Can atresia biliar (biliary atresia) be present with normal direct bilirubin and drastically increased Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) levels?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Atresia Bilier dengan Bilirubin Direk Normal dan GGT Sangat Tinggi: Sangat Tidak Mungkin

Atresia bilier dengan bilirubin direk normal dan GGT yang meningkat drastis adalah presentasi yang sangat tidak khas dan seharusnya mendorong pertimbangan diagnosis alternatif, karena hampir semua kasus atresia bilier menunjukkan peningkatan bilirubin terkonjugasi yang signifikan.

Profil Biokimia Khas Atresia Bilier

Atresia bilier secara klasik menunjukkan pola kolestasis yang jelas dengan karakteristik berikut:

  • Bilirubin terkonjugasi (direk) selalu meningkat pada atresia bilier, dengan nilai rata-rata 129.7 μmol/l (kisaran 42-334 μmol/l) dan persentase bilirubin terkonjugasi rata-rata 73% (28-97%) dari total bilirubin 1
  • Peningkatan bilirubin terkonjugasi >20 μmol/l sudah cukup untuk memulai evaluasi atresia bilier 1
  • GGT memang meningkat drastis pada atresia bilier, dengan nilai rata-rata 353.3 ± 334.4 IU/L, jauh lebih tinggi dibanding hepatitis neonatal (114.8 ± 86 IU/L) 2

Mengapa Kombinasi Ini Sangat Tidak Mungkin

Patofisiologi Kolestasis pada Atresia Bilier

Atresia bilier menyebabkan obstruksi bilier komplit yang menghasilkan:

  • Akumulasi bilirubin terkonjugasi karena ketidakmampuan ekskresi empedu ke usus 1
  • Peningkatan enzim kanalikular (GGT, alkalin fosfatase) karena kerusakan epitel bilier 3
  • Kedua parameter ini meningkat bersamaan karena mekanisme patofisiologi yang sama 4

Data Penelitian yang Mendukung

Studi menunjukkan bahwa:

  • GGT >524 U/L (8.7 kali batas atas normal) memiliki sensitivitas 81.7% dan spesifisitas 72.9% untuk atresia bilier 5
  • Kombinasi GGT dan bilirubin direk memberikan AUC 0.892 dengan sensitivitas 79.8% dan spesifisitas 83.2% pada cut-off GGT 324 U/L dan bilirubin direk 115.1 μmol/L 4
  • Rasio GGT/AST >2 memiliki sensitivitas 80.9% untuk atresia bilier 2

Varian Langka: Atresia Bilier dengan GGT Normal

Paradoksnya, ada varian yang lebih jarang:

  • 12.3% kasus atresia bilier dapat memiliki GGT normal (<200 IU/L) pada presentasi 6
  • Kelompok GGT normal ini memiliki prognosis lebih buruk, dengan waktu lebih pendek dari operasi Kasai ke transplantasi hati (11 vs 18 bulan) dan survival bebas transplantasi yang lebih rendah 6
  • Namun, kasus-kasus ini tetap memiliki bilirubin terkonjugasi yang meningkat 6

Diagnosis Diferensial yang Harus Dipertimbangkan

Jika benar-benar ditemukan GGT sangat tinggi dengan bilirubin direk normal, pertimbangkan:

Kondisi dengan Peningkatan GGT Predominan

  • Penyakit tulang (Paget's disease, metastasis tulang) - GGT meningkat untuk mengkonfirmasi asal hepatik dari alkalin fosfatase yang tinggi 3
  • Kolestasis intrahepatic parsial atau dini yang belum menyebabkan akumulasi bilirubin signifikan 3
  • Obstruksi bilier parsial dengan absorpsi peritoneal yang efisien 3
  • Penyakit hati infiltratif (sarkoidosis, amiloidosis) 3

Kesalahan Laboratorium atau Timing

  • Pemeriksaan pada fase sangat dini sebelum akumulasi bilirubin penuh 3
  • Kesalahan teknis laboratorium dalam pengukuran bilirubin direk vs indirek 3
  • Sindrom Gilbert yang bersamaan dapat mengaburkan interpretasi 3

Algoritma Evaluasi yang Direkomendasikan

Jika menghadapi skenario ini:

  1. Konfirmasi ulang hasil laboratorium dalam 2-5 hari, termasuk fraksionasi bilirubin (terkonjugasi vs tidak terkonjugasi, bukan hanya "direk") 3

  2. Periksa panel lengkap: AST, ALT, alkalin fosfatase, albumin, PT/INR, trombosit 3

  3. Hitung rasio diagnostik: GGT/AST dan GGT/ALT (>2 mendukung atresia bilier) 2

  4. USG abdomen segera untuk evaluasi dilatasi duktus bilier, hepatomegali, dan tanda obstruksi 3

  5. Jika kecurigaan klinis tinggi (feses akolik persisten, ikterus progresif), lanjutkan dengan MRCP atau biopsi hati meskipun bilirubin direk normal 3

Peringatan Klinis Penting

  • Jangan menunda evaluasi hanya karena bilirubin direk normal jika ada kecurigaan klinis kuat (feses akolik, hepatomegali, ikterus persisten) 1, 5
  • Usia saat operasi Kasai sangat kritis - setiap penundaan memperburuk prognosis 1, 2
  • Bilirubin terkonjugasi >20 μmol/l sudah cukup untuk memulai evaluasi lengkap, tidak perlu menunggu nilai yang lebih tinggi 1
  • Evaluasi serial lebih informatif daripada nilai tunggal, karena kolestasis dapat berkembang progresif 3

References

Research

Gamma-glutamyl transferase in the diagnosis of biliary atresia.

Acta paediatrica Taiwanica = Taiwan er ke yi xue hui za zhi, 2007

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Value of serum gamma-glutamyl transpeptidase combined with direct bilirubin in the diagnosis of biliary atresia in infants].

Zhongguo dang dai er ke za zhi = Chinese journal of contemporary pediatrics, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.