What is Neuropsychiatric Systemic Lupus Erythematosus (NPSLE)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 24, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Neuropsychiatric Systemic Lupus Erythematosus (NPSLE)

NPSLE adalah manifestasi neurologis dan psikiatrik yang terjadi pada pasien dengan systemic lupus erythematosus (SLE), melibatkan sistem saraf pusat dan perifer, dengan insidensi kumulatif 30-40% dan paling sering muncul pada onset penyakit atau dalam tahun pertama setelah diagnosis SLE. 1

Definisi dan Epidemiologi

NPSLE merupakan istilah generik yang merujuk pada serangkaian gejala neurologis dan psikiatrik yang secara langsung berhubungan dengan SLE. 2, 3 Kondisi ini mencakup manifestasi neuropsikiatrik yang heterogen dan jarang, melibatkan sistem saraf pusat maupun perifer. 2

Karakteristik temporal yang penting:

  • 50-60% kejadian NPSLE terjadi pada onset penyakit atau dalam tahun pertama setelah onset SLE 1
  • 40-50% kasus terjadi bersamaan dengan aktivitas penyakit lupus yang menyeluruh 1
  • Insidensi kumulatif mencapai 30-40% dari seluruh pasien SLE 1

Manifestasi Klinis Berdasarkan Frekuensi

Manifestasi umum (insidensi kumulatif >5%): 1

  • Penyakit serebrovaskular (CVD)
  • Kejang

Manifestasi relatif jarang (1-5%): 1

  • Disfungsi kognitif berat
  • Depresi mayor
  • Acute confusional state (ACS)
  • Gangguan saraf perifer
  • Psikosis

Faktor Risiko Kuat

Faktor risiko dengan peningkatan risiko minimal 5 kali lipat: 1

  • NPSLE berat sebelumnya atau bersamaan (untuk disfungsi kognitif dan kejang)
  • Antibodi antifosfolipid (untuk CVD, kejang, dan korea)

Pendekatan Diagnostik

Prinsip fundamental: Manifestasi neuropsikiatrik pada pasien SLE harus pertama kali dievaluasi dan ditangani seperti pada pasien tanpa SLE, kemudian baru diatribusikan ke SLE dan ditangani sesuai. 1

Pemeriksaan diagnostik yang direkomendasikan: 1

  • Analisis cairan serebrospinal: Untuk menyingkirkan infeksi SSP (ini adalah tujuan utama, bukan untuk mengkonfirmasi diagnosis NPSLE) 4
    • Abnormalitas CSS ringan terjadi pada 40-50% pasien dengan NPSLE, termasuk peningkatan protein 4
    • Peningkatan protein CSS mendukung tetapi tidak mengkonfirmasi NPSLE 4
    • Sertakan PCR untuk HSV dan JC virus bila diindikasikan secara klinis 4
  • EEG: Untuk mendiagnosis gangguan kejang 1
  • Tes neuropsikologis: Untuk menilai disfungsi kognitif 1
  • Studi konduksi saraf: Untuk neuropati perifer 1
  • MRI: T1/T2, FLAIR, diffusion-weighted imaging, enhanced T1 sequence 1

Caveat penting: Gunakan temuan CSS bersama dengan MRI, EEG, dan presentasi klinis secara bersamaan, bukan sebagai pemeriksaan tunggal. 4

Pendekatan Terapi

Terapi Imunosupresif

Glukokortikoid dan terapi imunosupresif diindikasikan ketika: 1

  • NPSLE diduga mencerminkan proses inflamasi:
    • Neuritis optik
    • Mielitis transversa
    • Neuropati perifer
    • Kejang refrakter
    • Psikosis
    • Acute confusional state
  • Terdapat aktivitas lupus yang menyeluruh 1

Pilihan terapi berdasarkan keparahan: 2

  • Gejala berat dengan proses inflamasi: Glukokortikoid dosis tinggi dan siklofosfamid intravena tetap menjadi terapi utama 2
  • Terapi lini kedua untuk kasus refrakter: Rituximab, imunoglobulin intravena, atau plasmaferesis 2
  • Gejala ringan hingga sedang atau terapi pemeliharaan: Azatioprin atau mikofenolat 2

Terapi Antitrombotik

Terapi antiplatelet/antikoagulasi diindikasikan ketika: 1

  • Manifestasi berhubungan dengan antibodi antifosfolipid
  • Terutama pada CVD trombotik 1

Penting: Kecuali stroke dengan antibodi antifosfolipid positif, antikoagulasi jarang diindikasikan pada sindrom lain. 5

Patogenesis

Patogenesis NPSLE bersifat multifaktorial dan melibatkan: 6

  • Berbagai sitokin inflamasi
  • Autoantibodi
  • Kompleks imun
  • Cedera neuronal melalui mekanisme vaskulopatik, sitotoksik, dan dimediasi autoantibodi

Mekanisme yang terlibat mencakup proses neuroinflamasi dan iskemik. 3

Prognosis dan Mortalitas

NPSLE dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. 3 Prognosis sangat bergantung pada gejala spesifik, dengan mortalitas satu tahun mencapai 12,5% pada pasien dengan status epileptikus dan kejang, sementara beberapa presentasi seperti hipertensi intrakranial idiopatik dan ataksia serebelar dapat mengalami resolusi gejala hampir sempurna. 7

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.