Nyeri Kepala pada Pasien NPSLE
Ya, pasien dengan Neuropsychiatric Systemic Lupus Erythematosus (NPSLE) sangat mungkin mengalami nyeri kepala—ini merupakan manifestasi neuropsikiatrik yang paling sering dilaporkan (39% dari kasus NPSLE), meskipun tidak ada bukti bahwa prevalensi atau tipe nyeri kepala yang unik pada pasien SLE dibandingkan populasi umum. 1, 2
Epidemiologi dan Karakteristik Klinis
- Nyeri kepala adalah manifestasi NPSLE yang paling umum, terjadi pada 39% pasien dengan NPSLE 2
- Manifestasi neuropsikiatrik pada SLE sering terjadi dalam tahun pertama setelah diagnosis (50-60% kasus) dan bahkan dapat mendahului diagnosis SLE pada 65% pasien 3, 2
- Meskipun sering dilaporkan, meta-analisis data epidemiologi tidak menemukan peningkatan prevalensi atau tipe nyeri kepala yang spesifik untuk SLE 1
Pendekatan Diagnostik yang Kritis
Nyeri kepala pada pasien SLE harus dievaluasi sama seperti pada pasien non-SLE, bukan langsung diatribusikan ke lupus. 1
Kapan Investigasi Lebih Lanjut Diperlukan
Tanpa adanya fitur risiko tinggi (tanda neurologis fokal, perubahan status mental, meningismus, atau aktivitas SLE yang menyeluruh), nyeri kepala tunggal pada pasien SLE tidak memerlukan investigasi lebih lanjut selain evaluasi standar yang akan dilakukan pada pasien non-SLE 1
Kondisi yang Harus Dieksklusi Terlebih Dahulu
- Meningitis aseptik atau septik (terutama pada pasien yang mendapat imunosupresan) 1, 4
- Trombosis sinus (khususnya pada pasien dengan antibodi antifosfolipid) 1, 4
- Perdarahan serebral atau subaraknoid 1, 4
- Infeksi SSP (prioritas utama sebelum mengatribusikan ke lupus) 4, 3
Investigasi yang Direkomendasikan
Jika terdapat fitur risiko tinggi, lakukan:
- Pungsi lumbal dengan analisis CSF lengkap (hitung sel, protein, glukosa, pewarnaan Gram, kultur, dan PCR virus termasuk HSV dan JC virus jika diindikasikan) untuk mengeksklusi infeksi 5, 4, 3
- MRI otak dengan sekuens konvensional, diffusion-weighted imaging, dan T1 dengan gadolinium 4, 3
- Perlu dicatat bahwa abnormalitas CSF ringan (termasuk peningkatan protein) terjadi pada 40-50% pasien dengan NPSLE, tetapi tidak spesifik untuk manifestasi NPSLE tertentu 5
Hubungan dengan Antibodi Antifosfolipid
- Nyeri kepala yang intraktabel secara independen terkait dengan anti-β2GPI-IgM (OR=5.6; p<0.05), menunjukkan nilai prediktif yang lebih baik dibandingkan aCL dan LA 2
- Antibodi antifosfolipid merupakan faktor risiko kuat (peningkatan risiko minimal lima kali lipat) untuk beberapa manifestasi NPSLE 1, 2
Manajemen Terapeutik
Untuk Nyeri Kepala Tanpa Aktivitas Penyakit Sistemik
- Terapi simptomatik sesuai tipe nyeri kepala (migrain, tension-type, dll.) tanpa imunosupresi 1, 6
- Hindari topiramate jika ada riwayat kejang atau manifestasi NPSLE lain 3
- Pertimbangkan alternatif profilaksis migrain seperti amitriptyline, valproate, atau gabapentin 3
Untuk Nyeri Kepala Intraktabel dengan Aktivitas SLE
- Glukokortikoid dan/atau terapi imunosupresif jika nyeri kepala terjadi bersamaan dengan aktivitas lupus yang menyeluruh atau manifestasi NPSLE inflamatori lainnya 1, 6
- Belimumab telah dilaporkan efektif untuk nyeri kepala intraktabel pada SLE, dengan perbaikan dalam 2 minggu setelah pemberian 7
Pertimbangan Antiplatelet/Antikoagulan
- Terapi antiplatelet atau antikoagulan diindikasikan jika nyeri kepala terkait dengan antibodi antifosfolipid, terutama jika ada manifestasi trombotik 1, 2
Peringatan Klinis Penting
- Kesalahan paling berbahaya adalah mengatribusikan nyeri kepala ke lupus tanpa mengeksklusi infeksi secara adekuat, terutama pada pasien yang mendapat imunosupresi (skor kesepakatan EULAR 9.6) 4, 3
- Perubahan neurometabolik (penurunan rasio NAA/Cr di basal ganglia kanan) telah terdeteksi pada pasien SLE dengan chronic daily headache, menunjukkan kemungkinan disfungsi neuronal 8
- Manifestasi neuropsikiatrik sebelumnya merupakan faktor risiko kuat untuk kejadian NPSLE berikutnya 1, 3