Diagnosis Topis Nyeri Kepala pada Pasien NPSLE
Nyeri kepala pada pasien NPSLE memerlukan evaluasi untuk menyingkirkan penyebab berbahaya seperti meningitis (aseptik atau septik), trombosis sinus (terutama pada pasien dengan antibodi antifosfolipid), perdarahan serebral, atau perdarahan subaraknoid sebelum dianggap sebagai nyeri kepala primer. 1
Prinsip Diagnostik Utama
Tidak ada bukti bahwa nyeri kepala lebih sering terjadi atau memiliki karakteristik unik pada pasien SLE dibandingkan populasi umum. 1 Beberapa studi dan meta-analisis data epidemiologi tidak menemukan peningkatan prevalensi atau tipe nyeri kepala yang spesifik pada SLE. 1
Algoritma Evaluasi Berdasarkan Fitur Risiko Tinggi
Pasien TANPA Fitur Risiko Tinggi:
Jika tidak ada fitur berikut, nyeri kepala tidak memerlukan investigasi lebih lanjut selain evaluasi standar yang akan dilakukan pada pasien non-SLE: 1
- Demam atau infeksi bersamaan
- Status imunosupresi
- Adanya antibodi antifosfolipid
- Penggunaan antikoagulan
- Tanda neurologis fokal
- Perubahan status mental
- Meningismus (kaku kuduk)
- Aktivitas SLE yang menyeluruh
Pasien DENGAN Fitur Risiko Tinggi:
Lakukan evaluasi komprehensif segera untuk menyingkirkan kondisi yang mengancam jiwa: 1, 2
1. Pungsi Lumbal dengan Analisis CSS 2
- Indikasi mutlak: Kecurigaan meningitis (aseptik atau infeksi), terutama pada pasien dengan imunosupresi 2
- Pemeriksaan CSS yang diperlukan:
- Catatan penting: Tujuan utama analisis CSS adalah untuk menyingkirkan infeksi CNS, bukan untuk mengkonfirmasi diagnosis NPSLE 3
- Peningkatan protein CSS terjadi pada 40-50% pasien NPSLE tetapi tidak spesifik untuk manifestasi NPSLE tertentu 3
2. MRI Otak 1, 2
- Sekuens yang direkomendasikan:
- Sekuens konvensional
- Diffusion-weighted imaging (DWI)
- T1 dengan kontras gadolinium 2
- Tujuan: Menyingkirkan lesi struktural, perdarahan, trombosis sinus, atau stroke 1
3. Pemeriksaan Antibodi Antifosfolipid 4
- Anti-β2GPI (IgM dan IgG): Memiliki nilai prediktif lebih baik dibandingkan aCL dan LA untuk nyeri kepala intraktabel dan stroke iskemik 4
- Anti-β2GPI-IgM secara independen terkait dengan nyeri kepala dan stroke iskemik (OR=5.6) 4
- Jika positif, pertimbangkan trombosis sinus atau komplikasi vaskular lainnya 1
Jebakan Klinis yang Harus Dihindari
Kesalahan paling berbahaya adalah mengatribusikan nyeri kepala atau meningitis kepada lupus tanpa menyingkirkan infeksi secara adekuat, terutama pada pasien yang mendapat imunosupresan. 2 Rekomendasi EULAR menekankan hal ini dengan skor kesepakatan 9.6 dari 10. 2
Pertimbangan Khusus
- Manifestasi neuropsikiatrik sering terjadi dini: 65% manifestasi NPSLE mendahului diagnosis SLE, dan 50-60% terjadi dalam tahun pertama setelah diagnosis 4, 5
- Meningitis aseptik sebagai manifestasi NPSLE sangat jarang (insidensi kumulatif <1%) 2
- Gunakan temuan CSS bersama dengan MRI, EEG, dan presentasi klinis untuk diagnosis komprehensif 3