Terapi Paliatif Menurut ESPEN
Menurut ESPEN, terapi paliatif adalah pendekatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi penyakit yang mengancam jiwa, melalui pencegahan dan pengurangan penderitaan dengan identifikasi dini, penilaian yang cermat, dan penanganan nyeri serta masalah fisik, psikososial, dan spiritual lainnya. 1
Prinsip Dasar Perawatan Paliatif
ESPEN mengadopsi definisi WHO yang menekankan bahwa perawatan paliatif adalah pendekatan yang menegaskan kehidupan (life-affirming approach) yang memandang kematian sebagai proses normal yang tidak boleh dipercepat, tetapi juga tidak boleh dihalangi atau diperpanjang secara tidak wajar. 1 Tujuan utamanya adalah mempertahankan kualitas hidup yang optimal hingga kematian. 1
Peran Nutrisi Artifisial dalam Perawatan Paliatif
Indikasi dan Manfaat
Nutrisi artifisial telah menjadi bagian integral dari perawatan paliatif, terutama pada pasien neurologis dan kanker, dengan potensi meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas hidup pada pasien tertentu. 1
Nutrisi parenteral khususnya telah menjadi bagian integral dari perawatan paliatif pada kanker, memungkinkan peningkatan kelangsungan hidup pada kasus terminal tanpa akses gastrointestinal yang akan meninggal karena kelaparan dan bukan terutama dari penyakit maligna mereka. 1
Program nutrisi enteral dan parenteral jangka panjang di rumah harus dipertimbangkan untuk pasien paliatif tertentu. 1
Kriteria Pemilihan Pasien
Keputusan untuk memberikan dukungan nutrisi harus mempertimbangkan prognosis penyakit keganasan, manfaat yang diharapkan terhadap kualitas hidup dan potensi kelangsungan hidup, serta beban yang terkait dengan perawatan nutrisi. 1
Pasien dengan Prognosis Baik (Kelangsungan Hidup Beberapa Bulan atau Lebih):
Terapi nutrisi harus diberikan dengan tujuan memastikan asupan energi dan protein yang adekuat, mengurangi gangguan metabolik, dan mempertahankan status performa serta kualitas hidup subjektif yang memadai. 1
Jika pasien dalam kelompok prognostik ini tidak dapat makan, nutrisi artifisial dapat meningkatkan kelangsungan hidup. 1
Pasien dengan aktivitas tumor rendah dan tanpa reaksi inflamasi (CRP < 10 mg/dl) harus menerima konseling dan dukungan nutrisi yang adekuat termasuk nutrisi oral, enteral atau, jika diperlukan, parenteral, atau kombinasi. 1
Status performa tidak boleh mempengaruhi pengambilan keputusan untuk atau menentang dukungan nutrisi pada pasien-pasien ini. 1
Pasien dengan Prognosis Buruk (Kelangsungan Hidup Beberapa Minggu):
Intervensi harus non-invasif dan terutama ditujukan untuk dukungan psikososial dan eksistensial. 1
Pasien yang, meskipun menjalani terapi onkologi, memiliki penyakit yang berkembang pesat, inflamasi sistemik yang teraktivasi, dan/atau status performa ECOG yang buruk, umumnya tidak mendapat manfaat dari dukungan nutrisi. 1
Namun, pasien harus dinilai secara individual dan, jika sesuai, uji coba dukungan nutrisi oral harus ditawarkan dengan tujuan memberikan manfaat simptomatik terutama. 1
Pendekatan Multidisiplin
Idealnya, pertimbangan ini harus didiskusikan dan konsekuensinya harus didukung oleh tim multi-profesional yang menyediakan semua kompetensi nutrisi, onkologi, dan perawatan paliatif. 1
Dukungan nutrisi, termasuk suplemen nutrisi oral, enteral atau parenteral, atau intervensi kombinasi, harus diresepkan sesuai dengan kebutuhan energi dan protein pasien, dan mempertimbangkan tolerabilitas. 1
Sebagai bagian dari praktik rutin, hasil jangka pendek dan menengah yang wajar harus didefinisikan bersama dengan pasien, termasuk perubahan fungsi fisik dan kualitas hidup yang dirasakan. 1
Hasil yang dipilih harus dipantau untuk memperkirakan stabilisasi atau perbaikan dan harus berfungsi untuk memutuskan dukungan nutrisi lebih lanjut. 1
Fase Terminal (Pasien yang Sedang Sekarat)
Prinsip Umum
Tidak ada kriteria yang jelas untuk memastikan awal fase sekarat, oleh karena itu intervensi nutrisi pada fase kehidupan ini harus diikuti secara individual. 1
Periode ini dapat diperpanjang dengan dukungan nutrisi, jika orang tersebut terutama kelaparan dan ketika peningkatan atau pelestarian kualitas hidup dimungkinkan. 1
Jika ini tidak mungkin, tujuan pengobatan ini pada orang yang sekarat adalah untuk memuaskan rasa lapar dan haus. 1
Pertimbangan Klinis Spesifik
Indikasi untuk nutrisi artifisial harus ditetapkan pada saat ini setelah pertimbangan individual yang cermat tentang potensi risiko dan manfaat dengan tujuan memberikan perawatan akhir kehidupan. 1
Pemberian cairan dan energi tidak selalu diperlukan setiap saat dalam fase kehidupan ini. 1
Pasien sering mengalami mulut kering, sensasi kenyang dini, mual, dan gangguan rasa, tetapi jarang lapar dan haus. 1
Haus umumnya dihasilkan dari kekeringan rongga mulut yang tidak menyenangkan dan pembentukan kerak dan sering dapat diatasi dengan perawatan mulut dan sejumlah kecil cairan, kurang dari yang diperlukan untuk mengatasi dehidrasi. 1
Pemberian cairan parenteral tidak selalu mengurangi rasa haus individu. 1
Peringatan Penting
Bukti yang baik harus mendukung penggunaan nutrisi artifisial untuk setiap penyakit yang dapat memicu kebutuhan akan perawatan paliatif. 1
Keinginan dan kebutuhan individu yang diekspresikan dapat berubah pada fase akhir kehidupannya. 1
Setiap orang menunjukkan jenis perilaku yang berbeda hingga saat kematian. 1
Intervensi perawatan paliatif umum seperti pemahaman tentang penyakit, persiapan untuk akhir kehidupan termasuk kehendak pasien, warisan, pengampunan, berkabung pra-kematian, diskusi tempat kematian, dan perawatan seputar proses kematian serta aspek spiritual dan eksistensial harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan terapi nutrisi pada pasien paliatif. 1