan risiko bahaya langsung)

  • Haloperidol 0.5-1 mg oral atau subkutan adalah pilihan lini pertama untuk agitasi akut berat pada pasien lansia, dengan maksimum 5 mg per hari 1, 7
  • Benzodiazepine (lorazepam atau midazolam) dapat digunakan untuk agitasi akut yang tidak terkait dengan delirium, tetapi harus dihindari pada pasien lansia dengan demensia kecuali untuk withdrawal alkohol atau benzodiazepine 1, 7

Untuk Agitasi Kronis pada Demensia

  • SSRI (citalopram 10-40 mg/hari atau sertraline 25-200 mg/hari) adalah pilihan farmakologis lini pertama untuk agitasi kronis tanpa fitur psikotik 7
  • Antipsikotik atipikal (risperidone 0.25-1.25 mg/hari) hanya untuk agitasi berat dengan fitur psikotik atau agresi yang mengancam keselamatan, setelah intervensi non-farmakologis gagal 7

Intervensi Non-Farmakologis Harus Dicoba Terlebih Dahulu

  • Identifikasi dan obati penyebab medis reversibel: nyeri, infeksi (ISK, pneumonia), konstipasi, retensi urin, dehidrasi, gangguan metabolik 7
  • Modifikasi lingkungan: pencahayaan yang memadai, mengurangi kebisingan berlebihan, rutinitas harian yang dapat diprediksi 7
  • Teknik komunikasi: nada tenang, perintah satu langkah sederhana, sentuhan lembut untuk meyakinkan 7

Peringatan Penting

  • Jangan pernah menggunakan bisoprolol untuk agitasi—ini bukan indikasi yang disetujui dan tidak memiliki mekanisme kerja yang relevan 1, 2
  • Semua antipsikotik meningkatkan risiko mortalitas 1.6-1.7 kali lebih tinggi pada pasien lansia dengan demensia dibandingkan plasebo 7
  • Benzodiazepine meningkatkan insidensi dan durasi delirium pada pasien lansia, dan menyebabkan agitasi paradoksal pada sekitar 10% pasien lansia 1, 7

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.