What is the non-surgical management of acute cholecystitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Nonbedah Kolesistitis Akut

Tatalaksana nonbedah kolesistitis akut meliputi terapi antibiotik, rehidrasi cairan, manajemen nyeri, dan drainase perkutan atau endoskopi pada kasus tertentu, namun harus diingat bahwa tindakan ini sebaiknya dianggap sebagai jembatan menuju kolesistektomi definitif kecuali pada pasien dengan risiko operasi sangat tinggi. 1

Indikasi Tatalaksana Nonbedah

Tatalaksana nonbedah dipertimbangkan pada situasi berikut:

  • Pasien menolak operasi
  • Pasien tidak layak untuk operasi (ASA III/IV, status performa 3-4, syok septik) 1, 2
  • Pasien dengan komorbiditas berat (penyakit kardiopulmoner berat, sirosis hati Child C) 2
  • Pasien usia lanjut dengan risiko operasi tinggi 1

Komponen Tatalaksana Nonbedah

1. Terapi Antibiotik

Pilihan antibiotik untuk kolesistitis akut:

Pasien Stabil:

  • Amoksisilin/Klavulanat (lini pertama) 1, 2
  • Seftriakson + Metronidazol 1, 2
  • Siprofloksasin + Metronidazol 1, 2

Pasien Tidak Stabil:

  • Piperasilin/Tazobaktam 1, 2
  • Sefepim + Metronidazol 1
  • Ertapenem (jika ada faktor risiko ESBL) 1
  • Tigesiklin (jika ada faktor risiko ESBL) 1

Durasi terapi antibiotik adalah 4-7 hari berdasarkan kondisi klinis dan penanda inflamasi 2. Terapi antibiotik harus beralih ke oral segera setelah kondisi klinis membaik 1.

2. Resusitasi Cairan dan Elektrolit

  • Cairan normal saline (NS) atau Ringer Laktat (RL) dengan kecepatan awal 10 ml/kg/jam 2
  • Terapi cairan harus diarahkan sesuai tujuan (goal-directed fluid therapy) 2
  • Koreksi gangguan elektrolit dan metabolik 3

3. Manajemen Nyeri

  • NSAID oral sebagai terapi lini pertama 2
  • Asetaminofen sebagai alternatif atau tambahan 2

4. Drainase Kandung Empedu

Drainase kandung empedu dipertimbangkan pada pasien yang gagal dengan tatalaksana konservatif setelah 24-48 jam atau pasien dengan risiko operasi tinggi 1, 2.

Opsi drainase:

  1. Drainase Perkutan Transhepatic (PTGBD):

    • Indikasi: pasien risiko tinggi untuk operasi 1, 2
    • Pendekatan transhepatic lebih disukai karena mengurangi risiko kebocoran empedu 2
    • Durasi drainase 4-6 minggu 2
    • Komplikasi: kebocoran empedu (3-4% pada duktus sistikus paten, 40% pada duktus sistikus tersumbat), perdarahan, dislokasi kateter 2
  2. Drainase Endoskopik:

    • Drainase Transpapiler (ETGBD): tingkat keberhasilan teknis 80,9% dan tingkat respons klinis 75,3% 1
    • Drainase Transmural dengan Panduan USG (EUS-GBD): tingkat keberhasilan teknis dan klinis yang tinggi (97%) 1
    • Direkomendasikan sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk PTGBD jika dilakukan di pusat dengan volume tinggi oleh endoskopis terampil 1

Pemantauan dan Tindak Lanjut

  • Pasien harus dipantau selama 3-5 hari 2
  • Jika tidak ada perbaikan klinis setelah 3-5 hari terapi antibiotik, drainase kandung empedu harus dipertimbangkan 2
  • Sekitar 30% pasien dengan kolesistitis akut ringan yang tidak menjalani kolesistektomi akan mengalami komplikasi berulang terkait batu empedu 1, 2

Komplikasi Tatalaksana Nonbedah

  • Rekurensi kolesistitis (hingga 30% kasus) 1, 4
  • Komplikasi terkait batu empedu lainnya 1
  • Komplikasi drainase: kebocoran empedu, perdarahan, infeksi 2

Pertimbangan Khusus

  1. Pasien Usia Lanjut:

    • Usia sendiri bukan merupakan kontraindikasi untuk kolesistektomi 1
    • Penilaian subjektif klinis terhadap prognosis pasien tetap menjadi faktor penentu utama dalam menawarkan kolesistektomi 1
  2. Pasien dengan Risiko Tinggi:

    • Kolesistektomi laparoskopi segera lebih unggul dibandingkan drainase perkutan pada pasien risiko tinggi dengan kolesistitis akut 1
    • Jika pasien tidak dapat menjalani operasi, drainase kandung empedu menjadi pilihan 1, 5
  3. Pasien dengan Empiema Kandung Empedu:

    • Drainase perkutan transhepatic direkomendasikan sebagai pengobatan primer untuk empiema kandung empedu pada pasien risiko tinggi yang tidak dapat menjalani kolesistektomi 2

Kesimpulan

Meskipun tatalaksana nonbedah dapat menjadi pilihan pada pasien tertentu, perlu diingat bahwa kolesistektomi laparoskopi tetap merupakan standar perawatan untuk kolesistitis akut 6, 5. Tatalaksana nonbedah sebaiknya dianggap sebagai jembatan menuju kolesistektomi definitif atau sebagai pengobatan definitif hanya pada pasien dengan risiko operasi sangat tinggi 1, 6.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Empyema of the Gallbladder

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

[Management of Acute Cholecystitis].

The Korean journal of gastroenterology = Taehan Sohwagi Hakhoe chi, 2018

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.