When should a computed tomography (CT) scan of the paranasal sinuses be performed to evaluate treatment outcomes?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 26, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Waktu yang Tepat untuk CT Scan Sinus Paranasal dalam Evaluasi Hasil Pengobatan

CT scan sinus paranasal TIDAK diperlukan untuk mengevaluasi hasil pengobatan pada rinosinusitis akut tanpa komplikasi, tetapi HARUS dilakukan untuk rinosinusitis kronis atau rinosinusitis akut rekuren sebelum perencanaan pembedahan. 1

Rinosinusitis Akut (Kurang dari 4 Minggu)

Jangan lakukan CT scan untuk evaluasi pengobatan rinosinusitis akut tanpa komplikasi:

  • Pedoman American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery dengan tegas menyatakan bahwa CT imaging tidak diperlukan untuk pasien dengan diagnosis klinis rinosinusitis akut 1
  • CT scan tidak dapat membedakan secara akurat antara rinosinusitis bakterial akut dengan rinosinusitis akut viral 1
  • Diagnosis dan evaluasi respons pengobatan harus berdasarkan kriteria klinis saja 1

Pengecualian - lakukan CT scan dengan kontras jika:

  • Terdapat kecurigaan komplikasi seperti penyebaran infeksi ke orbita atau intrakranial 1
  • Pasien mengalami perburukan gejala atau tidak ada perbaikan setelah 7 hari pengobatan antibiotik yang tepat 1

Rinosinusitis Kronis dan Rinosinusitis Akut Rekuren

CT scan HARUS dilakukan dalam kondisi berikut:

Indikasi Utama untuk CT Scan:

  • Sebelum pembedahan endoskopik fungsional sinus (FESS): CT diperlukan sebagai "peta jalan" untuk perencanaan pembedahan, mengidentifikasi variasi anatomi dan kelainan yang dapat meningkatkan risiko cedera intrakranial, intraorbital, dan vaskular 1

  • Konfirmasi diagnosis objektif: CT scan diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis rinosinusitis kronis atau rinosinusitis akut rekuren ketika pemeriksaan endoskopi nasal tidak konklusif atau tidak dapat dilakukan 1

  • Monitoring penyakit rekuren atau kronis: CT menawarkan metode objektif untuk memantau penyakit rekuren atau kronis, meskipun temuan CT tidak selalu berkorelasi dengan tingkat keparahan gejala 1

Waktu yang Tepat:

  • CT scan sebaiknya dilakukan setelah terapi medis optimal gagal dan terdapat bukti objektif inflamasi mukosa pada endoskopi 1, 2
  • Untuk rinosinusitis kronis, CT dilakukan setelah gejala berlangsung lebih dari 12 minggu dengan dokumentasi inflamasi pada endoskopi atau imaging 1

Protokol CT yang Direkomendasikan:

  • CT tanpa kontras sudah cukup untuk mengkonfirmasi rinosinusitis kronis dan perencanaan pembedahan 1
  • CT dengan kontras diperlukan HANYA jika dicurigai ada komplikasi seperti penyebaran ke orbita atau intrakranial 1
  • Gunakan protokol CT sinus yang dapat digunakan oleh sistem panduan gambar untuk pembedahan 1

Evaluasi Pasca-Terapi untuk Keganasan Sinus Paranasal

Untuk pasien dengan riwayat kanker sinus paranasal yang telah diobati:

Modalitas Imaging Pilihan:

  • MRI adalah modalitas pilihan untuk mengevaluasi rekurensi tumor sinonasal karena kontras jaringan lunak yang lebih baik 1

  • CT dengan kontras dapat digunakan untuk memantau perubahan pengobatan dan menilai komplikasi seperti infeksi atau osteoradionekrosis, tetapi kontras adalah WAJIB untuk membedakan rekurensi dari perubahan pasca-terapi 1

Waktu yang Tepat untuk Imaging Pasca-Terapi:

  • FDG-PET/CT sebaiknya dilakukan minimal 12 minggu setelah selesai terapi untuk memungkinkan efek pengobatan mereda, meskipun imaging sedini 8 minggu setelah terapi telah disarankan 1
  • Perubahan inflamasi pasca-pengobatan menurunkan spesifisitas temuan pada FDG-PET/CT jika dilakukan terlalu dini 1

Peringatan Penting:

  • Jangan memesan CT scan untuk gejala non-spesifik seperti halitosis kronis atau postnasal drip tanpa gejala sinus yang jelas - ini menyebabkan paparan radiasi yang tidak perlu 3, 2
  • Temuan insidental tinggi: Studi menunjukkan tingkat tinggi (18-82%) kelainan sinus insidental pada individu asimtomatik, membuat temuan CT berpotensi menyesatkan tanpa gejala yang sesuai 3, 2
  • Lakukan endoskopi nasal terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan CT scan untuk evaluasi rinosinusitis kronis 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Diagnostic Approach for Chronic Rhinosinusitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

CT Scan of the Sinuses is Not Medically Necessary for Chronic Halitosis and Postnasal Drip

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.