Kelainan Laboratorium pada Trombopati Anak
Pada anak dengan trombopati (gangguan fungsi trombosit), kelainan laboratorium utama yang ditemukan adalah hasil abnormal pada tes fungsi trombosit (light transmission aggregometry atau whole-blood impedance lumiaggregometry), sementara jumlah trombosit dan tes koagulasi dasar (APTT, PT) biasanya normal.
Pendekatan Diagnostik Laboratorium
Tes Lini Pertama
Berdasarkan panduan terkini, evaluasi awal harus mencakup 1:
- APTT dan PT: Biasanya normal pada trombopati murni (100% responden melakukan ini sebagai tes lini pertama)
- Hitung darah lengkap: Untuk memastikan jumlah trombosit normal (65% melakukan sebagai tes awal)
- Fibrinogen: Untuk menyingkirkan kelainan koagulasi lain (90% melakukan di lini pertama)
- Golongan darah ABO: Penting karena dapat mempengaruhi kadar von Willebrand factor (70% melakukan)
Catatan penting: Tes fungsi trombosit (PFA-100/200 atau light transmission aggregometry) hanya dilakukan sebagai tes lini pertama oleh 26-37% klinisi 1, meskipun ini seharusnya menjadi tes kunci untuk trombopati.
Tes Lini Kedua (Jika Tes Awal Normal)
Jika kecurigaan klinis tinggi tetapi tes awal normal 1:
- Tes fungsi trombosit lengkap (light transmission aggregometry): Dilakukan oleh 60% sebagai lini kedua - ini adalah tes definitif untuk trombopati
- Whole-blood impedance lumiaggregometry (WBILA): Alternatif yang membutuhkan volume darah lebih sedikit, sangat berguna untuk anak 2
- Flow cytometry trombosit: Untuk mendeteksi defek glikoprotein permukaan (42% melakukan)
- Tes nukleotida trombosit: Untuk mendeteksi storage pool disease
- Tes pelepasan (release assay): Untuk menilai sekresi granula
Karakteristik Kelainan Laboratorium Spesifik
Pola Agregasi Abnormal
Pada trombopati, agregasi trombosit akan menunjukkan pola abnormal terhadap berbagai agonis:
- Kolagen
- ADP
- Epinefrin
- Asam arakidonat
- Ristocetin (untuk menyingkirkan penyakit von Willebrand)
Performa Tes Diagnostik pada Anak
Data terbaru menunjukkan 2:
- Sensitivitas: >91% untuk LTA dan WBILA
- Spesifisitas: >84% untuk kedua metode
- WBILA sangat efektif untuk menyingkirkan diagnosis trombopati pada populasi pediatrik
Pertimbangan Khusus Pediatrik
Pentingnya Nilai Rujukan Sesuai Usia
Peringatan kritis: Penggunaan nilai rujukan dewasa pada anak dapat menyebabkan misdiagnosis hingga 30% 3. Sistem hemostasis anak berbeda secara fisiologis:
- Anak usia 1-5 tahun memiliki kadar yang berbeda bermakna untuk beberapa parameter dibanding dewasa 4
- Nilai rujukan harus spesifik untuk: usia, reagen, dan analyzer yang digunakan 3
- Perbedaan reagen dapat mengubah pola hasil (contoh: APTT menurun dengan usia menggunakan PTT-A tetapi meningkat dengan Cephascreen) 3
Volume Sampel
- LTA tradisional membutuhkan volume darah besar - tantangan pada anak kecil
- WBILA membutuhkan volume lebih sedikit, lebih praktis untuk pediatrik 2
Prediktor Klinis yang Meningkatkan Kemungkinan Trombopati
Meskipun pertanyaan fokus pada laboratorium, penting mengetahui bahwa 2:
- Usia lebih muda (median 8.8 vs 10.1 tahun)
- Jenis kelamin laki-laki (OR 1.54)
- Trombositopenia ringan
- Kelainan genetik yang mendasari
- Perdarahan gastrointestinal
Catatan penting: Perdarahan mukokutan (indikasi tersering pemeriksaan) dan skor keparahan perdarahan tidak berkorelasi dengan diagnosis trombopati 2.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menggunakan nilai rujukan dewasa: Dapat menyebabkan 30% anak normal diklasifikasikan abnormal 3
- Tidak melakukan tes fungsi trombosit: Hanya mengandalkan hitung trombosit dan koagulasi dasar akan melewatkan diagnosis
- Menggunakan reagen dengan antitrombin tambahan: Tidak fisiologis untuk sampel pediatrik 3
- Tidak mempertimbangkan obat-obatan: Antiplatelet, NSAID dapat mempengaruhi hasil
Algoritma Praktis
Jika kecurigaan trombopati:
- Pastikan hitung trombosit, APTT, PT normal
- Lakukan tes fungsi trombosit (LTA atau WBILA) dengan panel agonis lengkap
- Gunakan nilai rujukan spesifik usia dan reagen
- Jika hasil borderline, ulangi setelah 2-4 minggu tanpa obat antiplatelet
- Pertimbangkan flow cytometry dan tes nukleotida jika agregasi abnormal