Pemberian Uperio (Sacubitril/Valsartan) pada Pasien CKD on HD dengan Heart Failure karena Koroner
Rekomendasi Utama
Sacubitril/valsartan dapat dipertimbangkan dengan hati-hati pada pasien CKD on HD dengan heart failure karena koroner, namun memerlukan monitoring ketat karena pasien hemodialisis memiliki risiko tinggi untuk hipotensi, hiperkalemia, dan perburukan fungsi ginjal. 1
Dasar Rekomendasi dari Guideline
Indikasi pada Heart Failure
- Sacubitril/valsartan direkomendasikan sebagai pengganti ACE-I atau ARB pada pasien dengan heart failure dengan reduced ejection fraction (HFrEF) untuk mengurangi risiko hospitalisasi gagal jantung dan kematian. 2
- Pada pasien dengan chronic coronary syndrome dan heart failure, sacubitril/valsartan direkomendasikan untuk mengurangi risiko kematian kardiovaskular dan hospitalisasi. 2
Pertimbangan pada CKD
- Pada pasien dengan CKD, target tekanan darah adalah <130/80 mmHg (atau <140/80 mmHg pada pasien lanjut usia), dengan RAS inhibitor sebagai lini pertama. 2
- Sacubitril/valsartan dapat digunakan sebagai alternatif untuk ACE inhibitor atau ARB pada pasien hipertensi dengan heart failure, termasuk populasi dengan CKD. 2
Pertimbangan Khusus untuk Pasien HD
Dosis dan Inisiasi
- Untuk pasien dengan severe renal impairment (termasuk HD), dosis awal harus dikurangi menjadi 24/26 mg dua kali sehari. 1
- Titrasi dosis dilakukan setiap 2-4 minggu dengan target 97/103 mg dua kali sehari, namun pada pasien HD target ini mungkin tidak tercapai. 3, 1
Monitoring yang Diperlukan
- Monitor fungsi ginjal dan kreatinin serum secara ketat, meskipun pada pasien HD parameter ini kurang relevan untuk penyesuaian dosis. 1
- Monitor kalium serum secara periodik karena risiko hiperkalemia meningkat pada pasien dengan severe renal impairment, diabetes, atau diet tinggi kalium. 1
- Monitor tekanan darah dengan ketat karena risiko hipotensi simptomatik meningkat, terutama pada pasien yang mendapat diuretik dosis tinggi atau dalam kondisi volume depleted. 1
Risiko dan Efek Samping
- Efek samping yang paling sering (≥5%) adalah hipotensi, hiperkalemia, batuk, pusing, dan perburukan fungsi ginjal. 1
- Risiko hipotensi meningkat 1.71 kali lipat dibandingkan dengan ACE-I/ARB, terutama pada pasien dengan sistem renin-angiotensin yang teraktivasi. 4
- Risiko angioedema ada, meskipun lebih rendah dibandingkan ACE inhibitor, dan merupakan kontraindikasi absolut jika ada riwayat angioedema terkait ACE-I atau ARB sebelumnya. 1
Bukti Penelitian pada Populasi CKD
Manfaat Kardiovaskular
- Meta-analisis menunjukkan sacubitril/valsartan mengurangi risiko kematian kardiovaskular atau hospitalisasi gagal jantung sebesar 32% (OR: 0.68,95% CI 0.61-0.76) pada pasien dengan CKD. 4
- NT-proBNP menurun secara signifikan (MD = -45.34,95% CI -46.63 hingga -44.06) pada pasien CKD yang mendapat sacubitril/valsartan. 5
Efek pada Fungsi Ginjal
- Pada pasien CKD stage III-V, sacubitril/valsartan menunjukkan stabilitas eGFR setelah 6 bulan penggunaan tanpa penurunan fungsi ginjal yang signifikan. 6
- Sacubitril/valsartan mencegah peningkatan kreatinin serum (OR: 0.79,95% CI 0.67-0.95) dan mengurangi risiko penurunan eGFR >50% dengan follow-up jangka panjang. 4
- Studi retrospektif pada CKD stage III-V menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam eGFR dari baseline hingga 90 hari (45.3 vs 45.5 mL/min/1.73 m²), namun ejection fraction meningkat dari 22.5% menjadi 30.0%. 7
Algoritma Penggunaan pada Pasien HD
Langkah 1: Evaluasi Kelayakan
- Pastikan tidak ada kontraindikasi absolut: riwayat angioedema terkait ACE-I/ARB, penggunaan bersamaan dengan ACE-I (washout 36 jam diperlukan), atau penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes. 1
- Evaluasi status volume dan tekanan darah pre-dialisis dan post-dialisis.
Langkah 2: Persiapan Inisiasi
- Koreksi deplesi volume atau garam sebelum memulai terapi atau mulai dengan dosis rendah. 1
- Pertimbangkan pengurangan dosis diuretik jika pasien tidak kongesti untuk mengurangi risiko hipotensi. 3
- Pastikan tekanan darah sistolik ≥100 mmHg, meskipun tekanan darah lebih rendah bukan kontraindikasi absolut. 3
Langkah 3: Inisiasi dan Titrasi
- Mulai dengan 24/26 mg dua kali sehari pada pasien HD. 1
- Evaluasi setelah 2-4 minggu: periksa tekanan darah, kalium, dan tolerabilitas.
- Jika toleransi baik, tingkatkan menjadi 49/51 mg dua kali sehari.
- Target dosis 97/103 mg dua kali sehari mungkin tidak tercapai pada semua pasien HD, dan dosis submaksimal tetap memberikan manfaat. 3
Langkah 4: Monitoring Berkelanjutan
- Monitor tekanan darah pre dan post-dialisis setiap kunjungan dialisis selama bulan pertama.
- Periksa kalium serum mingguan selama bulan pertama, kemudian setiap bulan.
- Evaluasi gejala hipotensi simptomatik, terutama setelah dialisis.
- Monitor tanda-tanda angioedema (pembengkakan wajah, bibir, lidah, glotis).
Langkah 5: Manajemen Efek Samping
- Jika hipotensi simptomatik: Kurangi dosis diuretik terlebih dahulu, kemudian pertimbangkan pengurangan dosis sacubitril/valsartan sementara, lalu titrasi ulang. 1
- Jika hiperkalemia >5.5 mEq/L: Kurangi atau hentikan sementara sacubitril/valsartan, optimalkan resep dialisis, hindari makanan tinggi kalium. 1
- Jika angioedema: Hentikan segera dan jangan berikan kembali, berikan terapi suportif dan monitor jalan napas. 1
Peringatan Penting (Common Pitfalls)
- Jangan menghentikan terapi hanya karena hipotensi asimptomatik - manfaat mortalitas tetap ada bahkan dengan tekanan darah lebih rendah. 3
- Jangan menghindari sacubitril/valsartan hanya karena pasien dalam HD - bukti menunjukkan keamanan dan stabilitas fungsi ginjal pada CKD stage III-V. 4, 6
- Jangan lupa washout 36 jam dari ACE inhibitor untuk menghindari risiko angioedema. 1
- Jangan menargetkan dosis maksimal pada semua pasien - dosis submaksimal tetap memberikan manfaat klinis signifikan pada pasien dengan komorbiditas berat. 3
- Perhatikan interaksi dengan statin (atorvastatin, rosuvastatin, dll) karena sacubitril menghambat transporter OATP1B1, OATP1B3, OAT1, dan OAT3 - pertimbangkan dosis statin lebih rendah. 3, 8
Kesimpulan Praktis
Pada pasien CKD on HD dengan heart failure karena koroner, sacubitril/valsartan dapat memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan dengan profil keamanan yang dapat diterima, asalkan dimulai dengan dosis rendah (24/26 mg dua kali sehari), dititrasi dengan hati-hati, dan dimonitor secara ketat untuk hipotensi, hiperkalemia, dan angioedema. 1, 4, 6