Dosis Cefazolin untuk Profilaksis Pre-Operatif
Untuk sebagian besar prosedur bedah, dosis cefazolin yang direkomendasikan adalah 2 gram IV diberikan 30-60 menit sebelum insisi bedah, dengan dosis tunggal sudah cukup tanpa perlu dilanjutkan pasca operasi. 1
Dosis Standar Berdasarkan Jenis Pembedahan
Pembedahan Umum (Mayoritas Kasus)
- Dosis awal: 2 gram IV diberikan secara perlahan 30-60 menit sebelum insisi 1
- Re-injeksi intraoperatif: 1 gram jika durasi operasi >4 jam 1
- Durasi: Dosis tunggal saja, tidak perlu dilanjutkan pasca operasi 1, 2
Pembedahan Jantung
- Dosis: 2 gram IV + 1 gram dalam priming 1
- Re-injeksi: 1 gram pada jam ke-4 intraoperatif 1
- Durasi terbatas pada periode operatif saja 1
Pembedahan Neurosurgery (Kraniotomi, Shunt CSF, Spine dengan Implan)
- Dosis: 2 gram IV diberikan secara perlahan 1
- Re-injeksi: 1 gram jika durasi >4 jam 1
- Pengecualian: Luka kranio-serebral memerlukan profilaksis hingga maksimal 48 jam 1, 2
Pembedahan Digestif
- Esofagus, bilier, hernia dengan mesh: 2 gram IV 1
- Re-injeksi: 1 gram jika durasi >4 jam 1
- Dosis tunggal untuk sebagian besar kasus 1
Pembedahan Thoraks
- Reseksi pulmoner: 5 mg/kg/hari (setara ~2 gram untuk pasien 70 kg) 1
- Dosis tunggal dengan re-injeksi jika durasi >4 jam 1
Pertimbangan Khusus Berdasarkan Berat Badan
Pasien Obesitas (≥120 kg)
Terdapat kontroversi dalam literatur mengenai dosis optimal:
- Rekomendasi guideline: Beberapa panduan menyarankan 3 gram untuk pasien ≥120 kg 2
- Bukti klinis terbaru: Studi outcome menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat infeksi antara dosis 2 gram vs 3 gram pada pasien obesitas 3, 4
- Perspektif farmakokinetik: Cefazolin adalah antibiotik hidrofilik yang tidak berpenetrasi ke jaringan adiposa terlepas dari dosis; dosis 2 gram memberikan konsentrasi serum ~185 mcg/mL yang cukup untuk perlindungan ≥6 jam 5
Rekomendasi praktis: Gunakan 2 gram untuk pasien <120 kg dan pertimbangkan 3 gram untuk pasien ≥120 kg jika tersedia, meskipun bukti klinis untuk manfaat tambahan masih terbatas 3, 4, 5
Pembedahan Bariatrik
Timing dan Re-dosing Intraoperatif
Timing Optimal
- Berikan 30-60 menit sebelum insisi untuk memastikan konsentrasi antibiotik adekuat di serum dan jaringan saat insisi 6
- Untuk vancomycin (alternatif alergi): infus 120 menit, harus selesai maksimal saat operasi dimulai, idealnya 30 menit sebelumnya 1
Kriteria Re-dosing
- Cefazolin 2 gram: Re-injeksi 1 gram jika durasi operasi >4 jam 1, 2
- Cefazolin 1.5 gram (cefuroxime/cefamandole): Re-injeksi 0.75 gram jika durasi >2 jam 1
- Tidak ada dasar farmakokinetik untuk re-dosing pada prosedur <6 jam dengan dosis awal 2 gram 5
Durasi Pasca Operasi
Prinsip Umum
- Mayoritas prosedur: Dosis tunggal preoperatif saja, tidak perlu dilanjutkan pasca operasi 1, 2
- Maksimal 24 jam untuk kasus tertentu, eksepsional hingga 48 jam, dan tidak pernah melebihi 48 jam 1
Pengecualian yang Memerlukan Durasi Lebih Lama
- Luka kranio-serebral: Hingga 48 jam maksimal 1, 2
- Amputasi ekstremitas: 48 jam pasca operasi 2
- Pembedahan dengan risiko devastasi tinggi (jantung terbuka, artroplasti prostetik): Dapat dilanjutkan 3-5 hari pasca operasi menurut label FDA, namun guideline terbaru membatasi hingga 48 jam maksimal 1, 6
Alternatif untuk Alergi Beta-Laktam
- Vancomycin 30 mg/kg (infus 120 menit) sebagai dosis tunggal 1
- Gentamicin 5 mg/kg/hari + Clindamycin 900 mg IV untuk beberapa prosedur 1
Peringatan Penting
- Jangan memperpanjang profilaksis hanya karena adanya drain di tempat operasi 1
- Tidak ada indikasi untuk re-injeksi saat pelepasan drain, probe, atau kateter 1
- Pembedahan rawat jalan tidak mengubah protokol standar 1
- Fungsi ginjal normal (CrCl ≥55 mL/min atau kreatinin serum ≤1.5 mg%): gunakan dosis penuh 6