From the Research
Regimen kemoterapi yang direkomendasikan untuk histiocyt sarcoma adalah CHOP (cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, dan prednisone) sebagai terapi lini pertama. Namun, perlu diingat bahwa histiocyt sarcoma adalah suatu keganasan yang langka dan agresif, sehingga pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan karakteristik penyakitnya. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa kombinasi kemoterapi seperti ICE (ifosfamide, carboplatin, etoposide) atau DHAP (dexamethasone, high-dose cytarabine, cisplatin) dapat digunakan sebagai alternatif untuk kasus yang resisten atau kambuh 1. Selain itu, terapi yang ditargetkan seperti inhibitor BRAF (vemurafenib atau dabrafenib) dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan mutasi BRAF V600E 2. Pengobatan harus selalu dipersonalisasi berdasarkan usia pasien, status kinerja, luas penyakit, dan komorbiditasnya. Dalam beberapa kasus, transplantasi sel stem autologus dapat dipertimbangkan untuk pasien yang memenuhi syarat dengan penyakit yang sensitif terhadap kemoterapi 3. Oleh karena itu, pengobatan histiocyt sarcoma harus selalu disesuaikan dengan kondisi pasien dan karakteristik penyakitnya, serta mempertimbangkan risiko dan manfaat dari setiap pilihan pengobatan.