What is the recommended management for a human immunodeficiency virus (HIV) patient with severe immunosuppression (CD4 count 90 cells/µL)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Pasien HIV dengan CD4 90 sel/µL

Rekomendasi Utama

Pasien dengan CD4 90 sel/µL harus segera memulai terapi antiretroviral (ARV) sesegera mungkin, idealnya dalam 7 hari atau bahkan pada hari yang sama saat diagnosis, kecuali ada infeksi oportunistik aktif yang memerlukan pertimbangan waktu khusus. 1

Inisiasi Terapi Antiretroviral

Waktu Memulai ARV

  • Mulai ARV segera pada semua pasien HIV dengan imunosupresi berat (CD4 <200 sel/µL), karena penundaan meningkatkan mortalitas dan progresivitas penyakit 1
  • Terapi dapat dimulai pada hari diagnosis atau kunjungan klinik pertama jika pasien siap dan tidak ada infeksi oportunistik yang mengharuskan penundaan 1
  • Pendekatan rapid-start (≤7 hari) mempercepat supresi viral dan meningkatkan retensi dalam perawatan 1

Evaluasi Laboratorium Baseline

Sebelum memulai ARV, lakukan pemeriksaan berikut (tetapi jangan tunda terapi menunggu hasil): 2

  • Hitung CD4+ T cell (sudah diketahui: 90 sel/µL)
  • Viral load HIV RNA plasma
  • Darah lengkap dan profil kimia
  • Serologi hepatitis B dan C 1
  • Fungsi ginjal dan hepar 1
  • Profil lipid dan glukosa 1
  • Tes kulit tuberkulin, serologi toksoplasmosis IgG, VDRL 2
  • Pemeriksaan ginekologi dengan Pap smear (untuk perempuan) 2

Pengecualian penting: Hanya tes HLA-B*5701 yang boleh menunda terapi jika abacavir direncanakan 1

Regimen ARV Lini Pertama yang Direkomendasikan

Pilihan Utama (Berbasis Integrase Inhibitor)

Bictegravir + tenofovir alafenamide (TAF) + emtricitabine sekali sehari adalah regimen lini pertama utama karena: 1

  • Tingkat supresi viral tinggi
  • Tolerabilitas sangat baik dengan toksisitas minimal
  • Interaksi obat terbatas
  • Barrier resistensi tinggi
  • Tidak memerlukan tes HLA-B*5701

Alternatif setara:

  • Dolutegravir + TAF/emtricitabine - memberikan efikasi sebanding dengan profil keamanan ginjal dan tulang yang superior 1
  • Dolutegravir + abacavir + lamivudine - hanya jika HLA-B*5701 negatif dan tidak ada risiko kardiovaskular signifikan 1

Profilaksis Infeksi Oportunistik (WAJIB pada CD4 90 sel/µL)

Profilaksis Pneumocystis Pneumonia (PCP)

Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) 800mg/160mg (double-strength) 1 tablet oral 3x seminggu 2, 3

  • Mulai segera karena CD4 <200 sel/µL 2, 3
  • Lanjutkan sampai CD4 >200 sel/µL selama ≥3 bulan setelah inisiasi ARV 3
  • Alternatif jika tidak toleran TMP-SMX: Dapsone 100 mg oral sekali sehari 2, 3

Profilaksis Toksoplasmosis

Jika serologi IgG toksoplasmosis positif (harus diperiksa): 2

  • TMP-SMX dosis yang sama untuk PCP sudah memberikan perlindungan silang terhadap toksoplasmosis 2
  • Mulai saat CD4 <100 sel/µL 2
  • Alternatif: Dapsone 50 mg oral harian + pyrimethamine 50 mg oral mingguan + leucovorin 25 mg oral mingguan 2

Profilaksis Mycobacterium Avium Complex (MAC)

TIDAK lagi direkomendasikan jika ARV efektif dimulai segera 1, 3

  • Pada era sebelumnya, azithromycin 1200 mg oral seminggu sekali digunakan saat CD4 <50 sel/µL 2
  • Dengan inisiasi ARV cepat, profilaksis MAC tidak diperlukan 1, 3

Profilaksis Kriptokokus

Tidak dianjurkan di negara dengan insidensi penyakit rendah 1

Pertimbangan Khusus Jika Ada Infeksi Oportunistik Aktif

Tuberkulosis (TB)

Jika pasien memiliki TB aktif bersamaan dengan CD4 90 sel/µL:

  • Mulai ARV 2 minggu setelah memulai terapi TB (karena CD4 <50 sel/µL tanpa meningitis TB) 1
  • Jangan tunda lebih dari 2 minggu karena mortalitas meningkat tajam 1, 4
  • Regimen ARV yang kompatibel dengan rifampisin:
    • Dolutegravir 50 mg dua kali sehari, ATAU 1
    • Efavirenz 600 mg sekali sehari, ATAU 1
    • Raltegravir 800 mg dua kali sehari 1
    • Masing-masing dikombinasi dengan 2 NRTI 1
  • JANGAN gunakan bictegravir dengan rifampisin karena interaksi obat signifikan 1

Meningitis Kriptokokus

Jika dicurigai atau terkonfirmasi:

  • Tunda ARV 2-4 minggu setelah memulai terapi antijamur untuk menurunkan risiko IRIS berat 1
  • Mulai ARV pada minggu ke-2 jika: perbaikan klinis, tekanan intrakranial terkontrol, kultur CSF negatif, dan dapat dipantau ketat 1
  • Mulai ARV pada minggu ke-4 jika kriteria di atas tidak terpenuhi 1

Infeksi Oportunistik Lain

  • Untuk sebagian besar IO lain (misalnya pneumonia Pneumocystis, infeksi bakteri serius), mulai ARV dalam 2 minggu setelah memulai terapi spesifik infeksi 1

Vaksinasi yang Direkomendasikan

  • Vaksin pneumokokus 23-valent - dapat diberikan meskipun CD4 <200 sel/µL, tetapi respons imun mungkin suboptimal 2
  • Vaksin influenza inaktivated trivalent - setiap tahun sebelum musim influenza 2
  • Vaksin hepatitis B - jika serologi menunjukkan kerentanan 2
  • Vaksin hepatitis A - jika berisiko tinggi (pengguna narkoba, laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki) 2

Monitoring Setelah Inisiasi ARV

  • Viral load HIV RNA: Periksa pada 4-8 minggu setelah inisiasi ARV, kemudian setiap 3 bulan sampai <50 copies/mL selama 1 tahun, lalu setiap 6 bulan 1
  • CD4 count: Monitor setiap 3-6 bulan untuk melacak pemulihan imun 1, 5
  • Tujuan terapi: Mencapai viral load tidak terdeteksi (<50 copies/mL) untuk mencegah kerusakan imunologis ireversibel 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • JANGAN tunda ARV sambil menunggu hasil laboratorium lengkap, kecuali HLA-B*5701 jika abacavir dipertimbangkan 1
  • JANGAN gunakan regimen berbasis abacavir atau NNRTI untuk inisiasi hari yang sama karena memerlukan tes baseline; lebih baik kombinasi tenofovir-InSTI 1
  • JANGAN mulai ARV terlalu cepat pada meningitis kriptokokus tanpa memenuhi kriteria klinis ketat untuk menghindari IRIS berat 1
  • JANGAN kombinasikan bictegravir dengan rifampisin pada pasien TB karena interaksi signifikan 1
  • JANGAN hentikan profilaksis PCP prematur - pastikan CD4 >200 sel/µL selama ≥3 bulan dengan supresi virologis berkelanjutan 3
  • JANGAN abaikan skrining TB - TB dapat terjadi pada setiap tingkat CD4, tetapi risiko meningkat tajam saat CD4 <300 sel/µL 3, 5

Pertimbangan Kualitas Hidup

Dengan CD4 90 sel/µL, pasien berisiko tinggi untuk:

  • Infeksi oportunistik yang mengancam jiwa 2
  • Progresivitas penyakit cepat tanpa terapi 2
  • Mortalitas meningkat jika ARV ditunda 1, 6

Regimen modern berbasis integrase inhibitor menawarkan: 1

  • Dosis sekali sehari yang nyaman
  • Efek samping minimal
  • Supresi viral cepat (sering dalam 4-12 minggu) 7
  • Pemulihan imun yang signifikan (peningkatan CD4 biasanya 100-200 sel/mm³) 2

Related Questions

What is the recommended treatment for HIV (Human Immunodeficiency Virus) according to the CDC (Centers for Disease Control and Prevention)?
What is the treatment for a patient with a severely impaired immune system, as indicated by a CD4 (Cluster of Differentiation 4) count of 5?
What is the recommended algorithm for initiating and managing antiretroviral therapy in a newly diagnosed HIV‑1‑positive adult (or adolescent), including baseline laboratory evaluation, first‑line regimen selection, adjustments for renal impairment, hepatitis B co‑infection, pregnancy, resistance mutations, and follow‑up monitoring?
What is the initial approach to a 39-year-old patient with a new diagnosis of Human Immunodeficiency Virus (HIV)?
In a patient with acute retroviral syndrome in Colombia, should active tuberculosis be screened for before initiating antiretroviral therapy?
What is the appropriate workup and first‑line treatment for a congenital cystic hygroma presenting as a soft, compressible, transilluminating neck mass in an infant?
What are the detailed classifications of status epilepticus, including time course (early, established, refractory, super‑refractory), clinical type (convulsive versus non‑convulsive with EEG subtypes), underlying etiology (acute symptomatic, remote symptomatic, cryptogenic/idiopathic), pharmacologic response (responsive, refractory, pharmacoresistant), and EEG patterns?
What is the approved (intended) indication of baclofen (extended‑release) for treating chronic upper and mid‑back muscle pain in a middle‑aged patient with full‑body stiffness, tachycardia, erectile dysfunction, insomnia, and melasma?
How should I medically manage severe flank pain from obstructive hydronephrosis, including appropriate analgesia based on renal function, infection assessment, empiric antibiotics, and urgent urinary drainage?
Can parasitic infections cause leukopenia and anemia?
How should I initiate sacubitril/valsartan (Entresto) in an adult with symptomatic heart failure with reduced ejection fraction (NYHA class II‑III, EF ≤40%) who is already on a stable ACE inhibitor, ARB, beta‑blocker, and mineralocorticoid receptor antagonist?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.