What is the protocol for Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT) in post-cardiac surgery patients with impaired renal function?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Protokol Tindakan CRRT pada Pasien Pasca-Bedah Jantung

Terapi penggantian ginjal kontinu (CRRT) pada pasien pasca-bedah jantung harus menggunakan modalitas venovenous dengan dosis effluen 20-25 mL/kg/jam untuk mengoptimalkan hasil klinis. 1, 2

Indikasi CRRT pada Pasien Pasca-Bedah Jantung

  • CRRT diindikasikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal pasca-bedah jantung yang mengalami komplikasi seperti edema paru refrakter terhadap diuretik, hiperkalemia, komplikasi uremik, atau ketidakstabilan hemodinamik 3
  • Inisiasi CRRT sebaiknya dilakukan sebelum terjadi komplikasi berat pada pasien kritis dengan gagal ginjal akut pasca-bedah jantung 3
  • Pasien dengan disfungsi ventrikel kanan pasca-bedah jantung yang menyebabkan kongesti vena dan gangguan perfusi ginjal merupakan kandidat utama untuk CRRT 3

Pemilihan Modalitas CRRT

  • CVVH (Continuous Venovenous Hemofiltration): menggunakan konveksi sebagai mekanisme utama dengan pompa eksternal dalam sirkuit venovenous 3, 1
  • CVVHD (Continuous Venovenous Hemodialysis): menggunakan difusi dengan pompa eksternal dalam sirkuit venovenous 3, 1
  • CVVHDF (Continuous Venovenous Hemodiafiltration): menggabungkan mekanisme difusi dan konveksi untuk pembersihan solut 3, 1
  • Terapi venovenous lebih disukai daripada arteriovenous karena kemampuan memberikan tingkat pembersihan solut yang lebih tinggi dan risiko komplikasi yang lebih rendah 3, 4

Akses Vaskular

  • Gunakan kateter dialisis vena ganda lumen tunggal yang tidak bertunnel 2
  • Urutan preferensi lokasi akses: vena jugularis kanan, vena femoralis, vena jugularis kiri 2
  • Hindari penggunaan vena subklavia karena risiko trombosis dan stenosis jangka panjang 3, 1
  • Selalu gunakan panduan ultrasound untuk insersi kateter dialisis 1, 2
  • Lakukan pemeriksaan radiografi dada segera setelah penempatan kateter jugularis internal atau subklavia 1, 2

Antikoagulasi

  • Pilihan antikoagulan harus ditentukan berdasarkan karakteristik pasien, risiko perdarahan, dan keahlian lokal 3
  • Antikoagulasi regional sitrat direkomendasikan sebagai pilihan pertama untuk pasien tanpa peningkatan risiko perdarahan 1, 2
  • Heparin tidak terfraksi atau heparin berat molekul rendah dapat digunakan jika sitrat dikontraindikasikan 1, 2
  • CRRT dapat dilakukan tanpa antikoagulasi pada pasien yang berisiko tinggi perdarahan, meskipun umur sirkuit mungkin kurang dari 24 jam 3
  • Pemantauan keamanan direkomendasikan selama antikoagulasi 3
    • Selama antikoagulasi heparin, ukur activated clotting time (ACT) atau partial thromboplastin time (PTT) sistemik
    • Selama antikoagulasi sitrat, ukur kalsium terionisasi post-filter dan serum secara teratur

Komposisi Cairan dan Parameter Dosis

  • Gunakan bikarbonat sebagai buffer dalam dialisis dan cairan pengganti, bukan laktat, terutama pada pasien dengan asidosis laktat dan/atau gagal hati 3, 1
  • Cairan dialisis atau substitusi harus mengandung konsentrasi elektrolit fisiologis 3, 2
  • Hindari cairan dengan konsentrasi glukosa supra-fisiologis untuk mencegah hiperglikemia 3, 2
  • Dosis effluen yang diresepkan sebaiknya 25-30 mL/kg/jam untuk memperhitungkan interupsi pengobatan dan penurunan efisiensi filter 1, 2
  • Dosis effluen yang diberikan harus mencapai target 20-25 mL/kg/jam 1, 2
  • Laju aliran darah tipikal adalah 100-150 mL/menit untuk CVVHDF 1

Pemantauan dan Penyesuaian

  • Nilai secara teratur dosis aktual yang diberikan untuk menyesuaikan resep sesuai kebutuhan 1, 2
  • Pantau kinerja filter dan sesuaikan resep untuk mencapai tujuan keseimbangan elektrolit, keseimbangan asam-basa, pembersihan solut, dan keseimbangan cairan 1, 2
  • Hindari kelebihan volume, terutama pada pasien dengan cedera paru akut 3, 2
  • Gunakan sistem penyeimbangan cairan terintegrasi daripada pompa infus intravena yang diadaptasi untuk CRRT 3, 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Pasca-Bedah Jantung

  • Perhatikan bahwa pasien yang memerlukan CRRT pasca-bedah jantung memiliki tingkat mortalitas yang tinggi (sekitar 43-58%) 5, 6
  • Faktor risiko mortalitas yang signifikan meliputi prosedur kompleks, komplikasi gastrointestinal, waktu cross-clamp lebih dari 88 menit, re-eksplorasi, dan usia pasien di atas 75 tahun 7
  • Kadar laktat darah saat memulai dialisis adalah prediktor paling signifikan untuk mortalitas ICU dan keseluruhan pada pasien dengan CRRT pasca-bedah jantung 6
  • Pertahankan tekanan perfusi ginjal trans-kidney (TKPP) yang adekuat dengan MAP >60 mmHg dan CVP yang terkontrol 3
  • Mencegah disfungsi ventrikel kanan sangat penting karena kehadirannya akan mengakibatkan kongesti vena persisten dan ketidakmampuan LVAD untuk menghasilkan perfusi sistemik yang cukup 3

Pitfall dan Pencegahannya

  • Hindari penggunaan vena subklavia untuk akses karena risiko trombosis dan stenosis jangka panjang 3, 2
  • Jangan menggunakan laktat sebagai buffer pada pasien dengan gagal hati atau asidosis laktat 3, 2
  • Hindari penggunaan pompa infus intravena yang diadaptasi untuk CRRT karena risiko kesalahan signifikan dalam keseimbangan cairan 3, 1
  • Jangan mengandalkan ambang BUN dan kreatinin tunggal saja untuk memulai RRT, pertimbangkan konteks klinis yang lebih luas 2
  • Hindari kelebihan volume karena dikaitkan dengan hasil yang merugikan, terutama pada pasien dengan cedera paru akut 3, 2

References

Guideline

CRRT Settings and Protocols

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

CRRT Orders: A Comprehensive Guide

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT) Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Long and short-term outcomes in patients requiring continuous renal replacement therapy post cardiopulmonary bypass.

European journal of cardio-thoracic surgery : official journal of the European Association for Cardio-thoracic Surgery, 2005

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.