Mengapa Imunisasi Campak Penting untuk Mencegah Komplikasi Campak
Imunisasi campak sangat penting karena mencegah komplikasi serius dan kematian—campak menyebabkan ensefalitis pada sekitar 1 dari 1.000 kasus dan kematian pada 1-2 dari 1.000 kasus yang dilaporkan, dengan pneumonia sebagai komplikasi fatal utama. 1, 2
Komplikasi Serius yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi
Campak bukan penyakit ringan—virus ini menyebabkan spektrum komplikasi yang mengancam jiwa:
- Komplikasi neurologis: Ensefalitis terjadi pada sekitar 1 per 1.000 kasus campak dan sering meninggalkan kerusakan neurologis permanen 1, 2
- Komplikasi pernapasan: Pneumonia adalah penyebab utama kematian akibat campak, dengan bronkopneumonia sebagai komplikasi yang sering terjadi 1, 2
- Komplikasi lainnya: Diare (komplikasi paling umum), otitis media, dan pada kasus jarang—subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), penyakit sistem saraf pusat yang fatal dan progresif yang dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi 1, 2
Populasi Berisiko Tinggi
Kelompok tertentu menghadapi risiko mortalitas dan komplikasi yang jauh lebih tinggi:
- Bayi dan anak kecil memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan anak yang lebih besar 1, 2
- Orang dewasa mengalami tingkat komplikasi yang lebih tinggi, dengan risiko ensefalitis yang lebih besar dibandingkan anak-anak 1, 2
- Wanita hamil mengalami peningkatan risiko persalinan prematur, keguguran spontan, dan bayi dengan berat lahir rendah 1, 2
- Individu dengan sistem kekebalan yang lemah dapat mengalami infeksi yang parah dan berkepanjangan, kadang tanpa ruam khas 1, 2
Efektivitas Vaksin dalam Mencegah Komplikasi
Vaksin campak memberikan perlindungan yang sangat efektif:
- Satu dosis vaksin campak hidup yang diberikan pada atau setelah ulang tahun pertama memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit campak pada ≥95% anak yang divaksinasi pada usia ≥15 bulan, kemungkinan berlangsung seumur hidup 1
- Jadwal dua dosis direkomendasikan untuk memastikan tingkat kekebalan yang tinggi—dosis pertama pada 12-15 bulan, dosis kedua pada 4-6 tahun 2, 3
- Vaksinasi mencegah imunosupresi yang terkait dengan infeksi campak, yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi non-campak selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi akut 4
Dampak Imunisasi Terhadap Mortalitas
Bukti menunjukkan dampak vaksinasi yang melampaui pencegahan campak saja:
- Imunisasi campak dikaitkan dengan pengurangan mortalitas sebesar 30% atau lebih—dampak ini jauh lebih besar daripada yang diharapkan dari proporsi semua kematian yang disebabkan oleh campak saja 5
- Pengurangan mortalitas ini kemungkinan terjadi karena vaksin mencegah imunosupresi persisten yang terkait dengan infeksi campak 5, 4
- Program vaksinasi campak telah menjadi salah satu pencapaian kesehatan masyarakat terbesar, mengurangi dan menghilangkan campak endemik di seluruh Amerika dan sebagian besar dunia 4
Peringatan Penting
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam program imunisasi campak:
- Kontraindikasi absolut termasuk kehamilan, imunosupresi berat (misalnya defisiensi imun primer, leukemia, limfoma, atau terapi imunosupresif), dan alergi terhadap komponen vaksin 2, 3
- Individu dengan imunosupresi tidak boleh menerima vaksin MMR atau MMRV yang hidup-dilemahkan, tetapi kontak dekat mereka harus divaksinasi untuk melindungi pasien yang rentan 1
- Profilaksis pasca-pajanan dengan vaksin MMR dalam 72 jam setelah pajanan dapat memberikan perlindungan atau memodifikasi keparahan penyakit 1, 2
- Untuk kontak yang tidak dapat menerima vaksin (bayi ≤12 bulan, wanita hamil, individu dengan imunosupresi), immune globulin (IG) 0,25 mL/kg (maksimum 15 mL) dalam 6 hari setelah pajanan direkomendasikan; untuk individu dengan imunosupresi, dosis ditingkatkan menjadi 0,5 mL/kg 1, 2, 6
Kesimpulan Praktis
Imunisasi campak adalah intervensi kesehatan masyarakat yang sangat efektif yang tidak hanya mencegah penyakit campak akut tetapi juga komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang serius, termasuk ensefalitis, pneumonia, dan kematian. Dengan tingkat cakupan vaksinasi yang tinggi (>95%), transmisi campak dapat dicegah di populasi. 1, 2