Pengobatan Infeksi Jamur pada Kolon
Untuk infeksi jamur (Candida) pada kolon yang terbukti secara kultur, echinocandin (caspofungin, micafungin, atau anidulafungin) adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan, terutama pada pasien sakit kritis. 1, 2
Algoritma Pemilihan Terapi Antijamur
Pasien Sakit Kritis atau Infeksi Berat
- Mulai dengan echinocandin sebagai terapi inisial 1, 2:
- Echinocandin lebih diutamakan karena toksisitas lebih rendah dan efikasi lebih baik pada pasien kritis 1
Pasien Stabil dengan Candida albicans yang Terbukti
- Fluconazole dapat digunakan jika pasien tidak dalam kondisi kritis dan tidak ada riwayat paparan azole sebelumnya 1, 2:
Terapi Step-Down
- Setelah perbaikan klinis dan konfirmasi spesies Candida yang sensitif, dapat beralih ke fluconazole oral 1, 2, 3:
Spesies Candida Resisten Fluconazole
- Untuk C. krusei atau spesies resisten fluconazole lainnya, gunakan echinocandin 1:
Alternatif Jika Intoleransi terhadap Echinocandin
- Lipid formulation amphotericin B (3-5 mg/kg per hari) dapat digunakan, namun memiliki risiko toksisitas lebih tinggi 1, 2:
- Amphotericin B deoxycholate TIDAK direkomendasikan sebagai terapi inisial karena toksisitas 1
Komponen Penting dalam Manajemen
Kontrol Sumber Infeksi
- Drainase dan/atau debridemen yang adekuat adalah WAJIB dan lebih penting daripada pemilihan antijamur 2, 4
- Kegagalan kontrol sumber mengakibatkan kegagalan terapi terlepas dari antijamur yang tepat 2, 4
- Mortalitas melebihi 60% pada syok septik tanpa drainase/debridemen yang adekuat 4
Durasi Terapi
Monitoring
- Kultur ulang harus dilakukan untuk memastikan eradikasi infeksi 2
- De-eskalasi dalam 5 hari aman dan tidak meningkatkan mortalitas 4
Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari
Jangan Mengobati Kolonisasi
- JANGAN mengobati jamur dalam tinja yang asimtomatik - ini merupakan kolonisasi, bukan infeksi 4
- Terapi hanya diindikasikan jika ada bukti infeksi invasif dengan tanda klinis infeksi 4
Jangan Tunda Terapi pada Pasien Kritis
- Menunda terapi antijamur pada kandidosis intra-abdominal yang dicurigai dapat meningkatkan mortalitas 2, 4
- Pada pasien dengan syok septik, mulai terapi empiris segera 4
Jangan Gunakan Fluconazole Empiris pada Pasien Kritis
- JANGAN gunakan fluconazole secara empiris pada pasien sakit kritis tanpa mengetahui pola sensitivitas, karena resistensi C. glabrata sering terjadi 4
- Echinocandin lebih aman untuk terapi empiris 1, 2
Jangan Hentikan Terapi Terlalu Dini
- Penghentian prematur sebelum resolusi lengkap infeksi dapat menyebabkan relaps 2, 3
- Pastikan semua tanda klinis dan radiologis telah teratasi 2
Jangan Abaikan Kontrol Sumber
- Kontrol sumber yang tidak adekuat berhubungan dengan kegagalan terapi terlepas dari antijamur yang tepat 2, 4
- Drainase/debridemen harus dilakukan sesegera mungkin 2, 4
Pertimbangan Khusus
Pasien Neutropenia
- Terapi inisial dengan lipid formulation amphotericin B (3-5 mg/kg per hari) atau echinocandin, diikuti fluconazole oral 400 mg per hari 1, 3
- Sumber kandidosis selain kateter (misalnya saluran gastrointestinal) lebih dominan 1
Neonatus
- Terapi antijamur empiris harus dimulai jika Candida dicurigai 1
- Jika C. albicans terisolasi, fluconazole adalah pilihan yang tepat 1
Pasien Obesitas
- Penyesuaian dosis mungkin diperlukan, dan echinocandin mempertahankan profil farmakokinetik yang baik pada pasien obesitas 2