Neuropsychiatric Systemic Lupus Erythematosus (NPSLE)
NPSLE adalah manifestasi neurologis dan psikiatrik yang terjadi pada pasien dengan systemic lupus erythematosus (SLE), melibatkan sistem saraf pusat dan perifer, dengan insidensi kumulatif 30-40% dan paling sering muncul pada onset penyakit atau dalam tahun pertama setelah diagnosis SLE. 1
Definisi dan Epidemiologi
NPSLE merupakan istilah generik yang merujuk pada serangkaian gejala neurologis dan psikiatrik yang secara langsung berhubungan dengan SLE. 2, 3 Kondisi ini mencakup manifestasi neuropsikiatrik yang heterogen dan jarang, melibatkan sistem saraf pusat maupun perifer. 2
Karakteristik temporal yang penting:
- 50-60% kejadian NPSLE terjadi pada onset penyakit atau dalam tahun pertama setelah onset SLE 1
- 40-50% kasus terjadi bersamaan dengan aktivitas penyakit lupus yang menyeluruh 1
- Insidensi kumulatif mencapai 30-40% dari seluruh pasien SLE 1
Manifestasi Klinis Berdasarkan Frekuensi
Manifestasi umum (insidensi kumulatif >5%): 1
- Penyakit serebrovaskular (CVD)
- Kejang
Manifestasi relatif jarang (1-5%): 1
- Disfungsi kognitif berat
- Depresi mayor
- Acute confusional state (ACS)
- Gangguan saraf perifer
- Psikosis
Faktor Risiko Kuat
Faktor risiko dengan peningkatan risiko minimal 5 kali lipat: 1
- NPSLE berat sebelumnya atau bersamaan (untuk disfungsi kognitif dan kejang)
- Antibodi antifosfolipid (untuk CVD, kejang, dan korea)
Pendekatan Diagnostik
Prinsip fundamental: Manifestasi neuropsikiatrik pada pasien SLE harus pertama kali dievaluasi dan ditangani seperti pada pasien tanpa SLE, kemudian baru diatribusikan ke SLE dan ditangani sesuai. 1
Pemeriksaan diagnostik yang direkomendasikan: 1
- Analisis cairan serebrospinal: Untuk menyingkirkan infeksi SSP (ini adalah tujuan utama, bukan untuk mengkonfirmasi diagnosis NPSLE) 4
- EEG: Untuk mendiagnosis gangguan kejang 1
- Tes neuropsikologis: Untuk menilai disfungsi kognitif 1
- Studi konduksi saraf: Untuk neuropati perifer 1
- MRI: T1/T2, FLAIR, diffusion-weighted imaging, enhanced T1 sequence 1
Caveat penting: Gunakan temuan CSS bersama dengan MRI, EEG, dan presentasi klinis secara bersamaan, bukan sebagai pemeriksaan tunggal. 4
Pendekatan Terapi
Terapi Imunosupresif
Glukokortikoid dan terapi imunosupresif diindikasikan ketika: 1
- NPSLE diduga mencerminkan proses inflamasi:
- Neuritis optik
- Mielitis transversa
- Neuropati perifer
- Kejang refrakter
- Psikosis
- Acute confusional state
- Terdapat aktivitas lupus yang menyeluruh 1
Pilihan terapi berdasarkan keparahan: 2
- Gejala berat dengan proses inflamasi: Glukokortikoid dosis tinggi dan siklofosfamid intravena tetap menjadi terapi utama 2
- Terapi lini kedua untuk kasus refrakter: Rituximab, imunoglobulin intravena, atau plasmaferesis 2
- Gejala ringan hingga sedang atau terapi pemeliharaan: Azatioprin atau mikofenolat 2
Terapi Antitrombotik
Terapi antiplatelet/antikoagulasi diindikasikan ketika: 1
- Manifestasi berhubungan dengan antibodi antifosfolipid
- Terutama pada CVD trombotik 1
Penting: Kecuali stroke dengan antibodi antifosfolipid positif, antikoagulasi jarang diindikasikan pada sindrom lain. 5
Patogenesis
Patogenesis NPSLE bersifat multifaktorial dan melibatkan: 6
- Berbagai sitokin inflamasi
- Autoantibodi
- Kompleks imun
- Cedera neuronal melalui mekanisme vaskulopatik, sitotoksik, dan dimediasi autoantibodi
Mekanisme yang terlibat mencakup proses neuroinflamasi dan iskemik. 3
Prognosis dan Mortalitas
NPSLE dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. 3 Prognosis sangat bergantung pada gejala spesifik, dengan mortalitas satu tahun mencapai 12,5% pada pasien dengan status epileptikus dan kejang, sementara beberapa presentasi seperti hipertensi intrakranial idiopatik dan ataksia serebelar dapat mengalami resolusi gejala hampir sempurna. 7