What is the management of hematuria (blood in the urine)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Hematuria

Mulai dengan konfirmasi mikroskopis hematuria (≥3 sel darah merah per lapangan pandang tinggi) pada dua dari tiga spesimen urin yang dikumpulkan dengan benar, kemudian stratifikasi risiko keganasan untuk menentukan jalur evaluasi urologi atau nefrologi. 1

Evaluasi Awal dan Konfirmasi

  • Verifikasi hematuria mikroskopik dengan urinalisis mikroskopik menunjukkan ≥3 sel darah merah per lapangan pandang tinggi pada minimal dua dari tiga spesimen yang dikumpulkan dengan benar 1
  • Positif dipstick saja tidak cukup untuk memulai pemeriksaan lengkap—konfirmasi mikroskopik wajib dilakukan karena spesifisitas dipstick hanya 65-99% 2
  • Lakukan anamnesis terfokus mencari: riwayat keganasan, merokok (hitung pack-years), paparan okupasional terhadap bahan kimia/pewarna (benzena, amina aromatik), infeksi saluran kemih, batu ginjal, trauma, riwayat keluarga penyakit ginjal, gangguan pendengaran (sindrom Alport), dan penggunaan antikoagulan 3, 2
  • Ukur tekanan darah dan kreatinin serum pada semua pasien 1

Stratifikasi Risiko Keganasan

Gunakan sistem AUA/SUFU 2025 untuk menentukan risiko rendah, sedang, atau tinggi berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat merokok, dan jumlah sel darah merah: 1, 2

  • Risiko Rendah (0%-0.4%): Wanita <60 tahun, pria <40 tahun, tidak pernah merokok atau <10 pack-years, 3-10 RBC/HPF 2
  • Risiko Sedang (0.2%-3.1%): Wanita ≥60 tahun, pria 40-59 tahun, 10-30 pack-years 2
  • Risiko Tinggi (1.3%-6.3%): Pria ≥60 tahun, >30 pack-years, riwayat hematuria gross, paparan okupasional 2, 4

Menentukan Sumber: Glomerular vs Non-Glomerular

Periksa sedimen urin untuk morfologi sel darah merah dan adanya cast untuk membedakan sumber glomerular dari urologi: 2

Indikator Sumber Glomerular (Rujuk ke Nefrologi):

  • Sel darah merah dismorfik >80% 2
  • Cast sel darah merah (patognomonik untuk penyakit glomerular) 2
  • Proteinuria signifikan (rasio protein-kreatinin >0.2 g/g) 2
  • Urin berwarna teh 3
  • Kreatinin serum meningkat atau fungsi ginjal menurun 2

Indikator Sumber Non-Glomerular (Evaluasi Urologi):

  • Sel darah merah berbentuk normal >80% 2
  • Proteinuria minimal atau tidak ada 2
  • Kreatinin serum normal 2

Jalur Evaluasi Berdasarkan Sumber

Untuk Hematuria Gross (Kasat Mata):

Rujuk urologi segera untuk semua kasus hematuria gross, bahkan jika sembuh sendiri, karena risiko keganasan >10%. 4, 5

  • Hematuria gross tanpa nyeri memiliki asosiasi lebih kuat dengan kanker dibanding yang disertai nyeri pinggang 4
  • Lakukan CT urografi (pencitraan pilihan) untuk evaluasi komprehensif saluran kemih atas 2, 4
  • Sistoskopi wajib dilakukan untuk menyingkirkan karsinoma sel transisional kandung kemih 2
  • Jangan tunda evaluasi meskipun perdarahan berhenti spontan 4
  • Peringatan penting: Jangan anggap hematuria semata-mata karena terapi antikoagulan atau antiplatelet—obat ini dapat mengungkap patologi yang mendasari tetapi bukan penyebab 2, 4

Untuk Hematuria Mikroskopik dengan Sumber Non-Glomerular:

Pasien risiko sedang dan tinggi memerlukan sistoskopi dan pencitraan saluran kemih atas (CT urografi lebih disukai): 1

  • CT urografi multifase adalah modalitas pilihan untuk mendeteksi karsinoma sel ginjal, karsinoma sel transisional, dan urolitiasis 2
  • MR urografi sebagai alternatif jika CT kontraindikasi 4
  • Ultrasonografi ginjal dengan pielografi retrograd dapat dipertimbangkan jika CT dan MR tidak memungkinkan 4
  • Sitologi urin direkomendasikan untuk pasien berisiko tinggi, terutama lansia 4

Pasien risiko rendah tanpa faktor risiko dan dengan penyebab jinak yang teridentifikasi mungkin tidak memerlukan pemeriksaan pencitraan ekstensif. 2

Untuk Hematuria dengan Sumber Glomerular:

Rujuk ke nefrologi untuk evaluasi penyakit ginjal primer: 1

  • Lakukan panel metabolik lengkap termasuk kreatinin serum, BUN, albumin, dan protein total 2
  • Periksa kadar komplemen (C3, C4) untuk mengevaluasi glomerulonefritis pasca-infeksi atau nefritis lupus 2
  • Tes antibodi antinuklear (ANA) dan ANCA jika dicurigai vaskulitis 2
  • Ultrasonografi ginjal untuk mengevaluasi ukuran ginjal, ekogenisitas, dan kelainan struktural 2
  • Pertimbangkan biopsi ginjal untuk proteinuria persisten signifikan, cast sel darah merah, atau >80% sel darah merah dismorfik 2

Evaluasi Laboratorium Tambahan

  • Kultur urin untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih—lakukan sebelum terapi antibiotik jika memungkinkan 2
  • Evaluasi hiperkalsiuria (rasio kalsium-kreatinin urin spot) jika dicurigai penyebab metabolik 3, 2
  • Hitung darah lengkap dengan trombosit jika dicurigai penyakit ginjal kronis 3

Protokol Follow-Up untuk Evaluasi Awal Negatif

Ulangi urinalisis pada 6,12,24, dan 36 bulan, dan pantau tekanan darah pada setiap kunjungan: 1, 4

  • Pertimbangkan rujukan nefrologi jika hematuria menetap dengan perkembangan hipertensi, proteinuria, atau bukti perdarahan glomerular 1, 2
  • Evaluasi ulang urologi segera jika terjadi: hematuria gross berulang, sitologi urin abnormal, atau gejala berkemih iritatif tanpa infeksi 4

Pertimbangan Khusus Berdasarkan Usia

Pada Anak-Anak:

  • Glomerulonefritis dan anomali kongenital adalah penyebab umum 2
  • Ultrasonografi dan CT adalah metode pencitraan paling umum, meskipun modalitas lain mungkin sesuai dalam kasus tertentu 3
  • Fokus pada: hematuria terisolasi (tanpa nyeri, non-trauma), hematuria nyeri (dicurigai nefrolitiasis), dan trauma ginjal dengan hematuria 3

Pada Lansia (>60 tahun):

  • Keganasan adalah faktor risiko signifikan—risiko meningkat tajam dengan usia 2, 4
  • Sitologi urin direkomendasikan untuk semua pasien usia 80 tahun karena risiko tinggi karsinoma sel transisional 4
  • Rujukan urologi diperlukan untuk semua pasien lansia dengan hematuria gross dan sebagian besar dengan hematuria mikroskopik 4

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan abaikan hematuria gross meskipun sembuh sendiri—risiko keganasan tetap tinggi dan evaluasi urologi wajib dilakukan 4, 5
  • Jangan tunda evaluasi pada pasien dengan antikoagulan—obat ini bukan alasan untuk menunda pemeriksaan 1, 2
  • Jangan mulai pemeriksaan ekstensif berdasarkan dipstick positif saja—konfirmasi mikroskopik dengan ≥3 RBC/HPF diperlukan 1, 2
  • Jangan asumsikan infeksi saluran kemih menjelaskan hematuria tanpa kultur—lakukan kultur sebelum antibiotik 2
  • Jangan lewatkan tanda-tanda penyakit glomerular—periksa proteinuria, morfologi sel darah merah, dan cast pada semua pasien 2

References

Guideline

Evaluation and Management of Microscopic Hematuria

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Hematuria Evaluation and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Evaluation of Hematuria in the Elderly

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Hematuria.

Primary care, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.