From the Guidelines
Pada umumnya, biopsi sumsum tulang tidak diperlukan untuk mendiagnosis ITP, dan aspirasi sumsum tulang saja sudah cukup. Menurut studi terbaru dari tahun 2010 1, pemeriksaan sumsum tulang dapat memberikan informasi yang berguna pada pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, memiliki gejala sistemik atau tanda-tanda abnormal, atau dalam beberapa kasus di mana splenektomi dipertimbangkan. Namun, dalam studi sebelumnya dari tahun 1996 1, disebutkan bahwa biopsi sumsum tulang tidak perlu dilakukan untuk mendiagnosis ITP sebelum memulai terapi IVIg.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan apakah biopsi sumsum tulang diperlukan atau tidak, antara lain:
- Usia pasien: pasien yang berusia lebih dari 60 tahun mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk mengecualikan kemungkinan penyakit lain yang dapat menyebabkan trombositopenia.
- Gejala dan tanda-tanda: pasien dengan gejala sistemik atau tanda-tanda abnormal mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk menentukan penyebab trombositopenia.
- Riwayat penyakit: pasien dengan riwayat penyakit yang dapat menyebabkan trombositopenia, seperti leukemia atau limfoma, mungkin memerlukan biopsi sumsum tulang untuk mengecualikan kemungkinan penyakit tersebut.
Dalam keseluruhan, aspirasi sumsum tulang saja sudah cukup untuk mendiagnosis ITP pada kebanyakan kasus, dan biopsi sumsum tulang hanya diperlukan dalam kasus-kasus tertentu di mana ada kecurigaan kuat akan penyakit lain yang dapat menyebabkan trombositopenia.
From the Research
Pemeriksaan Sumsum Tulang pada ITP
Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu biopsi sumsum tulang (BM biopsi) atau aspirasi sumsum tulang (BM aspirasi). Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:
- Pemeriksaan sumsum tulang tidak selalu diperlukan untuk diagnosis ITP, karena diagnosis ITP biasanya dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil laboratorium 2, 3, 4.
- Biopsi sumsum tulang tidak direkomendasikan untuk pasien ITP yang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya 2, 4.
- Aspirasi sumsum tulang dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah dan morfologi megakaryosit, tetapi hasilnya tidak selalu dapat membedakan ITP dari penyakit lainnya 5.
- Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan pada pasien ITP yang memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya, atau pada pasien yang tidak respons terhadap pengobatan 3, 5.
Kesimpulan dari Studi
Beberapa studi telah menyelidiki peran pemeriksaan sumsum tulang pada ITP, dan hasilnya menunjukkan bahwa:
- Pemeriksaan sumsum tulang tidak memiliki nilai diagnostik yang tinggi pada ITP 5.
- Biopsi sumsum tulang tidak direkomendasikan untuk pasien ITP yang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda penyakit lainnya 2, 4.
- Aspirasi sumsum tulang dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah dan morfologi megakaryosit, tetapi hasilnya tidak selalu dapat membedakan ITP dari penyakit lainnya 5.