Is a bone marrow (BM) biopsy or bone marrow (BM) aspiration sufficient for diagnosing Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Pada umumnya, biopsi sumsum tulang tidak diperlukan untuk mendiagnosis ITP, dan aspirasi sumsum tulang saja sudah cukup. Menurut studi terbaru dari tahun 2010 1, pemeriksaan sumsum tulang dapat memberikan informasi yang berguna pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, memiliki gejala sistemik atau tanda-tanda abnormal, atau dalam beberapa kasus di mana splenektomi dipertimbangkan. Namun, dalam studi sebelumnya dari tahun 1996 1, disebutkan bahwa biopsi sumsum tulang tidak perlu dilakukan untuk mendiagnosis ITP sebelum memulai terapi IVIg.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan apakah biopsi sumsum tulang diperlukan atau tidak, antara lain:

  • Usia pasien: pasien yang berusia lebih dari 60 tahun mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk mengecualikan kemungkinan penyakit lain yang dapat menyebabkan trombositopenia.
  • Gejala dan tanda-tanda: pasien dengan gejala sistemik atau tanda-tanda abnormal mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk menentukan penyebab trombositopenia.
  • Riwayat penyakit: pasien dengan riwayat penyakit yang dapat menyebabkan trombositopenia, seperti leukemia atau limfoma, mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk mengecualikan kemungkinan penyakit tersebut.

Dalam keseluruhan, aspirasi sumsum tulang saja sudah cukup untuk mendiagnosis ITP pada kebanyakan kasus, dan biopsi sumsum tulang hanya diperlukan dalam kasus-kasus tertentu di mana ada kecurigaan kuat akan penyakit lain yang dapat menyebabkan trombositopenia.

From the Research

Pemeriksaan Sumsum Tulang pada ITP

Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu biopsi sumsum tulang (BM biopsi) atau aspirasi sumsum tulang (BM aspirasi). Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:

  • Pemeriksaan sumsum tulang tidak selalu diperlukan untuk diagnosis ITP, karena diagnosis ITP biasanya dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil laboratorium 2, 3, 4.
  • Biopsi sumsum tulang tidak direkomendasikan untuk pasien ITP yang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya 2, 4.
  • Aspirasi sumsum tulang dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah dan morfologi megakaryosit, tetapi hasilnya tidak selalu dapat membedakan ITP dari penyakit lainnya 5.
  • Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan pada pasien ITP yang memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya, atau pada pasien yang tidak respons terhadap pengobatan 3, 5.

Kesimpulan dari Studi

Beberapa studi telah menyelidiki peran pemeriksaan sumsum tulang pada ITP, dan hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Pemeriksaan sumsum tulang tidak memiliki nilai diagnostik yang tinggi pada ITP 5.
  • Biopsi sumsum tulang tidak direkomendasikan untuk pasien ITP yang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya 2, 4.
  • Aspirasi sumsum tulang dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah dan morfologi megakaryosit, tetapi hasilnya tidak selalu dapat membedakan ITP dari penyakit lainnya 5.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

The role of the bone marrow examination in the diagnosis of immune thrombocytopenic purpura: case series and literature review.

Clinical and applied thrombosis/hemostasis : official journal of the International Academy of Clinical and Applied Thrombosis/Hemostasis, 2002

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.