Klasifikasi Miopia: Ringan, Sedang, dan Tinggi
Ya, miopia memang dibagi menjadi kategori ringan (low), sedang (moderate), dan tinggi (high) berdasarkan derajat dioptri, dengan miopia tinggi didefinisikan sebagai ≥-6.00 D dan miopia ringan hingga sedang sebagai <-6.00 D. 1
Definisi Standar Berdasarkan Pedoman
Menurut American Academy of Ophthalmology Preferred Practice Pattern 2023, klasifikasi miopia yang digunakan dalam praktik klinis adalah: 1
- Miopia ringan hingga sedang (low to moderate myopia): Ekuivalen sferis kurang dari -6.00 dioptri (<-6.00 D)
- Miopia tinggi (high myopia): Ekuivalen sferis -6.00 dioptri atau lebih (≥-6.00 D)
Klasifikasi Tambahan untuk Penelitian
Konsensus internasional dari International Myopia Institute (2019) memberikan kerangka kerja yang lebih rinci: 2
- Miopia (myopia): Ekuivalen sferis ≤-0.50 D (ambang batas konsensus saat ini)
- Miopia ringan (low myopia): Tidak didefinisikan secara spesifik dalam literatur, tetapi umumnya merujuk pada miopia yang lebih ringan dari -6.00 D
- Miopia tinggi (high myopia): Ekuivalen sferis ≤-6.00 D (ambang batas konsensus)
Klasifikasi Alternatif dalam Literatur
Beberapa publikasi menggunakan pembagian yang sedikit berbeda: 3
- Miopia sederhana (simple myopia): -0.5 hingga -6.0 dioptri
- Miopia patologis (pathological myopia): Lebih dari -6.0 dioptri
Implikasi Klinis Berdasarkan Derajat Miopia
Miopia Ringan hingga Sedang (<-6.00 D)
- Dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak standar 1
- Risiko komplikasi lebih rendah tetapi tetap ada 4
- Pasien mungkin tidak memerlukan koreksi kecuali untuk aktivitas jarak jauh 1
Miopia Tinggi (≥-6.00 D)
Pasien dengan miopia tinggi memiliki risiko signifikan untuk mengalami komplikasi patologis dan harus diberitahu tentang peningkatan insiden kondisi terkait. 1 Komplikasi yang perlu diperhatikan meliputi: 1
- Penipisan retina dan koroid progresif
- Degenerasi retina perifer
- Ablasio retina
- Katarak
- Glaukoma
- Neovaskularisasi koroid miopia
- Degenerasi makula miopia
Pertimbangan Penting dalam Klasifikasi
Ambang Batas dan Bias Klasifikasi
Perlu dicatat bahwa ambang batas -0.50 D untuk mendefinisikan miopia membawa risiko signifikan terhadap bias klasifikasi. 2 Bahkan perubahan kecil dalam ambang batas definisi miopia (±0.25 D) dapat secara signifikan mempengaruhi kesimpulan studi epidemiologi dan prevalensi yang dilaporkan. 5
Tidak Ada Tingkat Miopia yang "Aman"
Meskipun klasifikasi ini berguna secara klinis, penting untuk memahami bahwa bahkan tingkat miopia yang rendah meningkatkan risiko ablasio retina dan komorbiditas okular lainnya. 4 Oleh karena itu, semua tingkat miopia memerlukan pemantauan yang tepat.
Aplikasi pada Populasi Pediatrik
Untuk anak-anak, kriteria ambang batas berbeda berdasarkan usia untuk menentukan faktor risiko ambliopia: 1
- Usia <1 tahun: Miopia ≥5.00 D
- Usia 1 hingga <2 tahun: Miopia ≥4.00 D
- Usia 2 hingga <3 tahun: Miopia ≥3.00 D
- Usia 3 hingga <4 tahun: Miopia ≥2.50 D
Nilai-nilai ini digunakan untuk skrining dan rujukan, bukan untuk klasifikasi miopia secara umum pada anak yang lebih besar.
Rekomendasi Pemantauan
- Anak-anak dengan miopia memerlukan pemeriksaan skrining setiap 1-2 tahun karena sifat progresif miopia pada masa kanak-kanak dan remaja 1
- Pasien dengan miopia tinggi memerlukan pemantauan lebih ketat untuk komplikasi patologis 1, 6
- Intervensi dini dan pemantauan ketat diperlukan untuk anak-anak yang berkembang cepat menjadi miopia sedang dan tinggi 6