Can a pregnant patient with hemorrhoids (hemoroid) deliver vaginally or should they have a cesarean section (CS)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Persalinan pada Pasien Hamil dengan Hemoroid

Pasien hamil dengan hemoroid dapat dan sebaiknya melahirkan secara pervaginam, karena persalinan pervaginam lebih aman dengan risiko perdarahan, infeksi, dan trombosis yang lebih rendah dibandingkan sectio caesarea. 1, 2

Rekomendasi Utama Berdasarkan Bukti

Persalinan Pervaginam sebagai Pilihan Utama

  • Persalinan pervaginam adalah metode pilihan untuk pasien hamil dengan hemoroid, karena dikaitkan dengan kehilangan darah yang lebih sedikit, risiko infeksi yang lebih rendah, dan penurunan risiko trombosis vena dibandingkan dengan sectio caesarea 1

  • Hemoroid saja bukan merupakan indikasi untuk sectio caesarea - keputusan untuk operasi caesar harus didasarkan pada indikasi obstetrik, bukan semata-mata karena adanya hemoroid 1, 2

  • Sectio caesarea umumnya dicadangkan untuk indikasi obstetrik spesifik, bukan untuk kondisi perianal seperti hemoroid 1

Manajemen Hemoroid Selama Kehamilan dan Persalinan

  • Hemoroid terjadi pada sekitar 40% wanita hamil, biasanya muncul pada trimester ketiga dan 1-2 hari setelah melahirkan 3

  • Kontrol nyeri dengan analgesik topikal atau oral yang aman untuk kehamilan harus dilakukan sebelum persalinan 2

  • Agen pembentuk massa seperti psyllium husk atau methylcellulose aman digunakan selama kehamilan untuk mencegah konstipasi yang memperburuk hemoroid 2

  • Laksatif osmotik seperti polyethylene glycol atau lactulose dapat diberikan dengan aman 2

Pertimbangan Khusus untuk Penyakit Perianal Aktif

Penting untuk membedakan hemoroid sederhana dari penyakit perianal aktif yang lebih serius:

  • Penyakit perianal aktif (seperti pada Crohn's disease dengan fistula atau abses anorektal aktif) merupakan indikasi kuat untuk sectio caesarea guna mengurangi risiko cedera perianal 1

  • Namun, hemoroid biasa tidak termasuk dalam kategori "penyakit perianal aktif" yang memerlukan sectio caesarea 1

  • Faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan untuk sectio caesarea termasuk panjang perineum yang pendek dan trauma sebelumnya pada area tersebut, tetapi ini jarang terjadi pada kasus hemoroid sederhana 1

Manajemen Peripartum

  • Analgesia epidural lumbal sering direkomendasikan karena mengurangi peningkatan aktivitas simpatis terkait nyeri, mengurangi dorongan untuk mengejan, dan memberikan anestesia untuk pembedahan jika diperlukan 1

  • Pemantauan tekanan darah sistemik dan denyut jantung maternal penting karena anestesia epidural lumbal dapat menyebabkan hipotensi 1

  • Infus oksitosin intravena lambat (<2 U/menit) diberikan setelah persalinan plasenta untuk mencegah perdarahan maternal 1

Kapan Intervensi Bedah Diperlukan

  • Dalam kasus krisis hemoroid akut yang tidak responsif terhadap terapi medis, hemoroidektomi dapat dilakukan dengan aman selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga 4

  • Hemoroidektomi tertutup di bawah anestesi lokal telah terbukti aman tanpa komplikasi maternal atau fetal dalam studi yang melibatkan 25 pasien hamil 4

  • Namun, pembedahan biasanya ditunda hingga setelah kehamilan, persalinan, dan laktasi kecuali ada kondisi akut 3, 2

Peringatan Penting

  • Jangan berasumsi bahwa semua gejala anorektal disebabkan oleh hemoroid - kondisi lain seperti fisura ani dapat terjadi bersamaan pada hingga 20% pasien 2

  • Pemeriksaan rinci dengan anoskopi dan rektoskopi mungkin diperlukan jika ada gejala yang tidak biasa atau tanda bahaya, meskipun ini jarang dilakukan secara rutin 5

  • Tanda-tanda yang memerlukan evaluasi segera termasuk perdarahan masif, nyeri berat yang tidak terkontrol, hemoroid prolaps yang tidak dapat direduksi, atau tanda-tanda infeksi 2

Faktor Risiko yang Meningkatkan Komplikasi Hemoroid

  • Konstipasi selama kehamilan merupakan faktor risiko utama dengan odds ratio 5.7 6

  • Persalinan terlambat (post-term) dengan odds ratio 1.4 6

  • Berat bayi lebih dari 3.800 gram 3

  • Durasi mengejan lebih dari 20 menit 3

  • Persalinan instrumental 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Hemorrhoids in Pregnant Women

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Hemorrhoidectomy during pregnancy: risk or relief?

Diseases of the colon and rectum, 1991

Research

The significance of detailed examination of hemorrhoids during pregnancy.

Clinical and experimental obstetrics & gynecology, 2005

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.