What are the considerations for using Uperio (sacubitril/valsartan) in a patient with Chronic Kidney Disease (CKD) on Hemodialysis (HD) and heart failure due to coronary disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pemberian Uperio (Sacubitril/Valsartan) pada Pasien CKD on HD dengan Heart Failure karena Koroner

Rekomendasi Utama

Sacubitril/valsartan dapat dipertimbangkan dengan hati-hati pada pasien CKD on HD dengan heart failure karena koroner, namun memerlukan monitoring ketat karena pasien hemodialisis memiliki risiko tinggi untuk hipotensi, hiperkalemia, dan perburukan fungsi ginjal. 1

Dasar Rekomendasi dari Guideline

Indikasi pada Heart Failure

  • Sacubitril/valsartan direkomendasikan sebagai pengganti ACE-I atau ARB pada pasien dengan heart failure dengan reduced ejection fraction (HFrEF) untuk mengurangi risiko hospitalisasi gagal jantung dan kematian. 2
  • Pada pasien dengan chronic coronary syndrome dan heart failure, sacubitril/valsartan direkomendasikan untuk mengurangi risiko kematian kardiovaskular dan hospitalisasi. 2

Pertimbangan pada CKD

  • Pada pasien dengan CKD, target tekanan darah adalah <130/80 mmHg (atau <140/80 mmHg pada pasien lanjut usia), dengan RAS inhibitor sebagai lini pertama. 2
  • Sacubitril/valsartan dapat digunakan sebagai alternatif untuk ACE inhibitor atau ARB pada pasien hipertensi dengan heart failure, termasuk populasi dengan CKD. 2

Pertimbangan Khusus untuk Pasien HD

Dosis dan Inisiasi

  • Untuk pasien dengan severe renal impairment (termasuk HD), dosis awal harus dikurangi menjadi 24/26 mg dua kali sehari. 1
  • Titrasi dosis dilakukan setiap 2-4 minggu dengan target 97/103 mg dua kali sehari, namun pada pasien HD target ini mungkin tidak tercapai. 3, 1

Monitoring yang Diperlukan

  • Monitor fungsi ginjal dan kreatinin serum secara ketat, meskipun pada pasien HD parameter ini kurang relevan untuk penyesuaian dosis. 1
  • Monitor kalium serum secara periodik karena risiko hiperkalemia meningkat pada pasien dengan severe renal impairment, diabetes, atau diet tinggi kalium. 1
  • Monitor tekanan darah dengan ketat karena risiko hipotensi simptomatik meningkat, terutama pada pasien yang mendapat diuretik dosis tinggi atau dalam kondisi volume depleted. 1

Risiko dan Efek Samping

  • Efek samping yang paling sering (≥5%) adalah hipotensi, hiperkalemia, batuk, pusing, dan perburukan fungsi ginjal. 1
  • Risiko hipotensi meningkat 1.71 kali lipat dibandingkan dengan ACE-I/ARB, terutama pada pasien dengan sistem renin-angiotensin yang teraktivasi. 4
  • Risiko angioedema ada, meskipun lebih rendah dibandingkan ACE inhibitor, dan merupakan kontraindikasi absolut jika ada riwayat angioedema terkait ACE-I atau ARB sebelumnya. 1

Bukti Penelitian pada Populasi CKD

Manfaat Kardiovaskular

  • Meta-analisis menunjukkan sacubitril/valsartan mengurangi risiko kematian kardiovaskular atau hospitalisasi gagal jantung sebesar 32% (OR: 0.68,95% CI 0.61-0.76) pada pasien dengan CKD. 4
  • NT-proBNP menurun secara signifikan (MD = -45.34,95% CI -46.63 hingga -44.06) pada pasien CKD yang mendapat sacubitril/valsartan. 5

Efek pada Fungsi Ginjal

  • Pada pasien CKD stage III-V, sacubitril/valsartan menunjukkan stabilitas eGFR setelah 6 bulan penggunaan tanpa penurunan fungsi ginjal yang signifikan. 6
  • Sacubitril/valsartan mencegah peningkatan kreatinin serum (OR: 0.79,95% CI 0.67-0.95) dan mengurangi risiko penurunan eGFR >50% dengan follow-up jangka panjang. 4
  • Studi retrospektif pada CKD stage III-V menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam eGFR dari baseline hingga 90 hari (45.3 vs 45.5 mL/min/1.73 m²), namun ejection fraction meningkat dari 22.5% menjadi 30.0%. 7

Algoritma Penggunaan pada Pasien HD

Langkah 1: Evaluasi Kelayakan

  • Pastikan tidak ada kontraindikasi absolut: riwayat angioedema terkait ACE-I/ARB, penggunaan bersamaan dengan ACE-I (washout 36 jam diperlukan), atau penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes. 1
  • Evaluasi status volume dan tekanan darah pre-dialisis dan post-dialisis.

Langkah 2: Persiapan Inisiasi

  • Koreksi deplesi volume atau garam sebelum memulai terapi atau mulai dengan dosis rendah. 1
  • Pertimbangkan pengurangan dosis diuretik jika pasien tidak kongesti untuk mengurangi risiko hipotensi. 3
  • Pastikan tekanan darah sistolik ≥100 mmHg, meskipun tekanan darah lebih rendah bukan kontraindikasi absolut. 3

Langkah 3: Inisiasi dan Titrasi

  • Mulai dengan 24/26 mg dua kali sehari pada pasien HD. 1
  • Evaluasi setelah 2-4 minggu: periksa tekanan darah, kalium, dan tolerabilitas.
  • Jika toleransi baik, tingkatkan menjadi 49/51 mg dua kali sehari.
  • Target dosis 97/103 mg dua kali sehari mungkin tidak tercapai pada semua pasien HD, dan dosis submaksimal tetap memberikan manfaat. 3

Langkah 4: Monitoring Berkelanjutan

  • Monitor tekanan darah pre dan post-dialisis setiap kunjungan dialisis selama bulan pertama.
  • Periksa kalium serum mingguan selama bulan pertama, kemudian setiap bulan.
  • Evaluasi gejala hipotensi simptomatik, terutama setelah dialisis.
  • Monitor tanda-tanda angioedema (pembengkakan wajah, bibir, lidah, glotis).

Langkah 5: Manajemen Efek Samping

  • Jika hipotensi simptomatik: Kurangi dosis diuretik terlebih dahulu, kemudian pertimbangkan pengurangan dosis sacubitril/valsartan sementara, lalu titrasi ulang. 1
  • Jika hiperkalemia >5.5 mEq/L: Kurangi atau hentikan sementara sacubitril/valsartan, optimalkan resep dialisis, hindari makanan tinggi kalium. 1
  • Jika angioedema: Hentikan segera dan jangan berikan kembali, berikan terapi suportif dan monitor jalan napas. 1

Peringatan Penting (Common Pitfalls)

  • Jangan menghentikan terapi hanya karena hipotensi asimptomatik - manfaat mortalitas tetap ada bahkan dengan tekanan darah lebih rendah. 3
  • Jangan menghindari sacubitril/valsartan hanya karena pasien dalam HD - bukti menunjukkan keamanan dan stabilitas fungsi ginjal pada CKD stage III-V. 4, 6
  • Jangan lupa washout 36 jam dari ACE inhibitor untuk menghindari risiko angioedema. 1
  • Jangan menargetkan dosis maksimal pada semua pasien - dosis submaksimal tetap memberikan manfaat klinis signifikan pada pasien dengan komorbiditas berat. 3
  • Perhatikan interaksi dengan statin (atorvastatin, rosuvastatin, dll) karena sacubitril menghambat transporter OATP1B1, OATP1B3, OAT1, dan OAT3 - pertimbangkan dosis statin lebih rendah. 3, 8

Kesimpulan Praktis

Pada pasien CKD on HD dengan heart failure karena koroner, sacubitril/valsartan dapat memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan dengan profil keamanan yang dapat diterima, asalkan dimulai dengan dosis rendah (24/26 mg dua kali sehari), dititrasi dengan hati-hati, dan dimonitor secara ketat untuk hipotensi, hiperkalemia, dan angioedema. 1, 4, 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Role of Sacubitril/Valsartan in Heart Failure with Reduced Ejection Fraction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

A Retrospective Analysis of Sacubitril/Valsartan in Heart Failure and Chronic Kidney Disease.

The Journal of pharmacy technology : jPT : official publication of the Association of Pharmacy Technicians, 2023

Guideline

Mechanism of Action of Sacubitril/Valsartan in Heart Failure

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.