Why is balanced anesthesia recommended for patients undergoing surgical procedures?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mengapa Harus Diberikan Balanced Anesthesia

Balanced anesthesia (anestesia seimbang) harus diberikan karena pendekatan ini menggunakan kombinasi obat-obatan berbeda dengan dosis lebih rendah untuk mencapai kondisi anestesi yang optimal, sehingga memaksimalkan efek yang diinginkan sambil meminimalkan efek samping dibandingkan penggunaan satu agen tunggal dalam dosis tinggi. 1, 2

Prinsip Dasar Balanced Anesthesia

Balanced anesthesia adalah strategi yang menggabungkan berbagai obat untuk menciptakan kondisi anestesi yang ideal, menghindari ketergantungan pada satu agen anestesi saja. 2 Pendekatan ini didasarkan pada "triad klasik anestesi" yang terdiri dari:

  • Hipnotik untuk menciptakan ketidaksadaran
  • Analgesik untuk mengendalikan nosisepsi dan nyeri
  • Pelumpuh otot untuk memfasilitasi pembedahan 3, 2

Dengan menggunakan beberapa obat dalam dosis yang lebih kecil, balanced anesthesia mengurangi kemungkinan efek samping dari masing-masing obat dibandingkan jika obat tersebut diberikan sendiri dalam dosis tinggi. 2

Manajemen Nosisepsi Intraoperatif sebagai Komponen Utama

Manajemen nosisepsi intraoperatif sebagai bagian dari teknik balanced anesthesia harus mengikuti prinsip-prinsip berikut: 1

  • Analgesia multimodal, yang terbukti menghemat opioid dan memberikan kontrol nyeri yang superior 1
  • Promosi pemulihan fungsi normal yang cepat (minum, makan, dan mobilisasi) 1
  • Teknik analgesia hemat-opioid dan penggunaan adjuvan hemat-opioid sangat dianjurkan 1

Keuntungan Klinis Spesifik

Mengurangi Respons Stres Bedah

Protokol anestesi untuk pasien yang menjalani operasi besar dilakukan dengan tujuan memberikan anestesi yang mengurangi respons stres bedah, memberikan analgesia, dan mendorong pemulihan mobilisasi, makan, dan minum yang cepat. 1

Kontrol Efek Samping Postoperatif

Balanced anesthesia memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap efek samping yang paling umum dihadapi pasien, termasuk: 3

  • Mual dan muntah postoperatif (PONV)
  • Keterlambatan bangun
  • Gangguan memori
  • Sakit kepala
  • Perubahan perilaku negatif

Profilaksis multimodal untuk PONV pada kelompok pasien berisiko tinggi sangat diperlukan. 1

Pemulihan yang Lebih Cepat

Penggunaan anestesi kerja-pendek, monitoring kedalaman blok neuromuskular, dan reversal lengkap direkomendasikan. 1 Anestesi volatil seperti desflurane dan sevoflurane, dengan farmakokinetik yang cepat, menjadikan balanced anesthesia sebagai teknik yang setara dan mudah dikontrol. 4

Pemilihan Agen Anestesi

Untuk Induksi dan Maintenance

Agen induksi kerja-pendek seperti propofol dikombinasikan dengan opioid kerja-pendek (fentanil, alfentanil, atau infus remifentanil) direkomendasikan untuk induksi. 5

Untuk maintenance, dapat digunakan: 5

  • Anestesi inhalasi kerja-pendek (sevoflurane atau desflurane dalam udara yang diperkaya oksigen), atau
  • Total intravenous anesthesia (TIVA)

TIVA dengan propofol mungkin sangat bermanfaat pada pasien dengan risiko tinggi PONV. 5

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Jantung

Agen volatil terbukti kardioprotektif selama operasi jantung dan direkomendasikan untuk operasi non-jantung mayor pada pasien dengan penyakit jantung. 6

Monitoring yang Diperlukan

Monitoring kedalaman anestesi menggunakan processed EEG seperti bispectral index (BIS) harus digunakan untuk mengoptimalkan hasil pasien, terutama pada pasien di atas 60 tahun untuk mengurangi risiko delirium postoperatif dan hipotensi yang diinduksi anestesi. 7

Target BIS sekitar 50 (versus level yang lebih dalam dengan BIS 35) dapat secara signifikan mengurangi delirium postoperatif pada pasien di atas 60 tahun. 7

Analgesia Regional sebagai Komponen

Teknik anestesi regional (spinal atau epidural) dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan balanced: 1

  • Epidural torakal dapat dipertimbangkan untuk prosedur laparoskopi terbuka atau assisted untuk mengurangi respons stres dan memberikan kontrol nyeri postoperatif yang lebih baik 5
  • Alternatif epidural termasuk lidokain intravena, anestesi spinal dengan anestesi lokal dan opioid, dan pemberian intraperitoneal anestesi lokal 5

Strategi Ventilasi

Tidal volume rendah (6-8 ml/kg berat badan prediksi) dengan positive end-expiratory pressure (PEEP ≥ 5 cm H2O) harus digunakan. 5

Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari

Pada Pasien Lansia

  • Kedalaman anestesi yang berlebihan harus dihindari pada pasien lansia karena meningkatkan risiko delirium postoperatif dan hipotensi 7
  • Dosis opioid harus digunakan dengan hati-hati pada pasien lansia (>70 tahun) karena risiko depresi pernapasan postoperatif 5

Manajemen Cairan dan Metabolik

  • Keseimbangan cairan harus ditinjau dengan tujuan euvolemia 1
  • Normotermia harus dipertahankan menggunakan alat penghangat aktif dan pemanasan cairan intravena 5
  • Kadar glukosa darah harus dipantau dan dijaga <10 mmol/l menggunakan insulin intravena bila diperlukan 5

Reversal Neuromuskular

Monitoring neuromuskular kuantitatif perifer harus digunakan untuk memastikan reversal yang adekuat sebelum ekstubasi. 5 Sugammadex dapat dipertimbangkan untuk reversal relaksasi otot yang dalam, terutama dengan rocuronium. 5

Nitrous Oxide

Nitrous oxide tidak direkomendasikan karena meningkatkan mual dan muntah. 1

Transisi ke Periode Postoperatif

Protokol analgesik postoperatif multimodal harus digunakan secara rutin, dan resep opioid untuk dibawa pulang harus diminimalkan. 1 Rute oral harus digunakan sesegera mungkin untuk pemberian obat-obatan. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Multimodal General Anesthesia: Theory and Practice.

Anesthesia and analgesia, 2018

Research

Adjuvants for balanced anesthesia in ambulatory surgery.

Best practice & research. Clinical anaesthesiology, 2023

Research

Balanced anaesthesia today.

Best practice & research. Clinical anaesthesiology, 2005

Guideline

Anesthesia Approach for Laparoscopic Surgery

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

[Choice of anaesthetic approach and anaesthetic drugs].

Tidsskrift for den Norske laegeforening : tidsskrift for praktisk medicin, ny raekke, 2010

Guideline

Depth of Anesthesia Management During Surgical Procedures

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

What is an appropriate anesthetic plan for a patient undergoing a surgical procedure?
What is the recommended anesthesia technique for patients undergoing surgical procedures?
What type of anesthesia is recommended for medical procedures?
What anesthesia considerations should be taken for patients with Systemic Lupus Erythematosus (SLE) undergoing surgery?
What is anesthesia?
What is the pathophysiology, symptoms, and treatment of infectious mononucleosis (mono) caused by the Epstein-Barr virus (EBV) in adolescents and young adults?
What is the definition, etiology, diagnostic criteria, and treatment for Autonomic Instability with Dystonia (PAID) syndrome in pediatric patients?
What is the best approach for a female patient of reproductive or post-menopausal age with a large fibroepithelial neoplasm (benign tumor of the breast) with myxoid (mucous-like) changes, and no significant medical history: monitoring or excision?
When is jaundice considered normal and when does it become a concern in a term newborn with no underlying medical conditions and a birth weight over 2.5 kg?
Why would a patient with bilateral nephrostomy (nephrostomy tubes) tubes and potential impaired renal function be prescribed oxybutynin (antimuscarinic medication) for overactive bladder or urinary incontinence?
What is the optimal treatment regimen for an elderly patient with stage 3 prostate cancer, a suprapubic catheter, and a pseudomonas infection sensitive only to amikacin, who has persistent symptoms despite current antibiotic therapy?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.