Can nimodipine be used in patients with Subarachnoid Hemorrhage (SAH) experiencing vasospasm?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Nimodipin Sangat Dianjurkan untuk Pasien SAH dengan Vasospasme

Ya, nimodipin tidak hanya boleh tetapi sangat dianjurkan untuk diberikan pada pasien SAH yang mengalami vasospasme, dan harus dimulai sejak awal pada semua pasien SAH aneurisma untuk mencegah delayed cerebral ischemia (DCI). 1, 2

Rekomendasi Utama dan Dosis

  • Nimodipin oral 60 mg setiap 4 jam selama 21 hari harus diberikan pada semua pasien SAH aneurisma, terlepas dari kondisi neurologis mereka (Hunt and Hess Grade I-V), untuk mencegah DCI dan meningkatkan outcome fungsional 3, 1, 2

  • Terapi harus dimulai dalam 96 jam setelah onset perdarahan dan diberikan secara konsisten selama 21 hari penuh 1

  • FDA telah menyetujui nimodipin untuk mengurangi insidensi dan keparahan defisit iskemik pada pasien SAH dari ruptur aneurisma berry intrakranial 2

Mekanisme Kerja pada Vasospasme

  • Nimodipin bekerja melalui mekanisme neuroprotektif yang melampaui efek pada vasospasme pembuluh darah besar 1, 2

  • Meskipun tidak ada bukti arteriografi bahwa nimodipin mencegah atau menghilangkan spasme arteri secara langsung, studi klinis menunjukkan efek menguntungkan pada keparahan defisit neurologis yang disebabkan oleh vasospasme serebral 2

  • Nimodipin sangat lipofilik dan dapat menembus sawar darah-otak, dengan konsentrasi hingga 12.5 ng/mL terdeteksi dalam cairan serebrospinal pasien SAH 2

Bukti Klinis yang Kuat

  • Meta-analisis dari 16 uji klinis melibatkan 3.361 pasien mengkonfirmasi manfaat nimodipin dalam mencegah DCI dan meningkatkan outcome fungsional dengan tingkat bukti yang kuat 1

  • Empat uji klinis acak terkontrol plasebo menunjukkan nimodipin mengurangi keparahan defisit neurologis akibat vasospasme pada pasien SAH 2

  • Studi menunjukkan pengurangan signifikan dalam defisit berat akibat spasme: dalam satu studi AS, hanya 1 dari 56 pasien nimodipin mengalami defisit berat dibandingkan 8 dari 60 pasien plasebo (p=0.03) 2

Pentingnya Konsistensi Pemberian

  • Gangguan terapi nimodipin secara langsung berhubungan dengan insidensi DCI yang lebih tinggi (ρ=0.431, P<0.001) 1, 4

  • Studi retrospektif menunjukkan hanya 33% pasien yang menyelesaikan 21 hari penuh terapi nimodipin, terutama karena hipotensi atau pasien dipulangkan sebelum 21 hari 5

  • Pemberian yang konsisten sangat kritis untuk mencegah DCI, yang tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas setelah SAH 4

Manajemen Hipotensi Terkait Nimodipin

  • Jika terjadi hipotensi akibat nimodipin, lakukan intervensi medis standar untuk mempertahankan tekanan darah SEBELUM mengurangi dosis nimodipin 1, 4

  • Penggunaan vasopresor bersamaan BUKAN merupakan kontraindikasi untuk pemberian nimodipin 4

  • Dalam 39% kasus, dosis nimodipin dikurangi karena penurunan tekanan darah yang berlebihan, tetapi ini harus menjadi pilihan terakhir setelah upaya mempertahankan tekanan darah 5

  • Jika nimodipin menyebabkan variabilitas tekanan darah yang signifikan yang tidak dapat dikelola, pengurangan dosis sementara atau interupsi mungkin diperlukan 1

Integrasi dengan Terapi Lain untuk Vasospasme

  • Untuk pasien yang mengalami vasospasme simptomatik meskipun sudah mendapat terapi nimodipin, intervensi tambahan meliputi: 1, 4

    • Peningkatan tekanan darah sistolik (augmentasi hemodinamik)
    • Terapi vasodilator intra-arterial
    • Angioplasti serebral
  • Nimodipin harus digunakan bersama dengan terapi standar lainnya termasuk mempertahankan euvolemia untuk mencegah DCI 1, 4

  • Hindari hipervolemia profilaksis karena berpotensi berbahaya dan berhubungan dengan morbiditas berlebihan; euvolemia harus menjadi target 3, 4

Terapi Endovaskular Tambahan

  • Nimodipin intra-arterial dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk vasospasme simptomatik yang refrakter terhadap terapi medis 6, 7, 8

  • Studi menunjukkan infusi nimodipin intra-arterial lokal kontinyu (0.4 mg/jam) efektif dalam membalikkan vasospasme berat dengan perbaikan neurologis dalam 12 jam 7

  • Dosis rata-rata nimodipin intra-arterial adalah 2 mg, dengan perbaikan radiologis pada 80% prosedur 8

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan nimodipin hanya karena pasien memerlukan dukungan vasopresor—ini adalah situasi yang dapat dikelola, bukan kontraindikasi 4

  • Pastikan nimodipin dilanjutkan jika pasien dipulangkan sebelum 21 hari—ini adalah kesalahan umum yang menyebabkan terapi tidak lengkap 5

  • Monitor tekanan darah dengan ketat dan titrasi vasopresor sesuai kebutuhan untuk mempertahankan tekanan perfusi serebral yang adekuat sambil melanjutkan nimodipin 4

  • Pada pasien dengan sirosis hepatik, dosis harus dikurangi karena bioavailabilitas meningkat dua kali lipat 2

References

Guideline

Management of Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage with Nimodipine

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Nimodipine in Post-Aneurysm Clipping Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Poor Utilization of Nimodipine in Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage.

Journal of stroke and cerebrovascular diseases : the official journal of National Stroke Association, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.