What is the treatment for a fungal infection in the colon?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 19, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Infeksi Jamur pada Kolon

Untuk infeksi jamur (Candida) pada kolon yang terbukti secara kultur, echinocandin (caspofungin, micafungin, atau anidulafungin) adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan, terutama pada pasien sakit kritis. 1, 2

Algoritma Pemilihan Terapi Antijamur

Pasien Sakit Kritis atau Infeksi Berat

  • Mulai dengan echinocandin sebagai terapi inisial 1, 2:
    • Caspofungin: dosis loading 70 mg, kemudian 50 mg per hari 1, 2
    • Micafungin: 100 mg per hari 1, 2
    • Anidulafungin: dosis loading 200 mg, kemudian 100 mg per hari 1, 2
  • Echinocandin lebih diutamakan karena toksisitas lebih rendah dan efikasi lebih baik pada pasien kritis 1

Pasien Stabil dengan Candida albicans yang Terbukti

  • Fluconazole dapat digunakan jika pasien tidak dalam kondisi kritis dan tidak ada riwayat paparan azole sebelumnya 1, 2:
    • Dosis: 400 mg (6 mg/kg) per hari 1
    • Hanya untuk isolat yang sensitif terhadap fluconazole 1

Terapi Step-Down

  • Setelah perbaikan klinis dan konfirmasi spesies Candida yang sensitif, dapat beralih ke fluconazole oral 1, 2, 3:
    • Dosis: 400-800 mg per hari 1, 2
    • Transisi dilakukan setelah pasien stabil secara klinis 1, 2

Spesies Candida Resisten Fluconazole

  • Untuk C. krusei atau spesies resisten fluconazole lainnya, gunakan echinocandin 1:
    • Echinocandin tetap menjadi pilihan utama 1
    • Voriconazole dapat dipertimbangkan sebagai alternatif 1

Alternatif Jika Intoleransi terhadap Echinocandin

  • Lipid formulation amphotericin B (3-5 mg/kg per hari) dapat digunakan, namun memiliki risiko toksisitas lebih tinggi 1, 2:
    • Amphotericin B deoxycholate TIDAK direkomendasikan sebagai terapi inisial karena toksisitas 1

Komponen Penting dalam Manajemen

Kontrol Sumber Infeksi

  • Drainase dan/atau debridemen yang adekuat adalah WAJIB dan lebih penting daripada pemilihan antijamur 2, 4
  • Kegagalan kontrol sumber mengakibatkan kegagalan terapi terlepas dari antijamur yang tepat 2, 4
  • Mortalitas melebihi 60% pada syok septik tanpa drainase/debridemen yang adekuat 4

Durasi Terapi

  • Lanjutkan terapi minimal 2-3 minggu berdasarkan respons klinis dan kecukupan kontrol sumber 2, 4:
    • Untuk kandidemia tanpa komplikasi: minimal 2 minggu setelah kultur darah negatif dan resolusi gejala 1, 3
    • Untuk infeksi intra-abdominal: 2-3 minggu berdasarkan respons klinis 2, 4

Monitoring

  • Kultur ulang harus dilakukan untuk memastikan eradikasi infeksi 2
  • De-eskalasi dalam 5 hari aman dan tidak meningkatkan mortalitas 4

Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Jangan Mengobati Kolonisasi

  • JANGAN mengobati jamur dalam tinja yang asimtomatik - ini merupakan kolonisasi, bukan infeksi 4
  • Terapi hanya diindikasikan jika ada bukti infeksi invasif dengan tanda klinis infeksi 4

Jangan Tunda Terapi pada Pasien Kritis

  • Menunda terapi antijamur pada kandidosis intra-abdominal yang dicurigai dapat meningkatkan mortalitas 2, 4
  • Pada pasien dengan syok septik, mulai terapi empiris segera 4

Jangan Gunakan Fluconazole Empiris pada Pasien Kritis

  • JANGAN gunakan fluconazole secara empiris pada pasien sakit kritis tanpa mengetahui pola sensitivitas, karena resistensi C. glabrata sering terjadi 4
  • Echinocandin lebih aman untuk terapi empiris 1, 2

Jangan Hentikan Terapi Terlalu Dini

  • Penghentian prematur sebelum resolusi lengkap infeksi dapat menyebabkan relaps 2, 3
  • Pastikan semua tanda klinis dan radiologis telah teratasi 2

Jangan Abaikan Kontrol Sumber

  • Kontrol sumber yang tidak adekuat berhubungan dengan kegagalan terapi terlepas dari antijamur yang tepat 2, 4
  • Drainase/debridemen harus dilakukan sesegera mungkin 2, 4

Pertimbangan Khusus

Pasien Neutropenia

  • Terapi inisial dengan lipid formulation amphotericin B (3-5 mg/kg per hari) atau echinocandin, diikuti fluconazole oral 400 mg per hari 1, 3
  • Sumber kandidosis selain kateter (misalnya saluran gastrointestinal) lebih dominan 1

Neonatus

  • Terapi antijamur empiris harus dimulai jika Candida dicurigai 1
  • Jika C. albicans terisolasi, fluconazole adalah pilihan yang tepat 1

Pasien Obesitas

  • Penyesuaian dosis mungkin diperlukan, dan echinocandin mempertahankan profil farmakokinetik yang baik pada pasien obesitas 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Pharmacological Treatment for Abdominal Yeast Infection

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Candida albicans Infection

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Yeast in Fecal Analysis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.