Can intravenous (IV) gentamicin be used as an inhalation therapy and what is the protocol for administering azithromycin (macrolide antibiotic) to a teenage patient with cystic fibrosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggunaan Gentamicin Intravena sebagai Inhalasi dan Protokol Azitromicin pada Remaja dengan Cystic Fibrosis

Gentamicin Intravena untuk Inhalasi

Sediaan gentamicin intravena TIDAK direkomendasikan untuk digunakan sebagai terapi inhalasi pada pasien cystic fibrosis, karena Cystic Fibrosis Foundation secara eksplisit menyatakan tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan gentamicin inhalasi dan tidak ada protokol standar untuk penggunaan obat ini. 1

Mengapa Gentamicin IV Tidak Cocok untuk Inhalasi

  • Formulasi gentamicin intravena mengandung bahan tambahan seperti fenol yang berpotensi menyebabkan toksisitas pada saluran napas ketika diaerosolkan 2
  • Tidak ada data keamanan jangka panjang untuk penggunaan gentamicin inhalasi pada pasien cystic fibrosis 1
  • Risiko bronkospasme signifikan dengan antibiotik inhalasi yang tidak diformulasikan khusus untuk nebulisasi 1, 3

Alternatif yang Direkomendasikan

Tobramycin inhalasi adalah pilihan yang sangat direkomendasikan (Grade A) untuk pasien cystic fibrosis usia 6 tahun ke atas dengan penyakit paru sedang hingga berat dan infeksi P. aeruginosa persisten. 1

  • Dosis: 300 mg dua kali sehari via nebulizer 1, 3
  • Protokol: siklus 28 hari terapi, diikuti 28 hari tanpa terapi, secara bergantian 1, 3
  • Indikasi: FEV1 < 70% prediksi dan infeksi P. aeruginosa persisten 1
  • Manfaat terbukti: meningkatkan fungsi paru, kualitas hidup, dan mengurangi eksaserbasi 1

Pertimbangan Penting untuk Aminoglikosida Inhalasi

  • Selalu berikan bronkodilator sebelum nebulisasi tobramycin untuk mencegah bronkospasme 1, 3
  • Lakukan teknik pembersihan jalan napas sebelum nebulisasi untuk meningkatkan pengiriman obat 3
  • Gunakan nebulizer yang menghasilkan partikel 2-5 μm diameter untuk mencapai bronkiolus kecil 3
  • Tidak ada bukti toksisitas ginjal atau pendengaran ketika tobramycin inhalasi digunakan sendiri 3

Peringatan Khusus tentang Kombinasi Terapi

  • Jika pasien menerima aminoglikosida intravena bersamaan dengan tobramycin inhalasi dosis tinggi, kadar serum tobramycin HARUS dimonitor karena risiko peningkatan toksisitas 2, 1, 3
  • Cystic Fibrosis Foundation menyimpulkan tidak ada bukti cukup untuk merekomendasikan atau menentang penggunaan antibiotik inhalasi bersamaan dengan antibiotik intravena yang sama untuk eksaserbasi akut (Grade I recommendation) 2, 1
  • Kadar aminoglikosida serum sulit diinterpretasikan ketika rute inhalasi dan IV digunakan bersamaan, terutama tergantung pada waktu pemberian 2

Protokol Azitromicin pada Remaja dengan Cystic Fibrosis

Azitromicin direkomendasikan sebagai terapi kronis untuk pasien cystic fibrosis usia ≥6 tahun dengan infeksi P. aeruginosa kronik, dan harus dilanjutkan selama eksaserbasi akut sebagai bagian dari terapi pemeliharaan kesehatan paru. 1, 4

Dosis dan Pemberian

  • Pasien dengan berat badan ≥40 kg: 500 mg tiga kali seminggu (Senin-Rabu-Jumat atau pola serupa) 4
  • Pasien dengan berat badan <40 kg: 250 mg tiga kali seminggu 4
  • Pemberian oral, dapat diberikan dengan atau tanpa makanan 4

Mekanisme Kerja pada Cystic Fibrosis

  • Azitromicin memiliki sifat mikrobiologis, imunomodulator, dan anti-inflamasi yang mengurangi kerusakan paru progresif pada cystic fibrosis 4
  • Meskipun tidak aktif langsung terhadap P. aeruginosa, konsentrasi sub-inhibitori dapat mengurangi peran patogenik bakteri dengan mengganggu aktivitas bakteri dan meningkatkan kerentanan terhadap antibiotik lain 4
  • Memiliki aktivitas anti-viral yang membatasi risiko eksaserbasi bakteri pulmonal yang sering terjadi setelah infeksi virus ringan 4

Durasi Terapi

  • Azitromicin paling efektif selama tahun pertama pemberian 4
  • Dampak pengobatan jangka panjang masih diperdebatkan dan memerlukan evaluasi individual 4
  • Data menunjukkan efektivitas berkelanjutan, tetapi aspek penggunaan jangka panjang masih belum sepenuhnya terdefinisi 4

Manajemen Selama Eksaserbasi Akut

Cystic Fibrosis Foundation merekomendasikan melanjutkan terapi kronis untuk pemeliharaan kesehatan paru selama pengobatan eksaserbasi akut penyakit paru (Grade B recommendation). 2, 1

  • Terapi yang harus dilanjutkan termasuk: azitromicin oral (jika sudah digunakan secara kronis), tobramycin inhalasi, dornase alfa, dan saline hipertonik 1
  • Tidak ada alasan kuat untuk menghentikan terapi kronis yang direkomendasikan selama eksaserbasi 2

Monitoring dan Efek Samping

  • Monitor kemungkinan resistensi antibiotik pada patogen bakteri lain yang biasanya mengkolonisasi pasien cystic fibrosis 4
  • Insiden sebenarnya dari kejadian merugikan masih belum sepenuhnya terdefinisi 4
  • Evaluasi potensi interferensi dengan terapi rutin lainnya 4

Pertimbangan Khusus untuk Remaja

  • Remaja umumnya memiliki berat badan ≥40 kg, sehingga dosis standar adalah 500 mg tiga kali seminggu 4
  • Kepatuhan menjadi kunci pada populasi remaja - jadwal tiga kali seminggu lebih mudah dipatuhi dibanding dosis harian 4
  • Edukasi tentang pentingnya terapi jangka panjang untuk mencegah deteriorasi fungsi paru sangat penting pada kelompok usia ini 4

Kombinasi dengan Terapi Lain

  • Azitromicin dapat digunakan bersamaan dengan tobramycin inhalasi untuk terapi pemeliharaan 1
  • Tidak ada kontraindikasi untuk penggunaan bersamaan dengan antibiotik antipseudomonal lain selama eksaserbasi 2
  • Hati-hati dengan penggunaan NSAID dosis tinggi (misalnya ibuprofen) bersamaan dengan aminoglikosida IV karena risiko nefrotoksisitas meningkat 2, 1

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan azitromicin selama eksaserbasi akut jika sudah digunakan sebagai terapi kronis 2, 1
  • Terapi airway clearance harus diintensifkan selama eksaserbasi (peningkatan waktu dan frekuensi) 2, 1
  • Untuk eksaserbasi yang tidak terkontrol, pertimbangkan terapi antibiotik intravena kombinasi (biasanya beta-laktam antipseudomonal plus aminoglikosida) 1

References

Guideline

Management of Uncontrolled Exacerbations in Cystic Fibrosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Tobramycin Nebulization Guidelines for Cystic Fibrosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Azithromycin use in patients with cystic fibrosis.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 2015

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.