Fenitoin Tidak Secara Langsung Menyebabkan Midline Shift
Fenitoin tidak menyebabkan midline shift secara langsung—midline shift disebabkan oleh massa limfoma SSP itu sendiri atau edema perilesional, bukan oleh obat antikonvulsan. 1, 2
Penyebab Sebenarnya dari Midline Shift
- Midline shift pada pasien limfoma SSP disebabkan oleh efek massa dari tumor yang infiltratif dan multifokal, bukan dari fenitoin 3
- Edema serebral dan massa tumor yang besar adalah penyebab struktural dari pergeseran garis tengah otak 3
Masalah Sebenarnya dengan Fenitoin pada Pasien Ini
Fenitoin sangat berbahaya pada pasien limfoma SSP yang menjalani kemoterapi dan harus dihindari atau diganti segera. 1, 2
Risiko Mortalitas dan Morbiditas
- Pedoman American Heart Association/American Stroke Association 2023 menyatakan bahwa fenitoin untuk pencegahan kejang dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang berlebihan 2
- Pedoman 2015 menemukan bahwa pasien yang menerima obat antiepilepsi (terutama fenitoin) tanpa kejang terdokumentasi secara signifikan lebih mungkin meninggal atau mengalami disabilitas dalam 90 hari 2
Interaksi dengan Kemoterapi
- Fenitoin menginduksi metabolisme hepatik yang kuat dan mengganggu banyak agen kemoterapi, mengurangi efektivitas pengobatan 2, 4
- Konsentrasi serum fenitoin berfluktuasi secara dramatis selama kemoterapi dosis tinggi (peningkatan dosis 50-300% diperlukan), menciptakan risiko toksisitas atau kejang terobosan 5
- Terapi antikonvulsan jangka panjang dengan fenitoin meningkatkan klirens sistemik beberapa agen antileukemia dan dikaitkan dengan efikasi kemoterapi yang lebih rendah 4
Rekomendasi Manajemen yang Tepat
Penggantian Antikonvulsan
Levetiracetam adalah pilihan lini pertama untuk pasien limfoma SSP yang menerima kemoterapi. 1, 2
- Levetiracetam memiliki metabolisme hepatik minimal dan ekskresi ginjal primer 1, 2
- Tidak ada interaksi dengan agen kemoterapi 1, 2
- Dosis loading: 500-1500 mg oral atau intravena 2
- Tetap aman pada pasien dengan transaminitis akibat kemoterapi karena tidak dimetabolisme di hati 1
Kapan Antikonvulsan Diperlukan
- Meta-analisis American Academy of Neurology menyimpulkan bahwa antikonvulsan profilaksis tidak mengurangi risiko kejang pertama 2
- Pedoman SNO dan EANO 2021 menemukan bahwa pasien tidak mendapat manfaat dari profilaksis primer 2
- Antikonvulsan hanya diindikasikan untuk pasien yang telah mengalami kejang klinis 2
- Antikonvulsan juga diindikasikan untuk kejang elektrografis pada pasien dengan status mental yang berubah 2
- Dapat digunakan selama periode perioperatif (dapat dihentikan setelah periode perioperatif) 2
Tindakan Segera yang Diperlukan
- National Comprehensive Cancer Network menyarankan untuk tidak menunda siklus kemoterapi sistemik untuk mengakomodasi pemantauan fenitoin, dan mempertimbangkan untuk beralih ke levetiracetam untuk mempertahankan intensitas terapi 1
- Jika pasien sudah menggunakan fenitoin, pertimbangkan untuk beralih ke levetiracetam sebelum memulai kemoterapi untuk menghindari fluktuasi serum yang tidak dapat diprediksi dan peningkatan risiko mortalitas 2