Manajemen Pasien HIV dengan CD4 90 sel/µL
Rekomendasi Utama
Pasien dengan CD4 90 sel/µL harus segera memulai terapi antiretroviral (ARV) sesegera mungkin, idealnya dalam 7 hari atau bahkan pada hari yang sama saat diagnosis, kecuali ada infeksi oportunistik aktif yang memerlukan pertimbangan waktu khusus. 1
Inisiasi Terapi Antiretroviral
Waktu Memulai ARV
- Mulai ARV segera pada semua pasien HIV dengan imunosupresi berat (CD4 <200 sel/µL), karena penundaan meningkatkan mortalitas dan progresivitas penyakit 1
- Terapi dapat dimulai pada hari diagnosis atau kunjungan klinik pertama jika pasien siap dan tidak ada infeksi oportunistik yang mengharuskan penundaan 1
- Pendekatan rapid-start (≤7 hari) mempercepat supresi viral dan meningkatkan retensi dalam perawatan 1
Evaluasi Laboratorium Baseline
Sebelum memulai ARV, lakukan pemeriksaan berikut (tetapi jangan tunda terapi menunggu hasil): 2
- Hitung CD4+ T cell (sudah diketahui: 90 sel/µL)
- Viral load HIV RNA plasma
- Darah lengkap dan profil kimia
- Serologi hepatitis B dan C 1
- Fungsi ginjal dan hepar 1
- Profil lipid dan glukosa 1
- Tes kulit tuberkulin, serologi toksoplasmosis IgG, VDRL 2
- Pemeriksaan ginekologi dengan Pap smear (untuk perempuan) 2
Pengecualian penting: Hanya tes HLA-B*5701 yang boleh menunda terapi jika abacavir direncanakan 1
Regimen ARV Lini Pertama yang Direkomendasikan
Pilihan Utama (Berbasis Integrase Inhibitor)
Bictegravir + tenofovir alafenamide (TAF) + emtricitabine sekali sehari adalah regimen lini pertama utama karena: 1
- Tingkat supresi viral tinggi
- Tolerabilitas sangat baik dengan toksisitas minimal
- Interaksi obat terbatas
- Barrier resistensi tinggi
- Tidak memerlukan tes HLA-B*5701
Alternatif setara:
- Dolutegravir + TAF/emtricitabine - memberikan efikasi sebanding dengan profil keamanan ginjal dan tulang yang superior 1
- Dolutegravir + abacavir + lamivudine - hanya jika HLA-B*5701 negatif dan tidak ada risiko kardiovaskular signifikan 1
Profilaksis Infeksi Oportunistik (WAJIB pada CD4 90 sel/µL)
Profilaksis Pneumocystis Pneumonia (PCP)
Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) 800mg/160mg (double-strength) 1 tablet oral 3x seminggu 2, 3
- Mulai segera karena CD4 <200 sel/µL 2, 3
- Lanjutkan sampai CD4 >200 sel/µL selama ≥3 bulan setelah inisiasi ARV 3
- Alternatif jika tidak toleran TMP-SMX: Dapsone 100 mg oral sekali sehari 2, 3
Profilaksis Toksoplasmosis
Jika serologi IgG toksoplasmosis positif (harus diperiksa): 2
- TMP-SMX dosis yang sama untuk PCP sudah memberikan perlindungan silang terhadap toksoplasmosis 2
- Mulai saat CD4 <100 sel/µL 2
- Alternatif: Dapsone 50 mg oral harian + pyrimethamine 50 mg oral mingguan + leucovorin 25 mg oral mingguan 2
Profilaksis Mycobacterium Avium Complex (MAC)
TIDAK lagi direkomendasikan jika ARV efektif dimulai segera 1, 3
- Pada era sebelumnya, azithromycin 1200 mg oral seminggu sekali digunakan saat CD4 <50 sel/µL 2
- Dengan inisiasi ARV cepat, profilaksis MAC tidak diperlukan 1, 3
Profilaksis Kriptokokus
Tidak dianjurkan di negara dengan insidensi penyakit rendah 1
Pertimbangan Khusus Jika Ada Infeksi Oportunistik Aktif
Tuberkulosis (TB)
Jika pasien memiliki TB aktif bersamaan dengan CD4 90 sel/µL:
- Mulai ARV 2 minggu setelah memulai terapi TB (karena CD4 <50 sel/µL tanpa meningitis TB) 1
- Jangan tunda lebih dari 2 minggu karena mortalitas meningkat tajam 1, 4
- Regimen ARV yang kompatibel dengan rifampisin:
- JANGAN gunakan bictegravir dengan rifampisin karena interaksi obat signifikan 1
Meningitis Kriptokokus
Jika dicurigai atau terkonfirmasi:
- Tunda ARV 2-4 minggu setelah memulai terapi antijamur untuk menurunkan risiko IRIS berat 1
- Mulai ARV pada minggu ke-2 jika: perbaikan klinis, tekanan intrakranial terkontrol, kultur CSF negatif, dan dapat dipantau ketat 1
- Mulai ARV pada minggu ke-4 jika kriteria di atas tidak terpenuhi 1
Infeksi Oportunistik Lain
- Untuk sebagian besar IO lain (misalnya pneumonia Pneumocystis, infeksi bakteri serius), mulai ARV dalam 2 minggu setelah memulai terapi spesifik infeksi 1
Vaksinasi yang Direkomendasikan
- Vaksin pneumokokus 23-valent - dapat diberikan meskipun CD4 <200 sel/µL, tetapi respons imun mungkin suboptimal 2
- Vaksin influenza inaktivated trivalent - setiap tahun sebelum musim influenza 2
- Vaksin hepatitis B - jika serologi menunjukkan kerentanan 2
- Vaksin hepatitis A - jika berisiko tinggi (pengguna narkoba, laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki) 2
Monitoring Setelah Inisiasi ARV
- Viral load HIV RNA: Periksa pada 4-8 minggu setelah inisiasi ARV, kemudian setiap 3 bulan sampai <50 copies/mL selama 1 tahun, lalu setiap 6 bulan 1
- CD4 count: Monitor setiap 3-6 bulan untuk melacak pemulihan imun 1, 5
- Tujuan terapi: Mencapai viral load tidak terdeteksi (<50 copies/mL) untuk mencegah kerusakan imunologis ireversibel 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- JANGAN tunda ARV sambil menunggu hasil laboratorium lengkap, kecuali HLA-B*5701 jika abacavir dipertimbangkan 1
- JANGAN gunakan regimen berbasis abacavir atau NNRTI untuk inisiasi hari yang sama karena memerlukan tes baseline; lebih baik kombinasi tenofovir-InSTI 1
- JANGAN mulai ARV terlalu cepat pada meningitis kriptokokus tanpa memenuhi kriteria klinis ketat untuk menghindari IRIS berat 1
- JANGAN kombinasikan bictegravir dengan rifampisin pada pasien TB karena interaksi signifikan 1
- JANGAN hentikan profilaksis PCP prematur - pastikan CD4 >200 sel/µL selama ≥3 bulan dengan supresi virologis berkelanjutan 3
- JANGAN abaikan skrining TB - TB dapat terjadi pada setiap tingkat CD4, tetapi risiko meningkat tajam saat CD4 <300 sel/µL 3, 5
Pertimbangan Kualitas Hidup
Dengan CD4 90 sel/µL, pasien berisiko tinggi untuk:
- Infeksi oportunistik yang mengancam jiwa 2
- Progresivitas penyakit cepat tanpa terapi 2
- Mortalitas meningkat jika ARV ditunda 1, 6
Regimen modern berbasis integrase inhibitor menawarkan: 1